
Jejak Kota Tempat Yesus Memberi Makan 5.000 Orang “Diidentifikasi” di Galilea
15 September 2026
Ekskavasi selama satu dekade di El-Araj, tepi Danau Galilea, semakin memperkuat dugaan bahwa situs tersebut merupakan Betsaida yang disebut dalam Injil. Temuan permukiman nelayan Yahudi, kota era Romawi, basilika Bizantium, prasasti terkait Rasul Petrus, serta ratusan koin menjadi dasar keyakinan tim peneliti.
GALILEA (15/9) - Ekskavasi selama sepuluh tahun di El-Araj, kawasan Danau Galilea, semakin memperkuat keyakinan para peneliti bahwa situs tersebut merupakan Betsaida, kota yang beberapa kali disebut dalam Perjanjian Baru dan memiliki hubungan erat dengan pelayanan Yesus serta kehidupan sejumlah murid-Nya. Steven Notley, ahli Alkitab sekaligus Direktur Akademik El-Araj Excavation Project, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa setelah serangkaian penggalian sejak 2016, ia kini “100%” yakin El-Araj merupakan Betsaida. Keyakinan itu, menurutnya, bukan didasarkan pada satu temuan tertentu, tetapi pada akumulasi bukti yang terus bertambah dari setiap musim penggalian.
Betsaida memiliki posisi penting dalam catatan Injil. Yohanes 1:44 menyebut kota itu sebagai tempat asal Filipus, Andreas, dan Petrus. Dalam Markus 8:22, Betsaida juga menjadi lokasi ketika Yesus menyembuhkan seorang buta. Sementara kisah pemberian makan kepada ribuan orang berkaitan dengan wilayah Betsaida sebagaimana dicatat dalam kisah-kisah Injil. Hubungan tersebut membuat pencarian lokasi Betsaida menjadi penting bagi penelitian mengenai dunia Perjanjian Baru, khususnya kehidupan masyarakat di sekitar Danau Galilea pada masa pelayanan Yesus.
Sejak 2016, El-Araj Excavation Project yang dipimpin Mordechai Aviam melakukan penggalian di situs tersebut. Para peneliti mencari bukti yang dapat menunjukkan keberadaan sebuah desa nelayan Yahudi yang kemudian berkembang menjadi kota kecil pada masa Romawi. Menurut Notley, kedua karakter tersebut ditemukan di El-Araj.
Para arkeolog menemukan ribuan pemberat jala dari timah yang menunjukkan aktivitas penangkapan ikan, sejumlah bejana batu yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat Yahudi, serta sisa-sisa pemandian Romawi. Temuan-temuan tersebut memberikan gambaran mengenai sebuah permukiman yang mengalami perkembangan dari desa nelayan menuju lingkungan perkotaan pada periode Romawi.
Penggalian pada 2026 kembali membuka bagian baru situs tersebut. Para peneliti menemukan tambahan peninggalan dan tembikar dari masa Romawi. Lebih dari 200 koin juga telah ditemukan dan sedang diteliti untuk membantu menentukan usia serta tahapan perkembangan permukiman El-Araj.
Sebuah peristiwa yang tidak direncanakan turut membantu penelitian. Kebakaran semak yang terjadi pada tahun sebelumnya membersihkan sebagian vegetasi di sekitar situs. Kondisi tersebut memungkinkan tim melakukan survei yang lebih luas dan memperkirakan bahwa kawasan permukiman kuno itu memiliki luas sedikitnya 15 acre atau sekitar enam hektare.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah sebuah basilika dari masa Bizantium. Di dalam gereja kuno tersebut, tim menemukan prasasti yang merujuk kepada “pemimpin para rasul” dan “pemegang kunci surga”, gelar yang dikaitkan dengan Rasul Petrus.
Prasasti tersebut menjadi penting karena tradisi Kristen sejak berabad-abad lalu menghubungkan kawasan Betsaida dengan Petrus dan Andreas. Para peneliti juga menemukan rumah-rumah dari periode Romawi di bawah bangunan gereja yang secara tradisional dipercaya didirikan di atas lokasi rumah kedua murid tersebut.
Meski demikian, Notley berhati-hati ketika berbicara mengenai kemungkinan salah satu rumah tersebut benar-benar merupakan rumah Petrus. Ia mengakui bahwa arkeologi tidak dapat memberikan kepastian mutlak mengenai siapa penghuni sebuah rumah pada masa itu. Tidak ada prasasti atau penanda yang secara langsung menyatakan bahwa Petrus pernah tinggal di salah satu bangunan yang ditemukan. Karena itu, kekuatan identifikasi El-Araj sebagai Betsaida justru terletak pada kesesuaian berbagai bukti yang ditemukan secara bersamaan.
“Sejak 2016, kami belum menemukan satu pun hal yang menantang atau mempertanyakan identifikasi situs ini sebagai Betsaida,” kata Notley seperti dikutip Fox News Digital. Menurutnya, setiap musim penggalian justru menghadirkan bukti tambahan yang semakin menguatkan kesimpulan tim. Jejak desa nelayan, peninggalan masyarakat Yahudi, perkembangan kawasan pada masa Romawi, basilika Bizantium, hingga tradisi yang menghubungkan tempat tersebut dengan Petrus dan Andreas menjadi rangkaian bukti yang dipertimbangkan dalam identifikasi tersebut.
Museum of the Bible, yang menjadi salah satu sponsor penggalian El-Araj sejak 2021, juga mengikuti perkembangan penelitian situs ini. Lembaga tersebut menyebut El-Araj sebagai lokasi yang sangat mungkin merupakan Betsaida, sementara proses penggalian dan penelitian masih terus berlangsung. Hal ini penting untuk membedakan antara tingkat keyakinan tim peneliti dan kesimpulan arkeologis yang lebih luas. Pernyataan “100 persen” merupakan keyakinan Notley berdasarkan hasil penelitian timnya, sementara penggalian tetap dilanjutkan untuk mendapatkan pemahaman yang semakin lengkap mengenai situs tersebut.
Bagi umat Kristen, arti penting El-Araj tidak hanya berkaitan dengan penemuan sebuah kota kuno. Jika identifikasi tersebut semakin diperkuat, situs ini dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai lingkungan tempat Yesus melayani dan kehidupan masyarakat yang disebut dalam catatan Injil.
Betsaida disebut berulang kali dalam Perjanjian Baru dan memiliki hubungan dengan sedikitnya tiga murid Yesus, yaitu Petrus, Andreas, dan Filipus. Karena itu, setiap temuan arkeologis dari kawasan tersebut dapat menambah pemahaman mengenai konteks sejarah, sosial, dan kehidupan masyarakat Galilea pada abad pertama.
Temuan-temuan berikutnya diharapkan dapat memperjelas perjalanan permukiman tersebut dari desa nelayan Yahudi, perkembangan pada masa Romawi, hingga menjadi tempat yang dikenang oleh komunitas Kristen pada periode Bizantium. Sementara ini, akumulasi bukti yang ditemukan membuat tim El-Araj Excavation Project semakin yakin bahwa situs di tepi Danau Galilea tersebut adalah Betsaida yang disebut dalam Injil. Namun penelitian masih terus berlanjut untuk memperkuat pemahaman mengenai kota yang memiliki hubungan penting dengan pelayanan Yesus dan para murid-Nya.
Sumber: Andrea Margolis, Fox News Digital, 11 September 2026; Lee Weeks, Billy Graham Evangelistic Association, 14 September 2026; El-Araj Excavation Project dan Museum of the Bible.