
Kepala Departemen Diakonia Ingatkan Pelayan HKBP Wujudkan Diakonia yang Holistik dan Transformatif
10 April 2026
Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., memberikan pembekalan kepada pengurus Dewan Diakonia se-Distrik XXI Banten di HKBP Lippo Karawaci, Jumat (10/4/2026). Pembinaan ini menekankan pentingnya pelayanan diakonia yang holistik dan transformatif guna menjawab kebutuhan jemaat serta memberdayakan mereka keluar dari pergumulan hidup.
Lippo Karawaci (10/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XXI Banten menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Dewan Diakonia bagi para ketua dan pengurus se-Distrik XXI Banten. Acara yang bertujuan untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kasih di tengah jemaat ini dilaksanakan pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di gereja HKBP Lippo Karawaci, Resort Serpong. Pembinaan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Departemen (Kadep) Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min. Dalam sesi pembekalannya, beliau memaparkan secara komprehensif mengenai hakikat pelayanan diakonia sebagai bagian integral dari panggilan gereja untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata. Pdt. Eldarton secara tegas menginstruksikan agar arah dan strategi pelayanan diakonia masa kini dievaluasi dan dikembangkan.
“Pelayanan diakonia harus dijalankan secara holistik, tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga transformatif,” tegas Pdt. Eldarton Simbolon. Beliau menambahkan bahwa pelayanan sosial gereja harus mampu menjawab kebutuhan nyata jemaat, sekaligus memiliki program pemberdayaan yang memampukan jemaat untuk keluar dari berbagai persoalan hidup mereka. Untuk mencapai tingkat transformatif tersebut, Kadep Diakonia mendorong agar pelayanan di tingkat Distrik, Resort, hingga Huria (jemaat lokal) dapat berjalan secara selaras, terstruktur, dan berkesinambungan.
Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan distrik, di antaranya Praeses HKBP Distrik XXI Banten, Pdt. Sumihar Sinaga, serta Kepala Bidang Diakonia HKBP Distrik XXI Banten, St. Tiurida Hutabarat. Dalam sambutannya, Pdt. Sumihar Sinaga mengingatkan kembali bahwa pelayanan diakonia adalah salah satu wujud kesaksian gereja yang sangat krusial di tengah dinamika masyarakat. Praeses berharap, melalui momentum pembinaan ini, para pelayan di bidang diakonia semakin diperlengkapi kapasitasnya agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, empati, serta integritas yang tinggi. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Diakonia Distrik, St. Tiurida Hutabarat, menyoroti posisi strategis Dewan Diakonia yang merupakan ujung tombak pelayanan sosial gereja. St. Tiurida mengajak seluruh peserta pembinaan untuk terus menerus meningkatkan kapasitas manajerial diri dan memastikan terjalinnya koordinasi yang baik antar pengurus di setiap tingkatan pelayanan.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pembinaan Dewan Diakonia Distrik XXI Banten ini berjalan dengan tertib dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Selain sesi pemaparan materi dari narasumber utama, panitia juga menyediakan ruang untuk sesi diskusi interaktif. Ruang diskusi ini dimanfaatkan oleh para peserta untuk saling berbagi pengalaman lapangan, membedah tantangan yang dihadapi di masing-masing resort, serta merumuskan praktik-praktik terbaik (best practices) dalam pelayanan diakonia.
Sesi interaktif yang berlangsung dinamis tersebut dinilai sangat efektif dalam memperkaya wawasan dan memperluas perspektif para Ketua Dewan Diakonia yang hadir. Berbagai ide serta gagasan pembaruan yang muncul dari forum ini diharapkan menjadi respons nyata terhadap tuntutan pelayanan di lapangan, sekaligus menjadi bekal untuk mengoptimalkan efektivitas program ke depan. Melalui kegiatan ini, jajaran Dewan Diakonia se-Distrik XXI Banten diharapkan semakin solid dalam kebersamaan dan komitmen untuk menghadirkan pelayanan kasih yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan jemaat dan masyarakat luas.