
Kepala Departemen Koinonia HKBP Dorong Kader Oikumene Berwawasan Luas dan Percaya Diri
19 September 2026
Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Deonal Sinaga membuka Kaderisasi Pemimpin Oikumene HKBP Angkatan III di Bekasi, 15–19 September 2026. Sebanyak 30 peserta mengikuti pembelajaran, diskusi, refleksi, dan kunjungan lintas iman untuk memperluas wawasan, membangun semangat, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam gerakan oikumene.
BEKASI (19/9) - Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Deonal Sinaga mendorong peserta Kaderisasi Pemimpin Oikumene HKBP Angkatan III untuk membangun semangat, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengambil bagian dalam gerakan oikumene. Kegiatan yang berlangsung di Bekasi pada 15–19 September 2026 itu diikuti 30 peserta dari berbagai latar pelayanan. Mereka terdiri dari pendeta, diakones, calon pelayan, pengurus PND, dan warga jemaat HKBP dari sejumlah distrik. Program ini merupakan salah satu program unggulan Biro Oikumene di bawah Departemen Koinonia HKBP yang telah dilaksanakan sejak 2023.
Dalam salah satu sesi, Pdt. Deonal Sinaga menyampaikan materi bertajuk “Melayani untuk Mempersatukan Tubuh Kristus.” Pembekalan juga diberikan Ketua Umum PGI Pdt. Jacky Manuputty melalui materi “Peta Gerakan Oikumene di Indonesia.” Prof. Dr. Ansari Yamamah, MA membawakan materi “Melampaui Toleransi: Moderasi Beragama sebagai Paradigma Kolaboratif untuk Indonesia Damai.” Sekretaris Jenderal United Evangelical Mission Pdt. Dr. Andar Pasaribu turut mendorong peserta agar memiliki wawasan oikumene yang luas serta mampu berpikir dan bersikap inklusif dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
Proses kaderisasi tidak hanya berlangsung melalui pemaparan materi, tetapi juga melalui diskusi, refleksi, kebersamaan, dan pertukaran pengalaman. Para peserta juga mengikuti kegiatan exposure ke vihara dan Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung kehidupan komunitas lintas iman serta praktik pendidikan dan pengembangan masyarakat. Pengalaman itu menjadi bagian dari upaya memperkaya pemahaman peserta tentang moderasi beragama, kehidupan bersama, dan pentingnya perjumpaan dalam masyarakat yang beragam.
Di Pesantren Al-Zaytun, peserta melihat penyelenggaraan pendidikan terpadu mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai pengembangan berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkapalan. Perjumpaan dengan para ulama menjadi bagian dari pembelajaran mengenai kebersamaan dan moderasi beragama. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung yang melengkapi pembelajaran mengenai oikumene yang diterima selama kegiatan.
Kaderisasi Pemimpin Oikumene HKBP Angkatan III didukung Kantor Pusat HKBP dan United Evangelical Mission. Ibadah pembukaan dipimpin Pdt. Chris Desina Sianturi, sedangkan kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Pelaksanaan program dipersiapkan Biro Oikumene HKBP di bawah koordinasi Pdt. Mika Purba bersama tim. Pdt. Deonal Sinaga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan merealisasikan kegiatan tersebut.
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, para peserta menyatakan tekad untuk semakin aktif dalam gerakan oikumene. Kaderisasi ini diarahkan untuk membentuk peserta yang tidak hanya memahami oikumene secara konseptual, tetapi juga memiliki pengalaman perjumpaan dan kesiapan terlibat dalam kehidupan bersama. Proses pembelajaran diharapkan memperkuat semangat, memperluas wawasan, dan menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam pelayanan. Melalui program tersebut, Departemen Koinonia HKBP melanjutkan upaya menyiapkan kader yang mampu mengambil bagian dalam gerakan oikumene di tengah gereja dan masyarakat.