Kepala Departemen Koinonia HKBP Memberi Ceramah di Sinode HKBP Distrik X Medan-Aceh
11 Februari 2021

HKBP
Distrik X Medan Aceh mengadakan Sinode di Sopo Godang HKBP Medan, Jl. Jend.
Sudirman, 10-11 Februari 2021. Sinode dibuka oleh Praeses HKBP Distrik X Medan
Aceh, Pdt Henri Napitupulu, MTh. Di sinode itu hadir juga Kepala Departemen
Koinonia HKBP, Pdt Dr Deonal Sinaga dan memberi
ceramah kepada peserta.
Sebelum
mengawali ceramahnya Pdt Dr Deonal
Sinaga menceritakan bahwa HKBP Distrik X Medan Aceh tidak asing lagi baginya. Ia
pernah melayani sebagai pendeta resort
dan dipercaya menjadi praeses HKBP di periode 2016-2020 dari
distrik ini. Pada kesempatan itu, Pdt Dr Deonal Sinaga juga berterima kasih kepada
peserta sinode, pelayan dan semua warga jemaat HKBP Distrik X Medan Aceh karena
tetap mendukung pelayanannya selama ini.
Ceramah
yang disampaikan Pdt Dr Deonal Sinaga memuat dua hal: Pertama tentang visi HKBP menjadi berkat bagi dunia. Semua pelayan
dan warga jemaat harus diperlengkapi dengan Firman Tuhan agar menjadi pribadi
yang tangguh, kuat, elastis, dan tahun uji. Kedua,
pandemi covid-19 menjadi tantangan baru bagi pelayanan gereja. Ditambahkan
lagi, di situasi pandemi ini banyak perubahan yang terjadi di dunia.
Masyarakat banyak mengalami seperti yang disebut oleh Pdt Dr dr Paul Choo: volatile (lincah),
uncertain (tidak pasti),
complicated (rumit), dan
Ambiguous (ambigu). Disingkat
dengan VUCA.
Pdt
Dr Deonal sinaga menerangkan istilah VUCA ini; “perubahan akan bergerak cepat tapi labil. Semuanya serba
tidak pasti sehingga orang sulit menemukan pegangan. dan semua hal berkelindan
sehingga sulit memprediksi masa depan.” Di situasi seperti ini, Pdt Dr Deonal
Sinaga meminta setiap pelayan dan warga jemaat supaya jeli dan
adaptif melakukan pendekatan terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Ditambahkan lagi oleh Kepala Departemen koinonia HKBP, “walau situasi terus berubah dan pandemi mengakibatkan ketidakpastian dalam segala lini kehidupan, penginjilan harus tetap berjalan, pelayanan gereja harus tetap berlangsung, dan gereja harus hadir sebagai sahabat, dengan penuh keyakinan mengimani penyertaan Tuhan nyata sebagaimana dalam Yesaya 41:10, “Janganlah takut, sebab aku menyertai engkau. Janganlah bimbang, sebab aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Dalam
ceramahnya Kepala Departemen Koinonia
memaparkan tujuan dari Tahun Pemberdayaan HKBP dalam tiga pengertian
pemberdayaan, yaitu enabling, menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan
orang untuk berkembang. Empowering, memperkuat daya atau minat yang
dimiliki oleh orang sehingga memungkinkan terjadi berbagi kekuasaan. Dan protecting,
mencegah terjadinya
persaingan yang tidak seimbang, serta mencegah eksploitasi oleh yang kuat
terhadap yang lemah.
Peserta sinode sangat antusias mendengar ceramah yang disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt Dr Deonal Sinaga. Peserta sinode yang diwakili oleh Praeses HKBP Distrik X Medan Aceh, Pdt Henri Napitupulu MTh sangat berterima kasih atas kesediaan waktu dan ceramah yang disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP dan ditandai dengan penyematan ulos. (KDK-NS)

