
Kepala Departemen Koinonia HKBP: Penggembalaan Jiwa Adalah Inti Panggilan Pelayan Tuhan
3 Juli 2026
Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, menegaskan bahwa penggembalaan jiwa (seelsorge) adalah inti panggilan pelayan Tuhan. Pesan ini disampaikannya saat menutup Kegiatan Pastoral Konseling yang digelar Biro Pembinaan HKBP di Batam, Jumat (3/7/2026), guna memperkuat kompetensi pelayan HKBP dalam mendampingi jemaat secara holistik.
BATAM (3/7) - Pelayanan seelsorge atau penggembalaan jiwa bukanlah sekadar tugas tambahan, melainkan inti sejati dari panggilan seorang pelayan Tuhan. Pelayan dipanggil untuk senantiasa hadir memelihara, mendampingi, dan menguatkan iman jemaat melalui pelayanan yang penuh kasih, berempati, dan teguh berlandaskan Firman Tuhan.
Penegasan mendalam tersebut disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, saat membawakan sesi peneguhan bertajuk "Seelsorge (Penggembalaan Jiwa) sebagai Jalan Memelihara dan Merawat Iman”. Sesi ini sekaligus menjadi puncak penutupan rangkaian Kegiatan Pastoral Konseling yang diselenggarakan oleh Biro Pembinaan HKBP di Batam, Jumat (3/7/2026). Dalam pesannya, Pdt. Dr. Deonal mengingatkan agar seluruh pembelajaran yang diterima peserta dapat diwujudkan dalam pelayanan nyata demi membangun keluarga Kristen dan jemaat yang semakin sehat, tangguh, dan bertumbuh.
Kegiatan yang mengusung tema “Pelayan yang Beriman dan Berjiwa Pastoral” ini berlangsung selama lima hari, sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan pelayanan gereja di tengah perubahan sosial, dinamika budaya, pesatnya teknologi, serta meningkatnya isu persoalan keluarga dan kesehatan mental. Sebelumnya, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan HKBP, Pdt. Dr. Ronald Pasaribu. Pelaksanaan acara juga terwujud berkat dukungan dan gotong royong dari Praeses HKBP Distrik XX Kepulauan Riau, Pdt. Henry Banuareah, S.Th, M.M., bersama jajaran kepanitiaan lokal dan seluruh resort di wilayah tersebut.
Selama pelatihan, para pelayan HKBP yang mengikuti dibekali dengan pendekatan yang menyeluruh. Peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga dibimbing untuk mengenal potensi dan hambatan diri, mempelajari metode Clinical Pastoral Education (CPE), hingga melakukan praktik pastoral secara langsung di lapangan. Praktik tersebut dilaksanakan di HKBP Estomihi Bengkong, di mana peserta melakukan observasi, pendampingan, lalu membedahnya dalam sesi analisis data dan refleksi teologis bersama narasumber. Menjelang akhir kegiatan, para peserta saling berbagi pengalaman dan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang menjadi komitmen nyata untuk diterapkan di tempat pelayanan masing-masing.
Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan Ibadah Penutupan dan Perjamuan Kudus yang dilayani oleh Pimpinan Jemaat HKBP Resort Estomihi Bengkong, Pdt. Elfred Situmeang, S.Th. Setelah ibadah usai, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, menyerahkan sertifikat kepada para peserta, disusul dengan ucapan selamat jalan dan pemberian kenang-kenangan dari Praeses Distrik XX Kepri. Acara ditutup dengan persekutuan makan siang bersama dalam suasana sukacita, mempererat jejaring antarpelayan dalam menghadirkan pelayanan pastoral yang transformatif.