Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Kepala Departemen Marturia HKBP Uraikan Konsep Ecclesia Domestica dalam Pelatihan Modul Pengajaran Iman Keluarga
Berita

Kepala Departemen Marturia HKBP Uraikan Konsep Ecclesia Domestica dalam Pelatihan Modul Pengajaran Iman Keluarga

23 April 2026

Kepala Departemen Marturia HKBP membekali 23 peserta dari sembilan distrik dalam Pelatihan Modul Pengajaran Iman di Tengah Keluarga Batch II di Sipoholon, Kamis (23/4/2026). Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai Ecclesia Domestica—pusat pertumbuhan iman dan agen perubahan—serta mempersiapkan para utusan menjadi pelatih untuk mengembangkan pengajaran iman yang berkelanjutan di tingkat distrik masing-masing.

SIPOHOLON (23/4) — Departemen Marturia Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kembali menyelenggarakan Pelatihan Modul Pengajaran Iman di Tengah Keluarga Batch II pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sipoholon ini menghadirkan Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th, sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan strategis kepada para peserta yang dipersiapkan menjadi pelatih (trainer) di wilayah pelayanan masing-masing. Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta yang merupakan utusan dari sembilan distrik, meliputi Distrik I Tabagsel, II Silindung, III Humbang, IV Toba, VI Dairi, VII Samosir, IX Sibolga, XI Toba Hasundutan, dan Distrik XVI Humbang Habinsaran. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk membekali para utusan agar mampu mengembangkan pengajaran iman dalam keluarga secara mandiri dan berkelanjutan setelah kembali ke distrik mereka.

Dalam sesi pembekalannya, Kepala Departemen Marturia HKBP menekankan pentingnya penerapan konsep Ecclesia Domestica atau gereja domestik. Ia menegaskan bahwa pelayanan gereja yang paling mendasar harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat, melainkan pusat pertumbuhan iman dan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mendorong para pelayan gereja untuk berperan aktif sebagai fasilitator yang mampu membina keluarga secara relevan dengan tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa para pelayan harus menjadi teladan nyata dalam kehidupan doa, praktik kasih, serta kepedulian sosial. Dengan demikian, pengajaran iman tidak hanya bersifat teoritis, tetapi tercermin dalam tindakan nyata yang dapat dicontoh oleh jemaat.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan dalam arahan Pdt. Bernard Manik adalah penegasan mengenai ibadah keluarga. Ia menyatakan bahwa saat ini tidak ada alasan bagi keluarga Kristen untuk tidak melaksanakan ibadah di rumah. Hal ini didukung dengan telah tersedianya tiga model ibadah keluarga yang disusun secara sederhana dalam dua bahasa, termasuk model Partangiangan Keluarga. Ketersediaan materi ini diharapkan dapat memudahkan setiap kepala keluarga dalam memimpin persekutuan di rumah masing-masing.

Selain aspek liturgis, pelatihan ini juga menyentuh peran keluarga sebagai pusat pemulihan relasi dan role model persekutuan di gereja. Departemen Marturia mengarahkan agar keluarga senior dapat mengambil peran sebagai mentor dalam pertumbuhan iman maupun pengembangan sosial ekonomi bagi keluarga-keluarga muda. Di sisi lain, ditekankan pula pentingnya integrasi keluarga ke dalam database gereja serta penguatan literasi digital agar setiap keluarga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung pertumbuhan rohani.

Melalui pelatihan ini, Departemen Marturia HKBP berharap dapat membentuk fondasi yang kuat bagi para pelayan HKBP untuk mendorong pertumbuhan gereja di masa depan, dengan menjadikan keluarga sebagai pusat pengajaran iman yang hidup dalam doa dan Firman, HKBP optimis dapat melahirkan generasi yang mampu menjadi saksi iman yang tangguh di tengah masyarakat.

Bagikan:WhatsApp FacebookX