
Kepala Departemen Marturia Tekankan Spiritualitas dan Komunikasi Pengkhotbah KKI
12 Oktober 2026
Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Bernard Manik, M.Th. menekankan keseimbangan spiritualitas dan kemampuan komunikasi dalam Pelatihan Pengkhotbah KKI HKBP Distrik XXX Riau Pesisir di Simpang Padang, Senin (12/10/2026). Sebanyak 65 fulltimer dan calon pelayan mengikuti pembekalan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan Firman Tuhan.
SIMPANG PADANG (12/10) - Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Bernard Manik, M.Th. menekankan pentingnya keseimbangan antara spiritualitas dan kemampuan komunikasi dalam pelayanan pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman (KKI). Pesan itu disampaikan dalam Pelatihan Pengkhotbah KKI HKBP Distrik XXX Riau Pesisir yang berlangsung di Aula HKBP Simpang Padang, Senin (12/10/2026). Kegiatan diikuti 65 peserta yang terdiri dari seluruh fulltimer dan calon pelayan se-HKBP Distrik XXX Riau Pesisir.
Menurut Kepala Departemen Marturia, pengkhotbah KKI tidak hanya bertugas menyampaikan Firman Tuhan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk membangun perhatian dan antusiasme jemaat dalam mendengarkan serta menghidupi Firman. Kemampuan berkomunikasi secara efektif karena itu perlu berjalan bersama dengan kehidupan spiritual yang terus bertumbuh. Pemahaman terhadap karakter pendengar juga menjadi bagian penting agar pemberitaan Firman dapat diterima dengan baik.
Pelatihan tersebut merupakan program Kantor Pusat HKBP melalui Departemen Marturia HKBP yang difasilitasi secara penuh dan didukung HKBP Distrik XXX Riau Pesisir. Kegiatan diarahkan untuk memperlengkapi para pelayan dalam menyampaikan Firman Tuhan secara kontekstual, komunikatif, dan membangun iman jemaat. Pembinaan juga memberi ruang bagi peserta untuk mengenali kemampuan yang telah dimiliki sekaligus bagian-bagian yang masih perlu dikembangkan dalam pelayanan berkhotbah.
Proses pelatihan dilaksanakan melalui seminar, diskusi, serta evaluasi mandiri kemampuan berkhotbah menggunakan instrumen self-assessment preaching evaluation. Metode tersebut membantu peserta menilai kekuatan dan aspek yang perlu diperbaiki dalam mempersiapkan maupun menyampaikan khotbah. Pembekalan diberikan secara teologis dan praktis oleh para narasumber sesuai bidang masing-masing.
Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST hadir sebagai keynote speaker dan memberikan arahan bagi pelaksanaan seminar dan pelatihan. Dalam pemaparannya, Ephorus menyebut lima sikap yang perlu dimiliki pengkhotbah, yakni Devosi, Komunikasi, Kreasi, Rekreasi, dan Refleksi. Kelima unsur tersebut diarahkan untuk membentuk pengkhotbah yang tidak hanya mampu menyampaikan pesan Firman, tetapi juga memiliki kehidupan rohani yang terus bertumbuh.
Untuk menjelaskan proses penyusunan khotbah, Ephorus menggunakan ilustrasi seekor lebah dengan bagian kepala, badan, kaki, sayap, dan sengat yang masing-masing memiliki fungsi. Gambaran tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa khotbah membutuhkan persiapan yang matang, struktur yang jelas, penyampaian yang menarik, dan pesan yang kuat. Dengan persiapan tersebut, khotbah diharapkan mampu membangun kehidupan para pendengar.
Pembekalan juga disampaikan Pdt. Dr. Sukanto Limbong mengenai khotbah dalam konteks HKBP melalui pendekatan homiletika HKBP. Ia menekankan bahwa persiapan, pemahaman teologi, dan pengalaman pengkhotbah turut menentukan bagaimana Firman Tuhan disampaikan kepada jemaat. Pengkhotbah karena itu perlu mempersiapkan diri agar pesan yang disampaikan relevan dengan kehidupan pendengar dan dapat mendorong pembaruan kehidupan.
Melalui pelatihan ini, Departemen Marturia HKBP mendorong para peserta semakin bertanggung jawab dalam menjalankan pelayanan pemberitaan Firman Tuhan. Kedalaman spiritual, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan menyusun khotbah ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam pelayanan KKI. Pembekalan tersebut diharapkan memperkuat kualitas pelayanan Marturia di HKBP Distrik XXX Riau Pesisir serta mendukung pertumbuhan iman jemaat.