Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Kunjungan Kasih HKBP: Kepala Departemen Diakonia Turun Langsung Temui Korban Gempa NTT
Berita

Kunjungan Kasih HKBP: Kepala Departemen Diakonia Turun Langsung Temui Korban Gempa NTT

28 Agustus 2026

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, melakukan kunjungan kasih kepada korban gempa bumi di Flores, NTT, pada 25-28 Agustus 2026. Kehadirannya bertujuan meninjau kondisi masyarakat, mengoordinasikan distribusi bantuan pangan dan dana, serta memberikan penguatan psikologis di tengah ribuan gempa susulan yang masih terjadi.

RUTENG (28/8) - Kepala Departemen Diakonia Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., melaksanakan kunjungan kasih secara langsung kepada jemaat dan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan kemanusiaan yang berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 Agustus 2026 ini merupakan wujud kepedulian nyata gereja di tengah situasi pemulihan pascabencana yang berbalut ancaman gempa susulan.

Setelah menempuh perjalanan darat yang cukup panjang selama empat jam dari Labuan Bajo menuju Kabupaten Manggarai, agenda pelayanan langsung diarahkan untuk berkoordinasi di Pos Terpadu Tanggap Bencana Flores NTT yang berada di Gereja GMIT Jemaat Immanuel Ruteng. Di pos tersebut, Pdt. Eldarton Simbolon berdiskusi bersama pihak terkait untuk memetakan kebutuhan wilayah dan memastikan bantuan menjangkau desa-desa terpencil. Pada kesempatan itu, Kepala Departemen Diakonia HKBP menyerahkan bantuan berupa 300 sak beras (bantuan dari keluarga Benyamin Naibaho/Debby br Hutabarat, Jakarta), makanan cepat saji, serta uang tunai.

Pelayanan kemudian dilanjutkan dengan turun langsung ke titik terdampak di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Di desa ini, Kadep Diakonia HKBP mengamati kerusakan parah di mana sejumlah bangunan retak hingga roboh. Banyak warga terpaksa tidur di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman rumah untuk menghindari risiko runtuhan akibat gempa susulan. Kehadiran langsung ini dimanfaatkan oleh Pdt. Eldarton untuk berinteraksi, mendengarkan keluhan penyintas, serta memberikan dukungan psikososial guna meringankan beban trauma masyarakat.

Kekhawatiran warga terhadap gempa susulan sangatlah beralasan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Pasca peristiwa tersebut, aktivitas kegempaan masih sangat intensif. Hingga tanggal 26 Agustus 2026 malam, BMKG telah mencatat sebanyak 7.914 aktivitas gempa susulan, di mana magnitudo terbesarnya mencapai M6,2.

Guncangan gempa bumi ini meninggalkan dampak kerusakan dan korban jiwa yang masif. Merujuk pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 100 orang. Selain itu, lebih dari 150 ribu jiwa berada dalam pengungsian, dan tercatat sebanyak 77.912 rumah mengalami kerusakan dari skala ringan hingga berat, dengan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur sebagai wilayah yang terdampak sangat parah.

Melalui kunjungan pelayanan lapangan ini, Kepala Departemen Diakonia HKBP menegaskan bahwa diakonia gereja bukan hanya sebatas distribusi materi, melainkan juga kehadiran untuk melihat, mendengar, dan mendampingi warga yang menderita. Pelayanan kemanusiaan HKBP ini diharapkan menjadi wujud solidaritas yang menguatkan masyarakat Flores agar dapat perlahan bangkit dan menata kembali kehidupannya.

Bagikan:WhatsApp FacebookX