
Matangkan Kualitas Pelayan Gereja, HKBP Gelar Latihan Persiapan Pelayanan II Terpusat di Seminarium Sipoholon
24 Juni 2026
Kantor Pusat HKBP memanggil ratusan calon pelayannya untuk mengikuti Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) II yang akan diselenggarakan pada 7-17 Juli 2026 di Seminarium Sipoholon. Kegiatan ini wajib diikuti oleh Calon Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones yang telah lulus tahapan LPP I, guna mengevaluasi dan mematangkan kesiapan pelayanan mereka.
PEARAJA (24/6) - Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kembali mematangkan kualitas para calon pelayannya dengan menyelenggarakan Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) II. Berdasarkan Surat Undangan Latihan Persiapan Pelayanan II No. 705/L16/VI/2026 yang diterbitkan pada tanggal 24 Juni 2026, kegiatan pembekalan ini akan dipusatkan di Seminarium Sipoholon mulai tanggal 7 hingga 17 Juli 2026. Undangan ini ditujukan secara khusus bagi para Calon Pendeta, Calon Guru Huria, Calon Bibelvrouw, dan Calon Diakones yang sebelumnya telah menyelesaikan tahapan LPP I.
Melalui surat yang ditandatangani atas nama Ephorus oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., mewajibkan seluruh peserta untuk hadir pada hari pertama, yakni 7 Juli 2026, selambat-lambatnya pukul 14.00 WIB. Kehadiran tepat waktu ini diperlukan untuk kelancaran proses registrasi dan pembagian lokasi pemondokan atau penginapan.
Sebagai bentuk evaluasi komprehensif, peserta diwajibkan membawa sejumlah dokumen administratif dan bukti pelayanan. Kelengkapan tersebut meliputi Surat Rekomendasi dari Pendeta Resort yang telah disetujui oleh Praeses, Daftar Penilaian selama praktik, serta Laporan Pelayanan yang tersusun sistematis dari pendahuluan hingga analisis hambatan. Tidak hanya itu, para calon pelayan juga harus melampirkan bukti konkret berupa enam buah rekaman khotbah pada kebaktian minggu dan satu contoh program kerja yang telah mereka laksanakan di tempat pelayanan masing-masing.
Dalam rangka mendukung kedisiplinan dan fokus peserta selama di asrama, HKBP menetapkan aturan yang cukup ketat. Kantor Pusat HKBP menegaskan larangan bagi seluruh peserta untuk membawa kendaraan pribadi ke lokasi pelatihan di Seminarium Sipoholon. Selain itu, peserta diinstruksikan membawa kelengkapan literasi teologis seperti Alkitab, Buku Ende, Konfessi, Aturan/Peraturan SA IV, hingga perlengkapan asrama mandiri seperti bantal, sprei, senter, dan obat-obatan pribadi (P3K).
Berdasarkan data lampiran peserta yang disahkan oleh Kepala Biro Personalia HKBP, Pdt. Pahala Sitorus, S.Th. pada 30 Juni 2026, agenda besar ini akan diikuti oleh 260 calon pelayan. Jumlah tersebut terdiri dari 161 orang Calon Pendeta, 25 orang Calon Guru Huria, 53 orang Calon Bibelvrouw, dan 21 orang Calon Diakones yang bersiap melangkah ke tahap pelayanan selanjutnya.