Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Merajut Kasih dan Mengenang Jejak Zending: HKBP Hadirkan Transformasi Pelayanan Holistik di Pelosok Rupat
Berita

Merajut Kasih dan Mengenang Jejak Zending: HKBP Hadirkan Transformasi Pelayanan Holistik di Pelosok Rupat

14 Juni 2026

Selama tiga hari penuh, Departemen Marturia HKBP dan HKBP Rawamangun menggelar Pelayanan Kasih di Pulau Rupat. Berlangsung pada 12 hingga 14 Juni, misi komprehensif ini mencakup pemberdayaan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga napak tilas zending, sebagai wujud nyata pelayanan gereja yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

RUPAT (14/6) - Rangkaian kegiatan Pelayanan Kasih dan Bakti Sosial di Pulau Rupat yang telah berlangsung selama tiga hari akhirnya mencapai puncaknya pada Minggu (14/6). Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th., bersama Dewan Marturia dan Seksi Perempuan Huria (SPH) HKBP Rawamangun menutup misi ini dengan Ibadah Minggu yang khidmat di Stasi Misi Pulau Rupat.

Ibadah puncak tersebut dihadiri jemaat dari berbagai pos pelayanan Zending Babak I dan didampingi oleh Pendeta HKBP Resort Bunga Tanjung sebagai liturgis. Dalam khotbahnya, Pdt. Bernard Manik menegaskan bahwa manusia dibenarkan oleh iman, dan setiap orang percaya dipanggil menjadi misionaris untuk memberitakan keselamatan. Seusai ibadah, kebersamaan ditutup dengan menari tortor dan perjalanan napak tilas mengunjungi sekolah zending di Hutan Ayu serta gereja resort pertama di Sungai Bantal. Perjalanan ini menjadi momen penting untuk mengenang jejak para pendahulu yang setia menaburkan benih Injil dan pendidikan di Pulau Rupat.

Jauh sebelum kemeriahan acara puncak, pelayanan gereja yang komprehensif ini telah dimulai sejak hari pertama pada 12 Juni dengan fokus pada pendidikan dan keterampilan. Pelayanan menyentuh Rumah Belajar di Sungai Perpat yang diasuh oleh CPdt. Dian P. Samosir, S.Th. Meski hanya ada satu keluarga Kristen di wilayah itu, pelayanan pendidikan tetap diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Untuk pendidikan formal, pelatihan guru juga digelar dengan tiga narasumber. Bapak Kadep Marturia menegaskan bahwa pendidikan adalah bagian krusial dari misi gereja untuk membangun karakter. Di hari yang sama, masyarakat mulai dibekali pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan menganyam dan merajut yang dipandu oleh Ibu Deritawati br. Sitorus beserta tim pelatih.

Memasuki hari kedua pada 13 Juni, fokus pelayanan beralih pada kepedulian sosial dan kesehatan fisik masyarakat. Tim dokter dari HKBP Rawamangun, didukung oleh tenaga medis Langgu Rupat dan perawat Stasi Misi, turun langsung memberikan penyuluhan pola hidup sehat. Warga sangat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan umum, kulit, dan gigi. Sebagai wujud nyata kepedulian, gereja juga membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Sungai Perpat dan wilayah Sungai Pong. Seluruh agenda di hari kedua ini dikawal langsung oleh Bapak Kadep Marturia, sementara masyarakat terus melanjutkan pelatihan pembuatan keranjang dari hari sebelumnya agar benar-benar menguasai keterampilan yang bernilai ekonomis.

Rangkaian kegiatan yang berkesinambungan selama tiga hari berturut-turut ini membuktikan bahwa pelayanan gereja tidak sebatas pada pembinaan rohani di atas mimbar. Kehadiran HKBP Rawamangun dan Departemen Marturia di Pulau Rupat diharapkan mampu meninggalkan jejak nyata berupa kemandirian ekonomi, peningkatan taraf kesehatan, serta menginspirasi warga untuk terus membangun kualitas hidup yang lebih baik di tengah masyarakat.

Bagikan:WhatsApp FacebookX