
Merangkul Papua: Jejak Pelayanan HKBP AIDS Ministry dari Suku Kokoda hingga Gereja Nazaret
10 Juni 2026
HKBP AIDS Ministry (HAM) bersama mitra strategis menggelar rangkaian pelayanan di Sorong, Papua Barat Daya, pada 1–10 Juni 2026. Mulai dari bakti sosial bagi Suku Kokoda, partisipasi di Konas XV JKLPK, sosialisasi di Gereja Nazaret, hingga penyaluran bantuan Anak dengan HIV demi mewujudkan lingkungan yang aman dan inklusif.
SORONG (10/6) – Menghadirkan pelayanan yang nyata dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi fokus HKBP AIDS Ministry (HAM) yang mengutus Diak. Berlina Sibagariang dalam rangkaian kunjungannya ke Sorong, Papua Barat Daya. Puncak aksi kolaborasi ini berlangsung pada 5 Juni 2026, ketika HAM bersama Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) Region Jabodetabek, Papua Barat Daya, Sumatera Utara, serta PA Elim yang diwakili oleh Pdt. Evelin Sihombing, turun langsung melayani anak-anak dan perempuan Suku Kokoda di Kompleks Kokoda Km 8.
Di lokasi tersebut, tim menghadirkan beragam layanan edukatif secara interaktif. Anak-anak diajak belajar melalui kegiatan mewarnai serta membuat kerajinan kertas sambil menerima edukasi tentang kesehatan anak dan informasi dasar HIV/AIDS. Selain edukasi, tim medis membagikan kacamata gratis melalui pemeriksaan kesehatan mata. Di saat yang sama, para ibu dan perempuan Suku Kokoda mendapatkan sesi khusus terkait kesehatan reproduksi dan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
Aksi nyata di Kompleks Kokoda ini merupakan wujud penerapan komitmen yang sebelumnya diperkuat dalam Konsultasi Nasional (Konas) XV JKLPK yang berlangsung pada 1–5 Juni 2026 di Sorong. Sekretaris Eksekutif HAM, Diak. Berlina Sibagariang, hadir mewakili lembaga dalam pertemuan yang mengusung tema dari Mikha 6:8 tersebut. Konas XV menjadi ruang bagi lembaga pelayanan Kristen untuk menyuarakan pelestarian lingkungan dengan seruan "Papua bukan tanah kosong", memperjuangkan keadilan, serta memperkuat jejaring dalam melawan stigma terhadap kelompok rentan.
Pelayanan HAM di Sorong kemudian berlanjut pada 10 Juni 2026 dengan mengunjungi Gereja Nazaret. Disambut oleh Pdt. Antonius Situmenang, S.Th. beserta pelayan dan jemaat, tim HAM menyosialisasikan program edukasi HIV dan pendampingan bagi orang serta anak yang terdampak HIV seusai ibadah. Pada kesempatan yang sama, HAM bersama PA Elim juga menyapa anak-anak dan guru Sekolah Minggu Gereja Nazaret. Melalui nyanyian dan kegiatan yang menyenangkan, anak-anak diajarkan tentang pentingnya melindungi diri. Mereka dilatih untuk memahami bahwa tubuh mereka berharga, serta dibekali keberanian untuk berkata tidak, berteriak meminta tolong, dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan.
Di tengah rangkaian kegiatan di Papua, HAM juga tetap memastikan kelangsungan pendampingan rutinnya. Tepat pada 6 Juni 2026, HAM kembali menyalurkan dukungan berupa bantuan susu bergizi dan dana pendidikan bagi Anak dengan HIV (ADHIV). Bantuan ini tersalurkan berkat dukungan donatur yang tergabung dalam “Sahabat ADHIV”. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi hak ADHIV untuk tumbuh sehat, mendapat pendidikan yang layak, dan merasakan kasih sayang demi meraih cita-cita di masa depan.