
Padukan Kecerdasan dan Ketulusan, 38 Wisudawati STB HKBP Siap Mengabdi
4 September 2026
Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP mewisuda 38 lulusan di Aula STB Laguboti pada Jumat (4/9/2026). Ibadah dipimpin oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon. Mengusung panggilan mewariskan iman, para wisudawati diutus menjadi pelayan yang memadukan kecerdasan pikiran dan ketulusan hati untuk merespons berbagai persoalan umat dan masyarakat secara kontekstual.
LAGUBOTI (4/9) – Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, mengutip kalimat Sokrates yang berkata: “Mendidik pikiran tanpa mendidik hati bukanlah pendidikan yang sesungguhnya.” Ungkapan ini menjadi landasan kuat bagi Sekolah Tinggi Bibelvrouw (STB) HKBP Laguboti yang baru saja menyelenggarakan Sidang Terbuka Wisuda pada Jumat, 4 September 2026. Bertempat di Aula STB HKBP, sebanyak 38 wisudawati resmi dilantik dan diutus ke tengah gereja dan masyarakat. Mereka dipanggil untuk membuktikan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan keluhuran budi, di mana pengetahuan bersanding dengan kebijaksanaan, dan kecakapan berpadu dengan ketulusan mengabdi kepada sesama.
Acara wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita ini diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min. Turut melayani dalam ibadah tersebut Bvr. Dewi Sarida Nainggolan sebagai liturgis, serta Pdt. Lintong Sitorus, S.Th. yang membawakan doa syafaat. Di mana, wisuda tahun ini mengusung tema “Dipanggil untuk Melayani, Diutus untuk Mewariskan Iman” yang diangkat dari nats Ulangan 6:4–9, sejalan dengan Tema Tahunan HKBP 2026. Melalui subtema kegiatan, para lulusan diteguhkan bahwa bekal pendidikan teologi yang mereka peroleh merupakan instrumen untuk menjadi pelayan yang setia dalam mengajarkan, menghidupi, dan meneruskan iman kepada generasi mendatang.
Pemahaman bahwa pendidikan teologi bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan panggilan untuk hadir dan menjadi teladan, terwujud nyata dalam karya akademik para wisudawati. Berbagai penelitian tugas akhir para lulusan secara tajam menyoroti persoalan riil kehidupan gereja dan masyarakat. Kajian mereka menyentuh isu-isu strategis seperti krisis ekologis, kepekaan gender, hingga perhatian terhadap penyandang disabilitas. Melalui perspektif teologis dan misiologis, karya-karya ini menjadi landasan bagi lulusan STB HKBP untuk mengembangkan pola pelayanan yang kontekstual, inklusif, dan transformatif.
Dalam laporannya, Ketua STB HKBP Pdt. Maruhum Simangunsong, M.Th. menegaskan bahwa institusi pendidikan ini memikul tanggung jawab krusial dalam mempersiapkan generasi muda yang menggumuli teologi dan misi gereja. Ia memaparkan bahwa STB HKBP tidak pernah hanya berorientasi pada jumlah mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, pendidikan teologi formal di STB difokuskan pada pembentukan iman, karakter, jiwa, serta semangat misi yang kuat.
Kini, berakhirnya perjalanan akademik ke-38 wisudawati ini sekaligus menjadi titik awal pengabdian mereka. Lulusan STB HKBP diharapkan terus melangkah dengan kesetiaan, menjadi perempuan penginjil yang membawa terang Kristus, dan menjadi berkat di mana pun Tuhan menempatkan mereka.