Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
“Pendidikan Mengubah Dunia”: Ephorus HKBP Serahkan Beasiswa 1 Miliar Rupiah bagi 163 Pelajar dan Mahasiswa Terdampak Bencana Ekologis
Berita

“Pendidikan Mengubah Dunia”: Ephorus HKBP Serahkan Beasiswa 1 Miliar Rupiah bagi 163 Pelajar dan Mahasiswa Terdampak Bencana Ekologis

20 April 2026

Sebagai wujud pelayanan holistik, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, bersama Komisi Beasiswa menyerahkan bantuan pendidikan senilai hampir satu miliar rupiah kepada 163 pelajar dan mahasiswa korban bencana ekologis. Penyerahan ini berlangsung di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, pada Senin (20/4/2026).

PEARAJA (20/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) kembali mewujudkan komitmen dan peran aktifnya di tengah kesulitan masyarakat. Pada Senin (20/4/2026), bertempat di ruang ibadah Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, memimpin langsung penyerahan bantuan beasiswa yang hampir mencapai satu miliar rupiah kepada para pelajar dan mahasiswa yang menjadi korban bencana ekologis di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 lalu.

Program penyaluran beasiswa ini dilaksanakan oleh Komisi Beasiswa HKBP yang diketuai oleh Jumaga Nadeak, SH. Bantuan pendidikan dengan total nilai riil Rp 944.000.000 tersebut didistribusikan kepada 163 penerima manfaat. Para penerima diidentifikasi langsung oleh para Praeses dan terdiri dari pelajar di wilayah pelayanan terdampak (Distrik I Tabagsel-Sumbar, II Silindung, III Humbang, dan IX Sibolga-Tapteng-Nias), serta mahasiswa aktif di enam lembaga pendidikan naungan HKBP, yakni Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, UHN Pematangsiantar, STT HKBP, STGH, STB, dan STD.

Dalam arahan pastoralnya, Pdt. Dr. Victor Tinambunan menegaskan bahwa gereja memiliki panggilan untuk hadir secara nyata memulihkan keadaan umat. Penyaluran beasiswa ini merupakan bagian dari alokasi dana solidaritas sebesar 12 miliar rupiah yang berhasil dihimpun HKBP secara kolektif untuk penanggulangan bencana ekologis. Beliau menekankan bahwa sejak masa pekabaran Injil 165 tahun lalu, misi HKBP selalu mencakup pelayanan holistik—termasuk pendidikan dan kesehatan—untuk membantu kehidupan manusia di dunia.

Mengutip pandangan Nelson Mandela, Ephorus mengingatkan seluruh hadirin bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. "Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Melalui bantuan ini, HKBP mencoba menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi jemaat. Kita berharap beasiswa ini mendorong para siswa dan mahasiswa untuk terus berprestasi dan merengkuh masa depan yang cerah," tegas Ephorus HKBP.

Lebih lanjut, Pimpinan HKBP menyoroti krisis lingkungan yang menjadi akar masalah dari bencana banjir dan tanah longsor tersebut. Beliau menyampaikan apresiasi atas langkah tegas pemerintah mencabut izin perusahaan-perusahaan perusak lingkungan di Sumatera dan mendukung penuh inisiatif ekonomi hijau. Menyadari potensi kemarau panjang di tahun ini, Ephorus mengimbau masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan menantang para mahasiswa penerima beasiswa untuk berkontribusi secara akademis, yakni dengan menghasilkan karya ilmiah atau skripsi yang mengangkat tema pelestarian ekologi.

Terkait mekanisme penyaluran, Ketua Komisi Beasiswa HKBP, Jumaga Nadeak, SH, memastikan kelancaran dan transparansi dana. Ia melaporkan bahwa penyaluran dana dilakukan langsung ke rekening masing-masing mahasiswa mulai keesokan harinya. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban mutlak Komisi Beasiswa kepada Pimpinan HKBP dan donatur. Jumaga juga berpesan agar bantuan serupa bagi siswa tingkat SMK diteruskan kepada orang tua melalui perpanjangan tangan para Praeses.

Acara penyerahan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson Mangapul Hutahaean, M.Th., para Praeses dari distrik terdampak, serta jajaran Rektor dan Ketua Lembaga Pendidikan HKBP. Bantuan nyata dari Pimpinan HKBP ini disambut dengan rasa syukur yang mendalam oleh perwakilan mahasiswa, Yehezkiel Hasugian dari STD Balige, dan Rektor UHN Medan, Dr. Richard A.M. Napitupulu, yang memandang langkah ini sebagai bukti sahih bahwa gereja selalu menjadi penopang utama bagi pendidikan generasi mudanya, terutama di masa-masa krisis.

Bagikan:WhatsApp FacebookX