Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Perayaan HAN ke-42 di Silaen: Lewat Drama dan Lomba, HKBP AIDS Ministry Tanamkan Nilai Perlindungan Diri pada Anak
Berita

Perayaan HAN ke-42 di Silaen: Lewat Drama dan Lomba, HKBP AIDS Ministry Tanamkan Nilai Perlindungan Diri pada Anak

26 Juli 2026

HKBP AIDS Ministry berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan dan HKBP Ressort Silaen menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di HKBP Silaen, Minggu (26/7/2026). Rangkaian kegiatan ini mengedukasi anak Sekolah Minggu dan remaja Naposo tentang perlindungan diri, anti-kekerasan seksual, serta kesehatan mental melalui ibadah, drama edukasi, perlombaan, dan sesi interaktif.

SILAEN (26/7) - Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kecamatan Silaen menjadi momentum penting untuk membekali generasi muda dengan kesadaran perlindungan diri dan kesehatan mental. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara HKBP AIDS Ministry (HAM), Pemerintah Kecamatan Silaen, dan HKBP Ressort Silaen ini digelar di kompleks gereja setempat pada Minggu (26/7/2026) mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Perayaan ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian safari sosialisasi HAM yang telah berjalan selama sepekan di berbagai Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Silaen.

Kegiatan diawali dengan Ibadah Hari Anak Nasional yang dipimpin oleh Guru Huria bersama Diak. Adha Pratiwi Sianturi. Dalam bimbingan rohaninya, anak-anak diajak mengucap syukur sekaligus disadarkan bahwa setiap dari mereka adalah pribadi yang sangat berharga di hadapan Tuhan. Gereja menegaskan bahwa anak-anak memiliki hak penuh untuk bertumbuh di dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Setelah ibadah, suasana edukasi dikemas secara kreatif melalui role play perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual yang diperagakan oleh mahasiswa pendamping. Melalui drama yang komunikatif, anak-anak diajarkan untuk mengenali batas perlakuan yang baik dan buruk, berani berkata “tidak” pada tindakan yang tidak pantas, serta tidak melakukan diskriminasi terhadap teman-teman yang memiliki perbedaan.

Kegiatan anak-anak kemudian dilanjutkan dengan Perlombaan Gembira HAN yang disesuaikan dengan jenjang usia. Kelas 0–2 SD mengikuti lomba mewarnai, kelas 3–4 SD berlomba menggambar, sementara kelas 5–6 SD mengekspresikan harapannya lewat lomba menulis bertema “Suara Anak untuk Gereja dan Indonesia”.

Pada waktu yang bersamaan, para remaja Naposo HKBP Ressort Silaen mengikuti sesi Sosialisasi Kesehatan Mental bersama dr. Leni Siagian. Sesi ini berlangsung interaktif saat remaja membagikan pergumulan mereka terkait tugas sekolah yang menumpuk, kebiasaan overthinking, rasa panik, prokrastinasi, hingga pengalaman dikucilkan atau menjadi korban perundungan (bullying). Menjawab hal tersebut, dr. Leni mengajarkan langkah praktis menyusun prioritas kerja untuk mengurangi kecemasan. Ia juga secara tegas mengingatkan remaja untuk berani mengatakan “Stop”, menjauh dari pelaku perundungan, tidak membalas dengan kekerasan, dan segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya agar tidak menimbulkan dampak buruk jangka panjang pada kesehatan mental.

Pesan keberanian ini diperkuat oleh Camat Silaen, Ibu Lambok Silaen, yang hadir langsung memberikan motivasi. Ia membagikan sebuah kisah nyata yang pernah ditanganinya mengenai seorang anak yang menjadi korban pelecehan seksual di dalam lingkungan keluarganya sendiri. Camat Lambok menekankan agar peserta tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan kepada orang tua yang dipercaya, guru, atau aparat penegak hukum. Beliau menegaskan bahwa keselamatan dan masa depan seorang anak jauh lebih penting daripada sekadar menutupi kejahatan dengan alasan menjaga nama baik keluarga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Anak-anak mampu menjawab dengan baik saat ditanya kembali mengenai cara menjaga tubuh dan menghargai perbedaan. Acara yang turut dihadiri Inang Pendeta Ressort ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba, penyerahan hadiah, pembagian bingkisan, doa bersama, dan sesi foto kenangan.

Melalui perayaan HAN ke-42 ini, HKBP AIDS Ministry berharap anak-anak dan remaja bertumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial, dan rohani. Ke depan, gereja, keluarga, dan masyarakat diharapkan terus bersinergi menciptakan ruang aman agar setiap anak dapat berkembang maksimal sesuai dengan potensi yang dianugerahkan Tuhan.

Bagikan:WhatsApp FacebookX