
Perdalam Makna Tata Ibadah, 107 Penatua Distrik V Sumatera Timur Ikuti Pembekalan Revitalisasi Liturgi
29 Mei 2026
Sebanyak 107 penatua utusan resort se-HKBP Distrik V Sumatera Timur mengikuti Pembekalan Revitalisasi Pemahaman Liturgi di Pematangsiantar, Jumat (29/5/2026). Difasilitasi oleh Departemen Marturia HKBP, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tata ibadah agar pelaksanaan liturgi jemaat semakin terpadu dan membangun iman.
PEMATANGSIANTAR (29/5) – Dalam upaya memperkuat pemahaman liturgi dan tata ibadah di tengah pelayanan gereja, HKBP menyelenggarakan Pembekalan Penatua Perihal Revitalisasi Pemahaman Liturgi HKBP. Kegiatan ini difasilitasi sepenuhnya oleh Kantor Pusat HKBP melalui Departemen Marturia bersama Biro Ibadah dan Musik HKBP, bertempat di Kantor HKBP Distrik V Sumatera Timur, Pematangsiantar, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh 107 orang penatua yang merupakan utusan dari seluruh resort se-HKBP Distrik V Sumatera Timur. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan para pelayan gereja, khususnya penatua, semakin memahami makna sekaligus pelaksanaan liturgi secara benar dan terpadu.
Pembekalan ini diarahkan langsung oleh Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th. Beliau sebagai keynote speech sekaligus membawakan materi utama yang bertajuk “Pelatihan Revitalisasi Liturgi HKBP”. Sesi kemudian dilanjutkan oleh Kepala Biro Ibadah dan Musik HKBP yang memaparkan materi pendalaman dengan topik “Alur Ibadah HKBP: Ibadah adalah Gambaran dari Gaya Hidup Berserah”.
Guna melengkapi pemahaman teologis para peserta, kegiatan ini juga menghadirkan para teolog HKBP. Pdt. Dr. Sukanto Limbong memberikan pemantapan materi mengenai “Agenda dohot Paragendaon di HKBP”. Selanjutnya, Pdt. Dr. Tumpal Samuel Silitonga, M.Th, menguraikan materi tentang “Teologi Tahun Liturgi di HKBP”. Seluruh rangkaian materi yang disajikan memfokuskan pesan bahwa liturgi adalah bagian integral dari kehidupan iman, keteraturan pelayanan, dan pembentuk identitas gereja dalam setiap pelaksanaan ibadah HKBP.
Melalui penyelenggaraan pembekalan ini, para penatua yang hadir diharapkan semakin diperlengkapi kapasitasnya untuk memahami, menjaga, serta melaksanakan liturgi HKBP secara baik dan bertanggung jawab saat kembali melayani di jemaat masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesatuan pemahaman liturgi di lingkungan HKBP dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan gereja agar semakin tertib, hidup, dan terus membangun iman jemaat.