
Perkuat Spiritualitas Jemaat Tepis Tantangan Zaman, HKBP Latih Kemampuan Komunikasi Pengkhotbah KKI
26 Juni 2026
Merespons perubahan karakter pendengar di era digital, Kantor Pusat HKBP menggelar Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman (KKI) di Rawamangun, Jakarta, 25-26 Juni 2026. Diikuti 27 peserta dari tujuh distrik, kegiatan ini membekali pelayan firman secara teoritis dan praktik agar makin relevan, komunikatif, serta tetap setia pada kebenaran Injil.
JAKARTA (26/6) - Menghadapi perubahan karakter pendengar yang dipengaruhi oleh derasnya arus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital, Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman (KKI). Fasilitasi penuh dari Kantor Pusat HKBP ini merupakan komitmen gereja untuk terus memperlengkapi para pelayan firman agar mampu menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan kesetiaan pada kebenaran Injil.
Kegiatan pembinaan yang berlangsung selama dua hari pada 25-26 Juni 2026 di kawasan Rawamangun, Jakarta ini, diikuti oleh 27 orang peserta. Para peserta merupakan utusan yang mewakili tujuh wilayah pelayanan, yakni HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Raya, Distrik XIX Bekasi, Distrik XXVIII Deboskab, Distrik XVIII Jabartengdiy, Distrik XVII Indonesia Bagian Timur (IBT), Distrik XXI Banten, dan Distrik XXVII Borneo.
Untuk memastikan kualitas pembekalan, para peserta mendapatkan pendampingan dari narasumber yang berkompeten di bidangnya. Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, turut hadir secara daring memberikan keynote speech guna menegaskan arah dan tujuan strategis pelatihan ini bagi keberlanjutan pelayanan penginjilan di lingkungan HKBP.
Materi yang diberikan dirancang secara komprehensif. Pdt. Bernard Manik, M.Th., membawakan materi terkait “Spiritualitas Pengkhotbah dan Komunikasi”, disusul oleh pemaparan Albertus M. Patty mengenai cara “Merancang Khotbah Kebangunan Iman yang Kristosentris”. Selanjutnya, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., menguraikan materi “Khotbah Kebangunan Iman dalam Konteks Homiletik di HKBP”. Proses belajar ini tidak hanya sebatas pemahaman teoritis, tetapi langsung diuji kemampuannya melalui sesi “Evaluasi Praktik Khotbah KKI” yang dibina oleh Pdt. Daniel Napitupulu, M.Th., M.Min.
Melalui pendekatan terpadu antara teori, praktik, dan evaluasi ini, HKBP berharap pelatihan tersebut menjadi sarana efektif untuk memperbarui semangat dan memperkaya wawasan para pelayan firman. Tujuannya bermuara pada lahirnya pengkhotbah-pengkhotbah KKI yang memiliki integritas dan spiritualitas kuat, peka terhadap kebutuhan zaman, serta mampu menyampaikan firman Tuhan secara alkitabiah dan komunikatif untuk menyegarkan kehidupan iman jemaat di berbagai distrik.