
Persiapkan Tahun Pelayanan 2027 Berbasis Lingkungan dan Sosial, Ephorus HKBP Ajak Gereja Peka Membaca Realitas
5 Agustus 2026
Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, memberikan arahan dalam Semiloka Batch 2 Penyusunan Buku Panduan Pelayanan HKBP Tahun 2027 di Kantor Distrik X Medan Aceh, Rabu (5/8/2026). Mengusung tema Penguatan Konteks Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), Ephorus menegaskan bahwa pelayanan HKBP harus berakar pada firman Tuhan, peka membaca konteks, dan melangkah dalam tuntunan Roh Kudus.
MEDAN (5/8) - Menyongsong Tahun Orientasi Pelayanan 2027, HKBP tengah mematangkan langkah strategis melalui pendekatan Environment, Social, & Governance (ESG). Sebagai bagian dari persiapan tersebut, HKBP melalui Departemen Diakonia yang dipimpin oleh Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min, menggelar Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Batch 2 Penyusunan Buku Panduan Pelayanan HKBP Tahun 2027 di Aula Kantor HKBP Distrik X Medan Aceh secara bauran (hybrid), Rabu (5/8/2026). Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) telah menetapkan tema tahun tersebut, yakni “Penguatan Konteks: Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola”.
Membuka arah pemikiran para peserta, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menegaskan tiga fondasi utama yang harus dibangun dalam penyusunan buku panduan tersebut. Fondasi pertama adalah pelayanan yang berakar pada firman Tuhan. HKBP dipanggil untuk tetap setia kepada Alkitab dan Konfessi, karena pembaruan gereja harus bertolak dari kehendak Allah, bukan sekadar mengikuti tren zaman.
Fondasi kedua, menurut Ephorus, gereja harus membaca konteks dengan hikmat. "Gereja harus memahami secara utuh realitas lingkungan hidup, dinamika sosial, dan tata kelola gereja yang baik. Pemahaman itu dibangun melalui kajian mendalam, penelitian yang bertanggung jawab, data terpercaya, serta pengalaman pelayanan di jemaat dan masyarakat," paparnya.
Sementara fondasi ketiga adalah melangkah dalam tuntunan Roh Kudus. Pdt. Victor menegaskan bahwa iman yang sejati harus mewujud dalam tindakan nyata, seperti merawat ciptaan, menghadirkan keadilan, dan membangun tata kelola yang berintegritas.
Ratusan peserta dari berbagai distrik di Indonesia, termasuk perwakilan dari Jakarta, Surabaya, dan Labuhan Batu, turut memberikan masukan konstruktif dalam diskusi kelompok. Acara ini juga dihadiri langsung oleh sejumlah pimpinan, di antaranya Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., Ketua Panitia Semiloka Pdt. Rein Justin Gultom, serta para Praeses seperti Pdt. Hotler Lumbantoruan dari Distrik XXIII Binjai Langkat dan Pdt. Robinsarhot Lumbangaol dari Distrik III Humbang.
Selain diskusi, semiloka ini memaparkan hasil kajian teologis oleh Pdt. Ronald Pasaribu dan penelitian lapangan dari Balitbang HKBP yang dipimpin Pdt. Ricky Pramono Hasibuan. Kajian tersebut menekankan bahwa penguatan basis pelayanan harus berawal dari keluarga dan meluas ke ranah gereja melalui pengembangan konsep pargodungan yang diwariskan para misionaris. Buku panduan yang dihasilkan dari rangkaian semiloka ini dijadwalkan akan diluncurkan pada Januari 2027, dengan tujuan utama merealisasikan visi HKBP untuk senantiasa menjadi berkat bagi dunia dalam wujud pembangunan, kesetaraan, kesehatan, pendidikan, hingga kelestarian alam.