Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Pesan Ephorus HKBP di Sinode GKPA: Tinggalkan Manusia Lama, Wujudkan Pelayanan yang Berdampak
Berita

Pesan Ephorus HKBP di Sinode GKPA: Tinggalkan Manusia Lama, Wujudkan Pelayanan yang Berdampak

1 Juli 2026

Ephorus HKBP menyampaikan khotbah pada Ibadah Pembukaan Sidang Sinode Am XXIII GKPA di Padangsidimpuan, Rabu (1/7). Berangkat dari nas Roma 12:2, Ephorus menyerukan pentingnya gereja terus bermetamorfosis. Sidang yang berlangsung hingga 5 Juli ini diharapkan memperkuat pelayanan sekaligus menetapkan Pimpinan Pusat GKPA periode 2026–2031 yang berintegritas.

PADANGSIDIMPUAN (1/7) - Pembaruan budi adalah karya anugerah Allah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang memanggil umat-Nya untuk terus bermetamorfosis. Pesan mendalam ini menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, saat melayani pemberitaan firman Tuhan pada Ibadah Pembukaan Sidang Sinode Am XXIII Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) di Padangsidimpuan, Rabu (1/7). Mengacu pada nas Roma 12:2, Ephorus menekankan bahwa metamorfosis berarti meninggalkan manusia lama dan bertumbuh menjadi manusia baru yang semakin serupa dengan Kristus. Hal tersebut merupakan panggilan mutlak bagi setiap pelayan dan gereja agar senantiasa berkenan kepada Tuhan serta nyata menjadi berkat bagi dunia.

Pesan pastoral dari Ephorus HKBP ini sangat selaras dengan tema besar yang diusung dalam Sidang Sinode Am GKPA XXIII tahun ini, yakni “Menggerakkan Pembaruan Melalui Inovasi yang Berdampak” dengan subtema “Mewujudkan Gereja yang Inovatif dan Relevan melalui Pemikiran Kreatif dalam Pelayanan dan Persekutuan”. Perhelatan akbar ini disambut dengan penuh syukur dan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Sinode, mitra pelayanan, barisan Pendeta, Penatua, Diakones, Bibelvrouw, serta seluruh utusan peserta sidang.

Melalui tema pembaruan tersebut, seluruh persidangan diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan transformatif yang mampu mendorong GKPA menghadirkan pelayanan kreatif dan relevan. Hal ini bertujuan agar Visi GKPA, yaitu “Gereja yang Unggul Melayani dalam Kebersamaan”, dapat semakin nyata diwujudkan di tengah dinamika kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Sidang Sinode Am yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 1 hingga 5 Juli 2026 ini, juga memiliki agenda krusial bagi masa depan organisasi. Ephorus HKBP mengajak seluruh pihak untuk mendoakan proses persidangan secara sungguh-sungguh. Harapannya, Tuhan mengaruniakan hikmat agar setiap pergumulan dan keputusan yang diambil sejalan dengan kehendak-Nya, khususnya dalam menetapkan dan memperlengkapi Pimpinan Pusat GKPA periode 2026–2031 sebagai gembala-gembala yang setia, berhikmat, dan berintegritas. Kiranya perhelatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat persekutuan dan memperkuat arah pertumbuhan gereja ke depan.

Bagikan:WhatsApp FacebookX