
Rayakan Jubileum 50 Tahun, Ephorus Pimpin Ribuan Jemaat di Balikpapan dan Tegaskan Peran Gereja di IKN
13 April 2026
Perayaan Jubileum 50 Tahun HKBP Balikpapan yang dihadiri ribuan jemaat di Gedung BSCC Dome dirangkai dengan kunjungan strategis Ephorus HKBP ke kawasan IKN. Selain menggelar ibadah syukur, gereja juga menegaskan komitmen ekologis dan kebangsaan melalui penanaman 40 pohon endemik Kalimantan bersama Otorita IKN dan jajaran TNI.
Balikpapan (13/4) – Puncak perayaan Jubileum 50 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Balikpapan pada Minggu, 12 April 206, berlangsung dengan khidmat, di mana Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, memimpin langsung ibadah syukur agung yang sekaligus dirangkai dengan kunjungan kerja ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai wujud kontribusi nyata gereja bagi pembangunan nasional pada Senin, 13 April 2026.
Ibadah syukur Jubileum ini menjadi tonggak sejarah yang sangat istimewa bagi pelayanan HKBP di wilayah Kalimantan Timur. Mengingat tingginya antusiasme ribuan jemaat yang hadir, kapasitas gedung gereja HKBP Balikpapan tidak lagi memadai. Oleh karena itu, panitia menyelenggarakan ibadah akbar tersebut di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome. Jemaat yang memadati area ibadah tidak hanya berasal dari lingkup internal HKBP Balikpapan, melainkan juga perwakilan jemaat dari berbagai wilayah di bawah naungan HKBP Distrik Borneo, serta utusan dari gereja-gereja di sekitarnya.
Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas pertumbuhan pesat pelayanan gereja. Berdasarkan catatan sejarah, ibadah perdana HKBP Balikpapan dilaksanakan pada tahun 1976 dan hanya dihadiri oleh sekitar 160 orang. Kini, setelah setengah abad berlalu, HKBP Balikpapan telah bertumbuh pesat menjadi rumah spiritual bagi lebih dari 800 kepala keluarga dengan total jemaat melampaui 2.000 jiwa. Dalam pesannya, Ephorus mendoakan kiranya HKBP Balikpapan senantiasa berada dalam tuntunan Tuhan dan semakin setia mengemban tugas tritunggal gereja, yakni bersekutu (koinonia), bersaksi (marturia), dan melayani (diakonia).
Dukungan terhadap eksistensi HKBP Balikpapan juga terlihat dari kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ibadah akbar ini turut dihadiri secara langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E. Hadir pula perwakilan Gubernur Kalimantan Timur, Kol. (Purn.) Arif Pranata Filipus Sembiring, serta Danrem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, yang mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan penuh sukacita.
Sebagai bentuk aksi nyata di usia pelayanan yang ke-50 tahun, Ephorus HKBP bersama rombongan pelayan, anggota jemaat, dan Panitia Jubileum bertolak menuju kawasan IKN. Berangkat pukul 08.00 WITA, rombongan disambut hangat oleh Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya dan Danrem 091/ASN. Agenda utama di kawasan ini diawali dengan peninjauan Istana Garuda untuk melihat langsung visi strategis IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan.
Di hadapan jajaran pemerintah dan jemaat, Pdt. Dr. Victor Tinambunan menegaskan panggilan gereja di ranah publik. “Kami datang bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari bangsa ini yang turut bertanggung jawab dalam pembangunan. Gereja harus hadir, bukan hanya di altar, tetapi juga di tengah-tengah pergumulan dan harapan masyarakat,” tegasnya. Ia meminta seluruh elemen bangsa menjadikan IKN sebagai simbol harapan baru yang pembangunannya harus menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kedamaian.
Pernyataan tersebut langsung diwujudkan melalui aksi ekologis penanaman 40 pohon endemik Kalimantan di kawasan IKN. Ephorus menekankan bahwa merawat ciptaan Tuhan adalah wujud nyata dari iman, sekaligus pengingat bahwa pembangunan infrastruktur semegah apa pun harus berjalan seiring dengan pelestarian alam. Langkah proaktif gereja ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak Otorita IKN. Sekretaris Otorita IKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya, menyatakan bahwa keterlibatan tokoh keagamaan sangat krusial untuk menanamkan kesadaran kolektif bahwa IKN adalah milik seluruh bangsa. Rangkaian kunjungan tersebut kemudian ditutup dengan dialog dan doa bersama, menegaskan kembali sinergi yang kuat antara gereja dan negara dalam membangun masa depan Indonesia yang berkelanjutan.