Kembali ke BeritaBerita
Renungan Evangelium: Minggu Septuagesima 1 Februari 2026
31 Januari 2026
Doa Pembuka: Damai sejahterah Allah yang melampaui segala akal itu lah yang memberkati hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Amin.
Nats Evangelium: Matius 5:1-12
5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Bapak, Ibu, serta Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Jika hari ini saya bertanya, "Apa yang membuat Saudara bahagia?", jawaban kita mungkin beragam. Ada yang bahagia karena kesehatan, karena rezeki yang lancar, atau karena keluarga yang harmonis. Dunia mengajarkan bahwa bahagia itu adalah saat "segala keinginan kita terpenuhi." Namun, ketika keinginan itu belum tercapai, apakah kita berhenti bahagia?
Dalam khotbah ini, Tuhan Yesus membawa kita naik ke atas "bukit" melalui Firman-Nya. Ia mengajarkan sebuah definisi kebahagiaan yang berbeda dari apa yang ditwarkan oleh dunia saat ini. Kita memahami bahwa kita adalah Bangsa yang Terpilih (1 Petrus 2:9). Kebahagiaan kita bukan ditentukan oleh apa yang kita miliki di tangan, melainkan oleh siapa yang memiliki kita. Kita bahagia karena Tuhan ada di pihak kita.
Berdasar pada Matius 5:1-12 ini, ada tiga kebenaran tentang kebahagiaan sejati warga Kerajaan Sorga:
- Berbahagia karena Mencari Keselamatan di dalam Kristus
- Berbahagia karena Meneladani Kehidupan Yesus
- Berbahagia karena Berani Menderita demi Yesus