Kembali ke BeritaBerita
Renungan Harian Marturia HKBP, Selasa 25 November 2025
24 November 2025
Doa Pembuka: Terpujilah Engkau Tuhan yang senantiasa memberkati kami pribadi lepas pribadi dalam setiap aktivitas kehidupan kami. Kami akan memulai segala kegiatan kami pada pagi hari ini engkau yang memberkati kami, terlebih firmanMu yang akan menjadi pedoman bagi kehidupan kami, berkati hati dan pikiran kami supaya kami dipenuhkan oleh hanya karna FirmanMu. Di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa kepadaMu. Amin.
Firman Tuhan yang menjadi pedoman dalam menjalani hari ini di hari Selasa 25 November 2025 tertulis di Ratapan 1:20 “ Ya, TUHAN, lihatlah, betapa besar ketakutanku, betapa gelisah jiwaku; hatiku terbolak-balik di dalam dadaku, karena sudah melampaui batas aku memberontak; di luar keturunanku dibinasakan oleh pedang, di dalam rumah oleh penyakit sampar.” Demikianlah firman Tuhan.
Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan.
Latar Belakang Teks: Kitab Ratapan adalah kumpulan puisi duka yang ditulis setelah Yerusalem dihancurkan oleh Babel pada 586 SM. Penghancuran itu bukan sekadar bencana politik, tetapi tragedi rohani bangsa yang sudah lama memperingatkan tetapi tidak bertobat.
Beberapa latar belakang utama:
- Yerusalem Hancur Total yakni: Kota dibakar, Bait Allah diruntuhkan, banyak orang tewas, sebagian dibuang ke Babel, jalanan dipenuhi kelaparan, penyakit, dan kehancuran moral.
- Kesengsaraan Batin Bangsa
- Akar masalah: pemberontakan terhadap Tuhan
- Kondisi Luar dan Dalam yang Sama-Sama Mengerikan
- Di luar: pedang — ancaman perang, kekerasan, ketidakamanan.
- Di dalam: penyakit sampar — kematian, kelaparan, wabah.
- Ketakutan kita tidak tersembunyi dari Tuhan.
- Bahkan ketakutan yang besar, gelisah yang berkepanjangan, dan hati yang berantakan tetap dapat disampaikan kepada-Nya.
- Tuhan tidak mengharuskan kita kuat sebelum datang kepada-Nya—justru Ia hadir dalam kerapuhan kita.
- Tuhan Mengerti Kekacauan Batin Kita
- Penderitaan Sebagai Cermin Pertobatan
- Kadang Tidak Ada Tempat Aman—Tetapi Tuhan Tetap Ada
- Masalah dari luar: tekanan pekerjaan, konflik, kesulitan ekonomi, orang-orang yang menyakiti.
- Masalah dari dalam: kecemasan, kelelahan, luka batin, dosa yang menggerogoti.
- Iman yang Menjerit Tetap Lebih Baik daripada Diam Tanpa Harapan