Kembali ke BeritaBerita
RENUNGAN HARIAN RABU, 18 Februari 2026
17 Februari 2026
Selamat pagi Bapak, Ibu dan Saudara-saudara yang kami kasihi di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Semoga di pagi hari ini kita dalam keadaan sehat dan penuh sukacita. Saudara-saudara sebelum kita kembali melakukan pekerjaan kita sepanjang hari ini, terlebih dahulu kita akan merenungkan Firman Tuhan yang menjadi kekuatan bagi kita, untuk itu mari kita berdoa dalam hati kita masing-masing.
Saat teduh…………
Doa Pembuka : Kami memuji dan memuliakan namaMu ya Tuhan Allah Bapa kami didalam nama AnakMu Tuhan Yesus Kristus. Di pagi hari ini kami bersyukur kepadaMu atas berkatMu kami boleh melewati malam hari dan kini Engkau bangunkan kami dalam keadaan sehat. Ya Tuhan kami selalu rindu akan kebenaran FirmanMu, untuk itu kami telah membuka hati dan pikiran kami agar FirmanMu dapat kami mengerti dan akan kami lakukan dalam kehidupan kami setiap hari. Terimalah doa dan permohonan kami, hanya didalam nama Yesus, kami berdoa dan mengucap syukur kepadaMu. Amin
Nats Renungan : Pengkhotbah 3 : 1
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya”
Bapak/ibu dan saudara-saudara, dalam perjalanan kehidupan kita di dunia ini, kita akan selalu berhadapan dengan “waktu” ada waktu lahir, ada waktu meninggal. Ada waktu menanam, dan ada waktu memanen. Ada waktu menangis dan juga ada waktu tertawa. Semua waktu yang kita kenal tersebut, menegaskan bahwa Hidup kita berjalan dalam siklus waktu yang sudah diatur oleh Tuhan, dan kita tidak menguasai sepenuhnya waktu tersebut. Juga kita dapat melihat bahwa ada musim yang berbeda-beda dalam kehidupan kita sebagai umat ciptaan Tuhan.
Dalam teks renungan pada pagi hari ini, penulis melihat bahwa manusia sering merasa hidupnya tidak mendapatkan keadilan dimana ada sesamanya manusia yang hidunya kaya raya, tetapi dia hidup hanya pas-pasan saja, lalu dia berkata, Tuhan tidak adil. Dan sering juga sulit untuk memahami kehidupannya, sebab keinginannya selalu tidak tercapai bahkan jauh dari yang dia harapkan. Kita tidak heran lagi jika banyak manusia yang berputus asa hanya karena perasaan tidak adil dan sulit memahami kehidupannya. Oleh karena itulah maka kita perlu memahami yang dimaksud oleh Pengkhotbah Salomo.
- Allah yang mengatur waktu. Salomo ingin mengingatkan kita bahwa hidup tidak berjalan dengan sesuka hati kita, perjalanan hidup kita diatur oleh Tuhan melalui musim dalam kehidupan. Allah berdaulat atas semua waktu yang diberikanNya untuk kita jalani, tidak ada yang kebetulan. Kalau kita makmur, Tuhan yang mengatur waktu. Kalau kita sedang mengalami penderitaan, Tuhan pasti tahu keluhan kita dan Dia akan segera memberi pertolongan kepada kita., karena Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.
- Kita harus belajar menerima semua waktu kehidupan kita yang Tuhan berikan atas kasihNya yang begitu besar bagi dunia ini. Bukan berarti kita pasrah saja dan tidak berpengharapan, janganlah mencoba mempercepat sesuatu yang belum waktunya. atau menolak sesuatu yang sudah waktunya dengan demikian kita harus bersabar dalam penantian, bijaksana dan peka terhadap waktu Tuhan.