
PEANAJAGAR, TARUTUNG (28/6) - Resmikan Fasilitas Pelayanan HKBP Peanajagar, Sekjen HKBP Peringatkan Jemaat Bahaya Individualisme di Era AI
28 Juni 2026
Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, meresmikan Gedung Sekolah Minggu, Serbaguna, dan Kantor HKBP Peanajagar, Minggu (28/6). Melalui khotbahnya, Sekjen menyoroti ancaman individualisme akibat disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan mengajak jemaat menggunakan berkat Tuhan untuk memperluas kepedulian sosial serta menebar sukacita.
Puncak perayaan iman dan sukacita mewarnai Ibadah Minggu di HKBP Peanajagar pada 28 Juni 2026. Momen ibadah ini disatukan dengan Pesta Peresmian fasilitas pelayanan gereja yang meliputi Gedung Sekolah Minggu, Gedung Serbaguna, dan Kantor HKBP Peanajagar.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh tokoh-tokoh sentral, yakni Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., Pendeta HKBP Resort Peanajagar, Pdt. Evalina Simamora, M.Th., serta unsur Panitia Pembangunan yang terdiri dari Ketua J. Hutagalung, Sekretaris K. Sitohang, dan Bendahara Sarmidun Purba.
Menjadi sorotan utama dalam perayaan ini, Pdt. Rikson M. Hutahaean menyampaikan pesan khotbah yang tajam dan relevan dengan konteks zaman, mengacu pada nas Filemon 1:4-7. Sekjen HKBP secara khusus memberikan perhatian pada tantangan peradaban modern, di mana peran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin mendominasi kehidupan sosial manusia.Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi ini menggeser kehidupan manusia dari Tuhan, mengurangi interaksi relasional, dan membuat fungsi pendengaran spiritual (Syema) semakin mati. Manusia modern cenderung menjadi semakin individualistis dan tidak peka terhadap iman. Merespons hal ini, Sekjen HKBP menekankan pentingnya momentum Tahun Pengajaran Iman HKBP untuk memulihkan dan menghidupkan kembali relasi, komunikasi, dan interaksi di dalam keluarga agar kehadiran Tuhan kembali dirasakan.
Lebih lanjut, Pdt. Rikson mengajak jemaat untuk belajar dari karakter Filemon dan Janda di Sarfat. Janda di Sarfat memberikan apa yang paling berharga bagi kehidupannya untuk Tuhan melalui Nabi Elia, bukan sekadar sisa-sisa. Sementara itu, Filemon menggunakan harta dan apa yang ada padanya untuk merendahkan hati dan melakukan kebaikan. “Allah memberikan kekayaan kepada kita untuk mendukung hidup dan memberikan kemudahan. Seharusnya, harta yang bertambah digunakan untuk menambah saudara kita dan memperluas kehidupan sosial, bukan malah membuat sahabat semakin sedikit akibat terlena,” tegas Pdt. Rikson.
Ia juga mengingatkan bahwa gereja memiliki tanggung jawab sosial. Perbedaan talenta, profesi, dan kemampuan di antara jemaat adalah sebuah keistimewaan. Semua itu harus diarahkan dalam satu arak-arakan yang sama untuk menciptakan sukacita bagi orang lain. Pencapaian berdirinya gedung baru di HKBP Peanajagar hari ini, menurutnya, adalah bukti nyata bahwa seluruh jemaat mampu bergerak bersama. Di akhir khotbahnya, ia menegaskan kembali makna Pengakuan Iman bait ketiga, bahwa persekutuan orang Kristen adalah persekutuan yang kudus.
Setelah ibadah yang menggugah tersebut, perayaan dilanjutkan dengan acara lelang untuk mendukung keberlanjutan gereja. Sukacita jemaat semakin bertambah melalui sesi pembagian doorprize (lucky draw). Hadiah utama dalam acara tersebut ditarik langsung secara bergantian oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pendeta HKBP Resort Peanajagar, Direktur Radio Bonapit FM Pdt. Bintahan Harianja, S.Th., M.Kom., dan Ketua Panitia, J. Hutagalung.