Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Resmikan HKBP Pertama di Mentawai, Pesan Pelayanan Sekjen Diikuti Apresiasi Bupati
Berita

Resmikan HKBP Pertama di Mentawai, Pesan Pelayanan Sekjen Diikuti Apresiasi Bupati

12 April 2026

HKBP Mentawai resmi menjadi “huria na gok” pertama di Kepulauan Mentawai pada Minggu (12/4/2026). Dihadiri Sekretaris Jenderal HKBP, peresmian ini menekankan panggilan jemaat untuk hidup berdampingan dan menjadi berkat. Pemerintah daerah setempat turut menyambut baik kehadiran HKBP yang memiliki rekam jejak historis dalam pendidikan di Mentawai.

Mentawai (12/4) – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) resmi menetapkan status HKBP Mentawai sebagai gereja huria na gok (penuh) pertama di Kepulauan Mentawai pada perayaan Minggu Quasimodogeniti, 12 April 2026. Jemaat yang kini dipimpin oleh Pdt. Tampil Mancari Parapat, S.Si (Teol) ini diresmikan dengan jumlah anggota awal sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK). Peresmian ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahean, M.Th, bersama Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar Pdt. Jahor Purba, M.Th, Sekretaris Distrik Pdt. Yohannes Lambok Pangihutan Sitompul S.Th, M.M, dan Pendeta Resort HKBP Sumatera Barat Pdt. Daniel Marpaung, S.Th.

Dalam pesan pastoralnya, Sekjend HKBP menekankan bahwa kehadiran gereja di Kepulauan Mentawai merupakan implementasi langsung dari visi dan misi institusi. Pdt. Rikson M. Hutahean meminta seluruh anggota jemaat untuk mengedepankan kerendahan hati, berbaur dengan masyarakat lokal, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan denominasi gereja lain. Ia mengingatkan kembali filosofi hidup masyarakat Batak, yakni Paramak sobalunon, Partataring na so ra mintop, Parsakkalan na so ra mahiang, yang menuntut setiap orang untuk membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. “Orang Batak yang tidak siap menjadi berkat bagi orang lain, silakan pulang ke kampung halaman,” tegas Sekjend HKBP. Beliau menambahkan bahwa ajaran Dalihan na Tolu secara konsisten mendidik warganya untuk menjaga keharmonisan dan menjadi saluran berkat di mana pun mereka berada.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh jajaran pemerintah daerah dan tokoh lintas agama. Bupati Mentawai, Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., yang hadir didampingi perwakilan Kodim dan DPRD Kabupaten Mentawai, mengapresiasi peresmian ini sebagai elemen baru yang akan memperkaya kemajuan Mentawai. Bupati mencatat peran historis Zending HKBP yang memprakarsai pendidikan di wilayah tersebut pada masa lalu. Lebih lanjut, ia mengundang HKBP untuk bersinergi dalam melayani masyarakat, khususnya di kawasan Pulau Siberut. Dari pihak Keuskupan Padang, Romo Agustinus Aguswondo memandang kehadiran HKBP sebagai wujud kerinduan umat untuk beribadah dalam bahasa dan tradisi yang mereka pahami, yang pada akhirnya bermuara pada kemuliaan nama Tuhan.

Peresmian ini merupakan puncak dari proses panjang jemaat yang sebelumnya tergabung dalam Pos Pelayanan Mentawai di bawah HKBP Sumatera Barat sejak 6 Juli 2025. Sebelum memiliki bangunan permanen, jemaat melaksanakan ibadah secara berpindah-pindah, dari aula Homestay Mappatega hingga ke Aula Kodim 0219 Mentawai. Kini, melalui semangat gotong royong, jemaat dapat melaksanakan ibadah perdana di bangunan gereja swadaya mereka sendiri dengan dilayani oleh tujuh orang Sintua dan satu orang pendeta.

Bagikan:WhatsApp FacebookX