Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Saat Ratusan Anak Tinggalkan Gawai: Pesan Kuat HKBP dan Pemkab Taput Lahirkan 'Pelita' Peduli Lingkungan
Berita

Saat Ratusan Anak Tinggalkan Gawai: Pesan Kuat HKBP dan Pemkab Taput Lahirkan 'Pelita' Peduli Lingkungan

27 Juni 2026

Penutupan Jambore Nasional HKBP 2026 di Seminarium, Sipoholon, Sabtu (27/6), menegaskan peran vital gereja membentuk identitas Generasi Alpha. Momen ini menandai sinergi strategis HKBP dan Pemkab Tapanuli Utara, di mana Bupati Jonius TP Hutabarat berkomitmen memfasilitasi penuh agenda nasional gereja sekaligus berkolaborasi dalam edukasi ekologi anak.

SIPOHOLON (27/6) - Gereja HKBP kembali menegaskan peran besarnya sebagai wadah utama pembentukan karakter anak sejak dini. Komitmen ini mewarnai puncak acara penutupan Jambore Nasional HKBP 2026 yang dipimpin Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, di Seminarium, Sipoholon, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara HKBP dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam upaya bersama menjaga generasi penerus dari dampak negatif gempuran arus teknologi.

Kehadiran HKBP sebagai institusi strategis pembentuk karakter mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bupati Tapanuli Utara, Jonius TP Hutabarat. Dalam sambutannya, Bupati Jonius menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk selalu mendukung serta memfasilitasi setiap agenda HKBP yang berskala nasional. Beliau melihat bahwa agenda nasional gereja membuka peluang besar untuk dikolaborasikan dengan Dinas Pariwisata, mengingat banyaknya peserta yang hadir dari luar daerah guna mengenalkan potensi Tapanuli Utara.

Fokus pembinaan karakter pada Jambore ini sejalan dengan pesan Ephorus HKBP mengenai pentingnya membangun fondasi karakter bangsa sejak dini, yang salah satunya diwujudkan melalui cinta lingkungan. Merespons krisis ekologi saat ini, Bupati Jonius secara khusus menyoroti masalah sampah plastik yang kerap bersumber dari anak-anak. Oleh karena itu, ia mengajak HKBP bersinergi menyukseskan program kabupaten “Sai Tapaias” (disiplin membuang sampah pada tempatnya), dengan harapan budaya bersih ini dapat diajarkan secara masif di setiap kegiatan Sekolah Minggu.

Pesan edukasi karakter dan peduli lingkungan tersebut berpadu erat dengan tema Jambore HKBP tahun ini, yakni “PELITA”. Dalam khotbah penutupannya, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, mengingatkan agar seluruh Anak Sekolah Minggu (ASM) mampu menjadi pelita di tengah keluarga, lingkungan, dan gereja. Pdt. Deonal menekankan bahwa pelita tersebut hanya dapat terpancar nyata jika Kristus ada di dalam diri mereka. Menutup khotbahnya, ia mengajak anak-anak menyanyikan lagu “Yesus Cinta Semua Anak” sebagai wujud kasih tanpa membeda-bedakan sesama.

Kegiatan yang melibatkan 514 Anak Sekolah Minggu, 60 Guru Sekolah Minggu (GSM), dan 57 Sahabat Anak ini dinilai sukses melepaskan generasi Alpha dari ketergantungan gawai. Interaksi langsung di alam asri Seminarium, Sipoholon dirancang untuk menanamkan identitas sejati anak-anak sebagai orang Kristen, bersuku Batak, dan beribadah di HKBP guna mencegah krisis identitas. Keberhasilan proses adaptasi ini juga diapresiasi oleh perwakilan orang tua, Bapak Charles Tambunan, yang bersyukur melihat anak-anak mampu berinteraksi dan menemukan banyak sahabat baru selama empat hari pelaksanaan.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap peran pendidik karakter di gereja, Pemkab Tapanuli Utara sejak tahun lalu telah merealisasikan program pemberian insentif sebesar satu juta rupiah per gereja bagi Guru Sekolah Minggu di wilayahnya.

Acara penutupan yang turut dihadiri oleh jajaran Praeses, pelayan fulltimer HKBP, Ibu Ketua PKK, Camat, Kepala Desa, dan perwakilan Polres ini diakhiri dengan suasana sukacita. Rangkaian kegiatan resmi ditutup melalui penyerahan medali Jambore School Award kepada para pemenang yang diserahkan langsung oleh Kepala Departemen Koinonia bersama Bupati Tapanuli Utara.

Bagikan:WhatsApp FacebookX