Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
STT HKBP Perkuat Mutu Pendidikan melalui Akreditasi, Riset, dan Jejaring Internasional
Berita

STT HKBP Perkuat Mutu Pendidikan melalui Akreditasi, Riset, dan Jejaring Internasional

16 Oktober 2026

STT HKBP Pematangsiantar terus memperkuat mutu pendidikan teologi melalui Akreditasi Unggul Program Sarjana Teologi, peningkatan kapasitas dosen dan penelitian, pembaruan kurikulum berbasis OBE, serta perluasan kerja sama nasional dan internasional. Perkembangan tersebut disampaikan dalam Wisuda Sarjana dan Magister Teologi Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (16/10/2026).

PEMATANGSIANTAR (16/10) - Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar terus mengembangkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan pendidikan teologi. Sejumlah perkembangan institusi tersebut disampaikan Ketua STT HKBP Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th. dalam rangkaian Wisuda Sarjana dan Magister Teologi Tahun Akademik 2025/2026 di Gereja HKBP Siantar Kota, Jumat (16/10/2026). Pada tahun akademik ini, STT HKBP meluluskan 136 orang, terdiri atas 84 lulusan Sarjana Teologi dan 52 lulusan Magister Teologi.

Salah satu perkembangan penting ialah diperolehnya Akreditasi Unggul bagi Program Studi Sarjana Teologi STT HKBP. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan serta memperkuat kontribusi institusi bagi gereja dan masyarakat. Penguatan mutu juga dilakukan melalui pengembangan kapasitas tenaga pengajar dan sistem akademik.

Dalam pengembangan sumber daya manusia, lima dosen STT HKBP telah mencapai jabatan fungsional Lektor Kepala, yaitu Pdt. Dr. Sukanto Limbong, M.Th., Pdt. Raulina, D.Th., Pdt. Dr. Hulman Sinaga, M.Th., Pdt. Dr. Riris Johanna Siagian, M.Si., dan Pdt. Pintor Marihot Sitanggang, M.Th., Ph.D. Secara keseluruhan, 20 dari 21 dosen atau sekitar 95 persen telah memiliki jabatan fungsional akademik. Kondisi tersebut menjadi modal bagi peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan pembinaan dosen secara berkelanjutan.

Penguatan penelitian juga menjadi bagian dari perkembangan STT HKBP. Data Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mencatat 10 judul penelitian yang sedang dan telah dikerjakan dengan melibatkan 21 dosen dan 25 mahasiswa sebagai asisten peneliti. Sebanyak 15 dosen telah menghasilkan 58 luaran ilmiah berupa publikasi pada jurnal nasional dan internasional, book chapter internasional, sembilan hak kekayaan intelektual, buku ajar, dan monograf.

Dukungan terhadap penelitian turut diperkuat melalui peningkatan pembiayaan per dosen dari Rp100 juta menjadi maksimal Rp132,3 juta. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong penelitian yang semakin berkualitas dan memiliki dampak bagi masyarakat. Di bidang pendidikan, STT HKBP juga telah memutakhirkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang direncanakan berlaku efektif mulai Tahun Akademik 2026/2027.

Pengembangan institusi turut dilakukan melalui perluasan jejaring akademik di dalam dan luar negeri. STT HKBP telah menjalankan program pertukaran mahasiswa pascasarjana bersama Handong Global University, Korea Selatan, serta menjalin kerja sama dengan Fjellhaug International University College di Norwegia, The Global Confessional & Missional Lutheran Forum, STT Sriwijaya, Pemerintah Kabupaten Dairi, GKPI, dan sejumlah mitra lainnya. Kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga dikembangkan untuk memperkuat standar penelitian.

Selain bidang akademik, STT HKBP memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui sejumlah program. Bersama BONACOM dari Korea Selatan, STT HKBP menyelenggarakan Workshop Natural Poultry Farming yang diikuti lebih dari 116 petani, dosen, dan mahasiswa. Institusi ini juga bekerja sama dengan Habitat for Humanity dalam mendukung pembangunan rumah layak huni bagi keluarga kurang mampu di kawasan Toba.

Peran STT HKBP dalam percakapan gereja internasional turut berkembang. Pada 11 September 2026, STT HKBP dipercaya menjadi pemateri utama dalam konferensi Lutheran World Federation di Jakarta dengan tema Hope and Justice. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik STT HKBP dalam pembahasan mengenai pengharapan dan keadilan dalam kehidupan gereja dan masyarakat.

Pengembangan institusi juga mendapat dukungan pemerintah. Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan dukungan melalui perbaikan infrastruktur lingkungan kampus, sementara delapan mahasiswa STT HKBP menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dukungan tersebut membantu memperkuat lingkungan pendidikan sekaligus membuka akses bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Dalam arah pengembangan berikutnya, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST mendorong agar pendidikan teologi di STT HKBP semakin berpusat pada Kristus dan memiliki kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan. Menurutnya, pendidikan teologi perlu membentuk lulusan yang mampu memahami firman Tuhan secara mendalam, membaca kenyataan sosial secara jernih, menyuarakan kebenaran, serta memiliki kepekaan terhadap penderitaan manusia dan kerusakan ciptaan. Ephorus menegaskan pentingnya kesatuan antara ortodoksi, ortopraksis, dan ortopati dalam pembentukan pelayan gereja. Pasted text

Rangkaian pengembangan tersebut menunjukkan arah STT HKBP untuk memperkuat mutu pendidikan teologi melalui kualitas akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemitraan. Ketua STT HKBP juga menyampaikan harapan agar institusi terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan pada masa mendatang. Komitmen itu menjadi bagian dari upaya STT HKBP mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat.

Bagikan:WhatsApp FacebookX