Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Tahbiskan 62 Pendeta di Kisaran, Ephorus HKBP: Pendeta Adalah Hamba, Bukan Pejabat yang Menunggu Dihormati
Berita

Tahbiskan 62 Pendeta di Kisaran, Ephorus HKBP: Pendeta Adalah Hamba, Bukan Pejabat yang Menunggu Dihormati

26 Juli 2026

Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., menahbiskan 62 pendeta baru di HKBP Kisaran Kota, Minggu (26/7/2026). Dalam pesannya, Ephorus mengingatkan para pendeta untuk tidak mengeluh atas penempatan pelayanan, karena Tuhan telah lebih dulu hadir di sana. Acara ini turut dihadiri Bupati Asahan dan didahului pembekalan calon pelayan sehari sebelumnya.

KISARAN (26/7) – “Tuhan sudah lebih dahulu tiba di tempat pelayanan yang kita tuju, jauh sebelum kita hadir di situ.” Pesan mendalam ini ditegaskan oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., untuk mengingatkan para pelayan gereja agar pantang mengeluh (ungut-ungut) terkait lokasi penempatan tugas. Arahan tersebut menjadi sorotan utama dalam Ibadah Pesta Penahbisan 62 Pendeta HKBP yang diselenggarakan dengan penuh sukacita di HKBP Kisaran Kota, Minggu (26/7/2026).

Melalui khotbahnya yang berakar dari Roma 8:26-30, Ephorus menjabarkan berbagai realitas tantangan jemaat masa kini, mulai dari persoalan intoleransi, kesulitan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kompleksitas pelayanan di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Di tengah penderitaan atau pergumulan (parungkilon) tersebut, Ephorus menyentuh esensi komunikasi dengan Tuhan dengan mengutip pandangan Santo Agustinus bahwa doa sejatinya tidak mengubah Allah, melainkan mengubah hati pendoa agar selaras dengan kehendak-Nya.

Khotbah yang disampaikan dengan gaya hangat tersebut juga menyisipkan humor tentang pergumulan pemuda mencari jodoh, untuk membedakan antara doa yang kekanak-kanakan karena memaksakan kehendak, dengan doa penyerahan diri yang lebih dewasa. Pdt. Victor Tinambunan juga mengingatkan bahwa hakikat seorang pendeta adalah hamba yang menerima mandat dari Sang Empunya Gereja dan siap memikul penderitaan. Pendeta bukanlah pejabat yang sekadar menunggu dihormati, atau layaknya bos yang hanya menunggu laporan bawahan. Ephorus juga secara khusus meminta para orang tua untuk ikhlas melepaskan anak-anak mereka melayani ke pelosok mana pun tanpa mengintervensi, melainkan cukup menopang lewat doa.

Kesiapan para pendeta baru ini tidak lahir secara instan. Sehari sebelum momen sakral penahbisan, tepatnya pada Sabtu (25/7/2026), ke-62 calon pelayan tersebut telah menjalani masa pembekalan intensif. Pimpinan Pusat yang terdiri dari Ephorus, Sekretaris Jenderal Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th serta Kepala Departemen Koinonia, Marturia, dan Diakonia memberikan penguatan spiritual, pembentukan karakter diakonia, hingga pemahaman tata administrasi gereja guna mematangkan kesiapan melayani.

Puncak acara penahbisan ini turut dihadiri oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, yang dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi HKBP dalam mencerdaskan anak bangsa dan menjaga toleransi kerukunan warga. Sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinan Bupati yang mengayomi seluruh golongan agama tanpa membeda-bedakan, Ephorus HKBP menyematkan ulos kepadanya disertai doa perlindungan.

Perhelatan akbar yang menjadi sejarah kebanggaan bagi HKBP Kisaran Kota ini berlangsung sukses berkat kerja keras panitia tuan rumah, dukungan jemaat (ruas), serta para donatur. Seluruh rangkaian penahbisan yang mengakhiri masa penantian panjang vikariat para pelayan ini pun ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang penuh kehangatan.

Bagikan:WhatsApp FacebookX
Tahbiskan 62 Pendeta di Kisaran, Ephorus HKBP: Pendeta Adalah Hamba, Bukan Pejabat yang Menunggu Dihormati