Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Tantang Sarjana Gen Z Jadi 'Job Creator', Ephorus HKBP Dorong Lulusan Bangun Ekonomi Kreatif Berbasis Ekologi
Berita

Tantang Sarjana Gen Z Jadi 'Job Creator', Ephorus HKBP Dorong Lulusan Bangun Ekonomi Kreatif Berbasis Ekologi

20 Juni 2026

Ephorus HKBP memberikan bimbingan pastoral pada momen wisuda 207 sarjana Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Beliau menekankan agar para lulusan tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan pencipta peluang (job creator) yang kreatif. Lulusan juga ditantang untuk membawa kesejukan di ruang digital serta terus mensyukuri penyertaan Tuhan dan dukungan keluarga.

PEMATANGSIANTAR (20/6) - Suka duka masa perkuliahan tentu menjadi kenangan tak terlupakan bagi setiap mahasiswa. Mengawali bimbingan pastoralnya di hadapan 207 sarjana baru Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Ephorus HKBP menyentuh hati para wisudawan dengan sebuah realita jenaka. Beliau menyebut bahwa dompet mahasiswa kerap hanya memiliki dua musim: merasa seperti sultan di awal bulan, lalu sibuk mencari promo dan mi instan di akhir bulan.

Namun, di balik candaan tersebut, Ephorus menegaskan pesan yang mendalam. Momen wisuda ini bukanlah sekadar perayaan gelar akademik semata, melainkan hari pertemuan antara air mata perjuangan dan senyum pengharapan. Kelulusan ini menjadi kesaksian nyata bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap tugas yang melelahkan, serta wujud dari pengorbanan orang tua, dosen, dan sahabat. Sesuai dengan Mazmur 103:2, beliau mengajak seluruh wisudawan untuk tidak melupakan kebaikan Tuhan di balik toga yang mereka kenakan.

Memasuki dunia nyata, Ephorus memaparkan tantangan baru bagi para lulusan. Di era modern ini, nilai akademik yang gemilang tidak lagi menjadi syarat tunggal keberhasilan. Seorang sarjana HKBP dituntut untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, kreativitas, hingga kecerdasan emosional dan spiritual. Gelar sarjana sejatinya adalah bukti bahwa seseorang telah dilatih berpikir terstruktur sebagai modal menjadi kreatif, bukan sekadar tiket otomatis untuk berburu lowongan kerja formal.

Beliau menantang para lulusan untuk menjadi Job Creator atau pencipta peluang. Alih-alih mengantre lamaran pekerjaan dan menunggu panggilan HRD, sarjana dituntut jeli melihat celah. Ephorus mencontohkan, seorang lulusan Teknik Mesin dapat merakit mesin pengolah sampah desa menjadi pupuk organik premium, atau lulusan Bahasa Inggris yang membangun karier mandiri sebagai pembuat konten edukasi bermonitisasi dolar. Beliau juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan masa depan bumi dengan mengutip Mahatma Gandhi, bahwa dunia cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kerakusan manusia.

Selain tantangan ekonomi, Ephorus juga menyoroti realitas kehidupan di ruang digital. Mengingat posisi Indonesia sebagai negara pengguna TikTok terbesar pertama dan pengguna Facebook terbesar ketiga di dunia, lulusan Nommensen mengemban tanggung jawab besar. Beliau mengingatkan agar para sarjana tidak mudah tersulut provokasi di media sosial.

Dengan perumpamaan yang tajam, Ephorus menyebut bahwa makhluk yang mudah terpancing hanyalah ikan. Manusia diciptakan dengan martabat yang jauh lebih luhur. Oleh karena itu, kehadiran para sarjana lulusan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, diharapkan mampu menjadi mata air yang menghadirkan kesejukan, menebar kedamaian, dan menginspirasi sesama untuk hidup dalam kasih.

Bagikan:WhatsApp FacebookX