
Terkunci Puluhan Tahun di Sigumpar: HKBP Temukan Dokumen Sejarah dari Brankas Nommensen
25 Juni 2026
Ephorus HKBP memimpin proses pembukaan brankas peninggalan misionaris I.L. Nommensen di kompleks makamnya di Sigumpar, Kamis (25/6). Dibuka menggunakan mesin gerinda, brankas tersebut menyimpan surat dan denah gereja yang sudah rapuh. Ephorus menginstruksikan agar aset sejarah berharga ini segera dibawa ke Kantor Pusat HKBP untuk direstorasi secara profesional oleh tenaga ahli.
SIGUMPAR (25/6) - Jejak pengabdian Ingwer Ludwig Nommensen, misionaris Jerman yang dikenal sebagai “Rasul Orang Batak”, kembali membuka lembaran baru. Sejarah panjang pelayanannya yang membawa terang Injil sejak dekade 1860-an hingga ia wafat dan dimakamkan di Sigumpar pada tahun 1918, kini dapat ditelusuri lebih dalam melalui penemuan peninggalan fisiknya. Pada Kamis (25/6), sebuah prosesi bernilai historis tinggi berlangsung di area makam I.L. Nommensen, tepat di belakang Gereja HKBP I.L. Nommensen, Sigumpar, yakni pembongkaran brankas tua peninggalan sang misionaris.
Kegiatan penting ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Turut hadir mendampingi dan menyaksikan momen tersebut adalah Praeses HKBP Distrik IV Toba beserta Pendeta Resort HKBP I.L. Nommensen, Pdt. Antoni Manurung. Sebelum proses eksekusi pembukaan dilakukan, seluruh peserta yang hadir menundukkan kepala dalam ibadah singkat sebagai bentuk syukur dan penghormatan atas jejak pengabaran Injil di Tanah Batak.
Seusai ibadah, Ephorus memberikan penjelasan yang menjadi catatan penting bagi seluruh pelayan gereja. Beliau menekankan visi gereja mengenai tujuan pembukaan brankas ini, yakni sebagai upaya proaktif HKBP dalam menelusuri, merawat, dan menyelamatkan bukti-bukti sejarah pelayanan agar tidak lenyap dimakan zaman. Mengingat kondisi brankas besi tersebut sudah sangat tua dan kuncinya tidak lagi dapat beroperasi secara normal, tim teknis harus melakukan pembongkaran dengan sangat hati-hati menggunakan mesin gerinda.
Ketika pintu brankas berhasil dibuka, di dalamnya ditemukan sejumlah dokumen bersejarah yang telah terkunci selama puluhan tahun. Kumpulan arsip tersebut mencakup surat-surat lama dan sebuah denah lokasi Gereja HKBP I.L. Nommensen. Penemuan ini menjadi jembatan masa lalu yang sangat krusial untuk memahami tata letak dan dinamika pelayanan gereja pada era perintisan Nommensen.
Kendati demikian, antusiasme penemuan ini diiringi dengan kehati-hatian ekstra. Kondisi fisik dokumen-dokumen tersebut ditemukan dalam keadaan yang sudah sangat rapuh. Denah gereja tua itu bahkan tidak dapat langsung dibentangkan di lokasi untuk diperiksa demi menghindari kerusakan serat kertas yang fatal.
Merespons situasi tersebut, Ephorus HKBP dengan tegas mengarahkan agar dokumen itu diperlakukan dengan standar pengarsipan tingkat tinggi. Beliau menyatakan bahwa temuan ini adalah aset sejarah HKBP yang sangat berharga dan wajib ditangani secara teliti. Sebagai tindak lanjut, seluruh dokumen peninggalan dari brankas tersebut akan langsung dievakuasi dan dibawa ke Kantor Pusat HKBP. Di sana, pembukaan denah dan pelestarian arsip akan dieksekusi secara khusus oleh tenaga ahli restorasi yang berkompeten agar warisan berharga Rasul Orang Batak ini dapat terselamatkan bagi generasi mendatang.