Logo HKBP

HKBP

Kembali ke Berita
Tona Sinode Godang ke-68 Ajak Warga HKBP Berhikmat di Era AI
Surat Pastoral

Tona Sinode Godang ke-68 Ajak Warga HKBP Berhikmat di Era AI

8 Oktober 2026

Tona Sinode Godang HKBP ke-68 mengajak seluruh warga HKBP memperkuat iman dan membangun keluarga yang bijak menghadapi era kecerdasan buatan. Pesan yang diterbitkan di Sipoholon, Kamis (8/10/2026), juga menyampaikan sejumlah keputusan sinode dan mengajak seluruh pelayan serta jemaat melaksanakannya demi pertumbuhan iman dan kemajuan HKBP.

SIPOHOLON (8/10) - Tona Sinode Godang HKBP ke-68 mengajak seluruh warga jemaat dan pelayan HKBP untuk memiliki hikmat dalam menghadapi perkembangan era digital dan kecerdasan buatan, sekaligus melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam persidangan. Pesan tersebut disampaikan setelah Sinode Godang HKBP ke-68 berlangsung pada 5–8 Oktober 2026 di Seminarium HKBP, Sipoholon, Tapanuli Utara. Tona ditandatangani Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST atas nama seluruh peserta Sinode Godang.

Tona Sinode Godang menegaskan kembali tema persidangan, “Beriman dan Berhikmat di Era Kecerdasan Buatan” berdasarkan Amsal 3:5, dengan subtema “Keluarga sebagai sekolah iman dalam membentuk generasi yang bijak memanfaatkan kecerdasan buatan.” Melalui tema tersebut, HKBP mengajak seluruh warga jemaat, baik secara pribadi maupun institusi, memberi perhatian terhadap pengaruh perkembangan digital dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, dan masyarakat. Keluarga secara khusus ditempatkan sebagai gereja kecil atau Ecclesia Domestica yang berperan dalam memperkuat iman dan membentuk kebijaksanaan menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut juga mencatat bahwa Sinode Godang ke-68 diikuti 1.724 peserta bersama undangan dari gereja sahabat dan pemerintah. Seluruh peserta menerima dan mengapresiasi Berita Pelayanan atau Barita Jujur Taon yang disampaikan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Laporan tersebut mencakup pelayanan Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th., dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.

Sinode juga menerima laporan Badan Pengelola Sentralisasi Keuangan, Badan Audit, Tim Evaluasi Sentralisasi, serta Komisi Aturan dan Peraturan HKBP. Selain itu, Yayasan Kesehatan HKBP memaparkan rencana pembangunan Rumah Sakit HKBP Balige yang baru. Seluruh laporan tersebut menjadi bagian dari perhatian Sinode Godang terhadap pelaksanaan dan pengembangan pelayanan HKBP.

Dalam Tona Sinode Godang juga disampaikan sejumlah keputusan yang telah ditetapkan. Sinode memutuskan untuk melanjutkan sentralisasi keuangan serta mempertahankan ketentuan pemilihan pimpinan HKBP dan Praeses sesuai Amandemen IV Tahun 2022. Sinode juga menetapkan Kepala Departemen Diakonia berasal dari unsur pendeta, mengatur serah terima pembina yayasan, serta menetapkan pengembangan Pos Pelayanan.

Hasil amandemen Aturan dan Peraturan yang dibahas dalam Sinode Godang ke-68 selanjutnya diberi nama Aturan dan Peraturan HKBP Tahun 2026–2036. Ketentuan tersebut menjadi salah satu hasil penting Sinode yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan tata kehidupan dan pelayanan HKBP pada periode mendatang. Melalui Tona Sinode, seluruh warga dan pelayan HKBP diajak mendukung pelaksanaan keputusan tersebut sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Tona Sinode Godang turut mencatat pelaksanaan Ibadah Syukur 165 Tahun HKBP dalam rangkaian persidangan. Seusai ibadah, HKBP meluncurkan buku “Sejarah 165 Tahun HKBP” dan Alkitab Berbahasa Akit. Dalam pesan tersebut, warga HKBP juga diajak mendoakan dan menghadiri puncak Perayaan Ulang Tahun ke-165 HKBP yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada bagian akhir, Tona Sinode Godang mengajak seluruh warga jemaat mendoakan agar setiap keputusan Sinode Godang ke-68 dapat dilaksanakan dengan baik. Para pelayan dan warga HKBP diharapkan menjalankan tugas serta tanggung jawab masing-masing bagi pertumbuhan iman dan kemajuan HKBP. Dengan pesan tersebut, hasil Sinode Godang diarahkan untuk diteruskan dari ruang persidangan ke dalam kehidupan dan pelayanan seluruh HKBP.

 SIPOHOLON (8/10) - Tona Sinode Godang HKBP ke-68 mengajak seluruh warga jemaat dan pelayan HKBP untuk memiliki hikmat dalam menghadapi perkembangan era digital dan kecerdasan buatan, sekaligus melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam persidangan. Pesan tersebut disampaikan setelah Sinode Godang HKBP ke-68 berlangsung pada 5–8 Oktober 2026 di Seminarium HKBP, Sipoholon, Tapanuli Utara. Tona ditandatangani Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST atas nama seluruh peserta Sinode Godang.

Tona Sinode Godang menegaskan kembali tema persidangan, “Beriman dan Berhikmat di Era Kecerdasan Buatan” berdasarkan Amsal 3:5, dengan subtema “Keluarga sebagai sekolah iman dalam membentuk generasi yang bijak memanfaatkan kecerdasan buatan.” Melalui tema tersebut, HKBP mengajak seluruh warga jemaat, baik secara pribadi maupun institusi, memberi perhatian terhadap pengaruh perkembangan digital dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, dan masyarakat. Keluarga secara khusus ditempatkan sebagai gereja kecil atau Ecclesia Domestica yang berperan dalam memperkuat iman dan membentuk kebijaksanaan menghadapi perubahan zaman.

Pesan tersebut juga mencatat bahwa Sinode Godang ke-68 diikuti 1.724 peserta bersama undangan dari gereja sahabat dan pemerintah. Seluruh peserta menerima dan mengapresiasi Berita Pelayanan atau Barita Jujur Taon yang disampaikan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Laporan tersebut mencakup pelayanan Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th., dan Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.

Sinode juga menerima laporan Badan Pengelola Sentralisasi Keuangan, Badan Audit, Tim Evaluasi Sentralisasi, serta Komisi Aturan dan Peraturan HKBP. Selain itu, Yayasan Kesehatan HKBP memaparkan rencana pembangunan Rumah Sakit HKBP Balige yang baru. Seluruh laporan tersebut menjadi bagian dari perhatian Sinode Godang terhadap pelaksanaan dan pengembangan pelayanan HKBP.

Dalam Tona Sinode Godang juga disampaikan sejumlah keputusan yang telah ditetapkan. Sinode memutuskan untuk melanjutkan sentralisasi keuangan serta mempertahankan ketentuan pemilihan pimpinan HKBP dan Praeses sesuai Amandemen IV Tahun 2022. Sinode juga menetapkan Kepala Departemen Diakonia berasal dari unsur pendeta, mengatur serah terima pembina yayasan, serta menetapkan pengembangan Pos Pelayanan.

Hasil amandemen Aturan dan Peraturan yang dibahas dalam Sinode Godang ke-68 selanjutnya diberi nama Aturan dan Peraturan HKBP Tahun 2026–2036. Ketentuan tersebut menjadi salah satu hasil penting Sinode yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan tata kehidupan dan pelayanan HKBP pada periode mendatang. Melalui Tona Sinode, seluruh warga dan pelayan HKBP diajak mendukung pelaksanaan keputusan tersebut sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Tona Sinode Godang turut mencatat pelaksanaan Ibadah Syukur 165 Tahun HKBP dalam rangkaian persidangan. Seusai ibadah, HKBP meluncurkan buku “Sejarah 165 Tahun HKBP” dan Alkitab Berbahasa Akit. Dalam pesan tersebut, warga HKBP juga diajak mendoakan dan menghadiri puncak Perayaan Ulang Tahun ke-165 HKBP yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pada bagian akhir, Tona Sinode Godang mengajak seluruh warga jemaat mendoakan agar setiap keputusan Sinode Godang ke-68 dapat dilaksanakan dengan baik. Para pelayan dan warga HKBP diharapkan menjalankan tugas serta tanggung jawab masing-masing bagi pertumbuhan iman dan kemajuan HKBP. Dengan pesan tersebut, hasil Sinode Godang diarahkan untuk diteruskan dari ruang persidangan ke dalam kehidupan dan pelayanan seluruh HKBP.

Bagikan:WhatsApp FacebookX
Tona Sinode Godang ke-68 Ajak Warga HKBP Berhikmat di Era AI