
Wisuda Sekolah Tinggi Diakones HKBP: Panggilan Melayani Manusia dan Alam
1 September 2026
Sekolah Tinggi Diakones HKBP Balige mewisuda 31 sarjana pada 1 September 2026. Dihadiri Ephorus dan Kepala Departemen Diakonia HKBP, acara ini menjadi momentum pengutusan lulusan untuk menghadirkan kasih Kristus. Mereka dipanggil melayani kaum miskin dan tertindas, sekaligus berkontribusi merawat kelestarian alam ciptaan Tuhan.
BALIGE (1/9) - Sekolah Tinggi Diakones HKBP Balige secara resmi mewisuda 31 orang lulusan Program Sarjana Diakones pada tanggal 1 September 2026 bertempat di gereja HKBP Balige. Perayaan atas anugerah dan penyertaan Tuhan ini turut dihadiri langsung oleh pimpinan gereja, yakni Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan bersama Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.
Wisuda pada tahun ini mengusung tema “Diperbarui untuk bertransformasi, diutus untuk melayani” yang didasarkan pada nats Yehezkiel 36:26. Tema tersebut kemudian dipertajam melalui sub-tema yang menekankan bahwa melalui pembaruan hati dan roh, lulusan Sekolah Tinggi Diakones HKBP dipanggil menjadi pelayan diakonia yang menghadirkan kasih Kristus dan berkontribusi secara nyata dalam mewujudkan transformasi HKBP.
Dalam pesan penggembalaannya, Ephorus HKBP mengingatkan bahwa momen wisuda bukanlah sekadar penanda berakhirnya proses pendidikan akademik, melainkan sebuah awal dari masa perutusan ke tengah dunia. Seluruh jemaat diajak untuk menopang para lulusan dalam doa agar Tuhan terus meneguhkan langkah mereka ke depan. Para wisudawati diharapkan mampu melayani dengan hati yang tulus, penuh kasih, dan kerendahan hati, khususnya kepada mereka yang sakit, miskin, tertindas, dan terpinggirkan. Para lulusan diutus untuk menjadi tangan yang menguatkan bagi yang lemah, hati yang menghibur bagi yang terluka, serta suara bagi mereka yang selama ini tak terdengar.
Selain pelayanan kepada sesama manusia, pesan pimpinan HKBP juga menyoroti pentingnya panggilan diakonia di bidang ekologi. Di tengah kondisi alam ciptaan Tuhan yang kini dinilai sedang mengerang dan terluka, para wisudawati – yang disiapkan untuk ditahbiskan menjadi diakones – diharapkan hadir sebagai perpanjangan tangan Tuhan. Mereka diutus untuk ikut merawat, memulihkan, dan menjaga kelestarian ciptaan-Nya. Panggilan diakonia ditekankan tidak hanya sebatas merawat manusia, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk menjaga rumah bersama yang telah dipercayakan Tuhan.
Pada akhir pesannya, Ephorus menyampaikan selamat melangkah memasuki panggilan dan perutusan kepada seluruh wisudawati. Harapannya, kehidupan dan dedikasi pelayanan para lulusan senantiasa menjadi berkat. Dengan demikian, melalui karya kasih yang nyata tersebut, akan semakin banyak orang yang merasakan kasih Kristus dan dunia ini semakin mengalami pemulihan.