Minggu (17/2), Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan melayani ibadah di HKBP Binangalom Ressort Lumban Julu Distrik IV Toba. Gereja tersebut terletak dipinggiran danau Toba, jalan menuju gereja melalui simpang yang berada didepan Gereja HKBP Lumban Julu. Perjalanan menuju HKBP Binangalom ditempuh 25 menit menggunakan mobil dari simpang Lumban Julu. HKBP Binangalom dikekelilingi bukit-bukit dan pemandangan danau Toba, disana juga terdapat beberapa rumah ibadah, seperti masjid (bagi umat Islam) dan rumah parsaktian (Parmalim). Jemaat HKBP Binangalom saat ini sudah mencapai 45 kepala keluarga yang dilayani oleh Cal. Bvr. Rumayanti Manik (Uluan ni Huria), Pdt. Ahab Tambunan, S.Th (Pendeta Ressort HKBP Lumban Julu).

Gereja ini mulai berdiri pada tahun 1983 dan dibangun pada tahun 1985 menjadi sebuah bangunan yang semi permanent. Selama 36 tahun lebih jemaat ini telah berdiri dan puji Tuhan bantuan dari HKBP dalam bentuk alat music gereja yaitu keyboard diberikan melalui ibu kapala Departemen Marturia HKBP. dalam kesempatan ini juga ada lima gereja lagi yang menerima keyboard pada hari ini juga, diantaranya adalah HKBP Siruar Ressort Pangombusan, HKBP Batu Moror Ressort Pardomuan Nauli Bethesda, HKBP Jambu Dolok Ressort Parhitean, HKBP Dame Nagatimbul Ressort Lumban Lobu dan HKBP Maranti Ressort Sitorang di Distrik IV Toba.

Dalam khotbah ibu kadep menjelaskan bahwa Hikmat dan tanda merupakan ciri dari dua macam kebudayaan utama yang terdapat di dalam jemaat Kristus. Mencari hikmat adalah ciri dari orang Yunani, sebab mereka mengatakan bahwa injil dan salib itu adalah kebodohan, karena hal itu tidak masuk akal bahwa seseorang yang telah mati dapat menyelamatkan orang lain. Memang sangat sulit menjelaskan kuasa salib itu kepada orang yang belum percaya. Jika kita melihat salib itu dari mata rohani kita barulah kita mengerti artinya hikmat terkandung didalamnya. Karena itu, marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah membebaskan dan menyadarkan kita akan apa yang kita capai melalui dengan kekuatan kita sendiri serta menyediakan keselamatan.

Setelah ibadah selesai, jemaat dan parhalado menjamu pelayan yang datang dari kantor pusat, HKBP Siruar Ressort Pangombusan, HKBP Batu Moror Ressort Pardomuan Nauli Bethesda, HKBP Jambu Dolok Ressort Parhitean, HKBP Dame Nagatimbul Ressort Lumban Lobu dan HKBP Maranti Ressort Sitorang. Huria manumpaki huria (HMH), itulah kalimat yang disampaikan oleh Pdt. Gumontang Pasaribu untuk membantu biaya jamuan makan siang hari ini di HKBP Binangalom. Bantuan itu diserahkan kepada uluan ni huria yaitu ibu Cal. Bvr. Rumayanti Manik. Ucapan terima kasih disampaikan oleh bapak Sintua Sirait dari HKBP Binangalom dan bapak Sintua Panjaitan dari HKBP Meranti kepada ibu kadep Marturia, Praeses HKBP Distrik IV Toba, Sekdis HKBP Distrik IV dan Pendeta Ressort Lumban Julu dan yang hadir pada saat ini. Secara bangga bapak Sirait mengatakan dari 6 huria yang menerima keyboard hari ini, HKBP Binangalom dipilih menjadi tuan rumah pada saat ini.

Sebelum pulang ke Tarutung, Pdt. Ahab Tambunan membawa rombongan dari Kantor pusat dan pendeta resort serta beberap parhalao menikmati pemandangan danau Toba dari desa Binangalom dan menikmati air terjun situmurun. Kemuduian perjalanan dilanjutkan menuju rumah dinas pendeta resort Porsea yaitu kediaman Pdt. Porman Samosir. Dimana kondisi dan keadaan bapak pendeta yang sedang sakit setelah melakukan cek-up di salah satu rumah sakit di Penang. Bebera pelayan yang juga ikut hadir pada saat itu, Pdt. Nagariang Hutagalung, Pdt. Ahab Tambunan, Pdt. Atovona Samosir, Pdt. Sabdu Tambunan, Pdt. Toho Sinaga, Pdt. Freska Sinaga, Pdt. Gumontang Pasaribu, Pdt. Jonathan Napitupulu, Pdt. David Silaban, Pdt. Fristman Tambunan, Cal. Pdt. Dian Bonardo Aritonang dan seluruh keluarga.

Pertemuan ini memberikan semangat kepada bapak Pdt. Porman Samosir dan keluarga serta mendoakan seluruh proses perobatan yang akan dilaksanakan di dalam minggu ini. Kiranya melalui pelayanan kita hari ini, kita menerima dan melakukan hikmat dari Tuhan Yesus, baik di gereja maupun di masyarakat. Agar kasih dari Allah selalu mengalir dan hadir di tengah-tengah hidup kita hari ini sampai selama-lamanya.  // JLS