Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 12 April 2026

Na BontarQUASIMODOGENITI

HIDUP DALAM KEKUDUSAN

13Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

1 Petrus 1 : 13 - 16· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

1 Petrus 1 : 13 - 16

Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin. Bapak Ibu , sauadara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di minggu tanggal 12 April 2026, di minggu Quasimodegeniti diambil dari 1 Petrus 1 : 13-16 Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan: 13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Hidup sebagai orang percaya tidak pernah lepas dari tantangan. Kita hidup di tengah dunia yang memiliki nilai dan gaya hidup yang sering kali bertentangan dengan kehendak Tuhan. Dalam situasi seperti ini, mudah bagi kita untuk terbawa arus dan melupakan identitas kita sebagai anak-anak Allah. Melalui 1 Petrus 1:13–16, kita diingatkan kembali tentang panggilan hidup yang benar di hadapan-Nya. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk “menyiapkan akal budi” dan hidup dengan penuh penguasaan diri. Ini berarti kita harus memiliki pikiran yang waspada, tidak ceroboh, dan tidak mudah dipengaruhi oleh keinginan duniawi. Harapan kita harus sepenuhnya tertuju pada kasih karunia Tuhan, bukan pada hal-hal sementara di dunia ini. Selanjutnya, kita diingatkan untuk tidak lagi hidup menurut keinginan-keinginan lama seperti ketika kita belum mengenal Tuhan. Ini menunjukkan bahwa kehidupan dalam Kristus seharusnya membawa perubahan nyata. Ada pola hidup lama yang harus ditinggalkan, dan ada hidup baru yang harus dijalani. Ayat 15–16 menjadi pusat dari pesan ini: “Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu.” Kekudusan bukan hanya untuk saat-saat tertentu, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan pikiran, perkataan, dan tindakan. Standarnya jelas: kekudusan Tuhan sendiri. Menjadi kudus memang tidak mudah. Kita sering jatuh dan gagal. Namun, panggilan ini bukan tanpa tujuan. Tuhan ingin kita mencerminkan karakter-Nya di dunia, sehingga hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain. Kekudusan bukan tentang kesempurnaan instan, tetapi tentang proses terus-menerus untuk hidup semakin serupa dengan Tuhan. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk hidup dengan kesadaran penuh akan identitas kita sebagai umat pilihan-Nya. Sudahkah kita meninggalkan cara hidup lama dan sungguh-sungguh mengejar kekudusan? Mari kita belajar untuk menjaga pikiran, mengendalikan diri, dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup kita tidak hanya berkenan kepada-Nya, tetapi juga menjadi terang bagi dunia di sekitar kita. Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Renungan Epistel

3 Musa 20 : 1 - 7

Doa Pembuka: Damai sejahtera dari Allah Bapa, yang melampaui akal dan pengertianmu, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu. Di dalam Yesus Kristus Tuhan. Amin. Bapak Ibu, saudara/i sekalian yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus Firman Tuhan di Epistel Minggu tanggal 12 April 2026, di minggu Quasimodegeniti diambil dari Imamat 20 : 1-7. Saya akan bacakan, Demikian Firman Tuhan, 1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Engkau harus berkata kepada orang Israel: Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu. 3 Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus. 4 Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati, 5 maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh. 6 Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. 7 Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih Dalam Nama Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang menguji kesetiaan dan kekudusan kita di hadapan Tuhan. Dunia menawarkan banyak hal yang tampak menarik, tetapi tidak semuanya berkenan di hadapan-Nya. Melalui Imamat 20:1–7, Tuhan memberikan peringatan keras kepada umat-Nya agar tidak menyimpang dan tetap hidup dalam kekudusan. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Pada bagian ini, Tuhan berbicara dengan tegas tentang larangan mempersembahkan anak kepada Molokh sebuah praktik penyembahan berhala yang keji. Hukuman yang disebutkan sangat berat, menunjukkan betapa seriusnya dosa tersebut di mata Tuhan. Ini bukan hanya soal tindakan lahiriah, tetapi juga tentang hati yang berpaling dari Tuhan kepada ilah lain. Lebih jauh, Tuhan juga menyinggung tentang orang-orang yang mencari arwah atau roh peramal. Ini menggambarkan ketidakpercayaan kepada Tuhan, karena mereka mencari petunjuk dan pertolongan dari sumber lain. Tuhan ingin umat-Nya bergantung sepenuhnya kepada-Nya, bukan kepada kuasa-kuasa lain yang menyesatkan. Ayat 7 menjadi inti dari bagian ini: “Kuduskanlah dirimu, dan jadilah kudus, sebab Aku ini TUHAN, Allahmu.” Kekudusan bukan sekadar aturan, melainkan panggilan hidup. Tuhan menginginkan umat-Nya berbeda dari bangsa lain hidup dalam ketaatan, kesetiaan, dan hubungan yang benar dengan-Nya. Bagi kita saat ini, mungkin kita tidak lagi menghadapi penyembahan kepada Molokh secara literal. Namun, “berhala” modern bisa berupa apa saja yang mengambil tempat Tuhan dalam hidup kita uang, ambisi, relasi, bahkan diri sendiri. Ketika kita lebih mengandalkan hal-hal tersebut daripada Tuhan, kita sedang berjalan di jalan yang sama seperti yang diperingatkan dalam teks ini. Bapak/Ibu, saudara/i yang terkasih di Dalam Nama Tuhan, Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa hati: adakah sesuatu yang diam-diam menggantikan posisi Tuhan dalam hidup kita? Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menjauhi dosa, tetapi juga untuk hidup dalam kekudusan yang nyata setiap hari. Marilah kita belajar untuk setia, bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan berani meninggalkan segala sesuatu yang menjauhkan kita dari-Nya. Sebab Dia adalah Allah yang kudus, dan kita dipanggil untuk mencerminkan kekudusan-Nya dalam hidup kita. Doa Penutup: Terima kasih Ya Tuhan Allah, untuk FirmanMu yang telah kami dengar. Ajari kami untuk selalu bersyukur memiliki Engkau, ajarkan kami bahwa betapa bahagianya kami karena Engkau begitu mengasihi kami. Dengan bimbingan rohMu, kami akan melakukan FirmanMu untuk kemuliaan namaMu. Kami serahkan hidup kami hari ini, esok dan selamanya hanya kedalam tangan pengasihanmu. Di dalam Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
Andar Panuturi Sitompul

Penulis Renungan

Andar Panuturi Sitompul

Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Evangelium

1 Petrus 1 : 13 - 16

Epistel

3 Musa 20 : 1 - 7

HIDUP DALAM KEKUDUSAN — Minggu, 12 April 2026 | Renungan HKBP