11Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
Renungan Harian
Galatia 3:11
Syalom, bapak/ibu saudara/i dan seluruh jemaat yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan di hari ini, kita berdoa.
Doa Pembuka: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.
Renungan
Nats Renungan kita pada hari ini tertulis dalam:
Galatia 3:11. Demikian Firman Tuhan.
“Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: ”Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
Saudari-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sudah terbiasa mengukur segala sesuatu berdasarkan usaha dan pencapaian. Banyak juga yang sepakat bahwa siapa yang bekerja keras, tentu dia yang layak mendapat hasil. Pola pikir seperti ini memang benar dan positif dalam banyak aspek hidup. Namun tanpa kita sadari cara pandang yang seperti ini sering kita bawa ke dalam hubungan kita dengan Tuhan. Akibatnya kita mulai merasa bahwa kita “layak” diterima Tuhan karena kita rajin berdoa, aktif melayani, atau hidup lebih baik dari orang lain. Namun sebaliknya, ketika kita gagal kita merasa Tuhan sudah menjauh dari kita. Padahal melalui Galatia 3:11 ini Rasul Paulus menegaskan satu kebenaran penting bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan karena perbuatannya.
Melalui nats ini Paulus mengungkapkan bahwa “Orang yang benar akan hidup oleh iman”. Ini berarti dasar hubungan kita dengan Tuhan bukanlah usaha manusia, melainkan iman kepada anugerah Tuhan. Keselamatan bukan hadiah atas kerja keras kita, tetapi pemberian Tuhan yang harus diterima dengan iman. Akan tetapi bukan berarti perbuatan baik tidak penting. Perbuatan baik tetap penting, tetapi bukan sebagai syarat untuk diterima Tuhan melainkan sebagai buah dari iman kita. Kita berbuat baik bukan supaya diselamatkan, tetapi karena kita sudah diselamatkan.
Melalui renungan ini, kita diajak untuk jujur melihat apakah kita masih berusaha “membuktikan diri” di hadapan Tuhan? Apakah kita merasa lebih benar dari orang lain karena apa yang kita lakukan? Atau justru kita sering merasa tidak layak karena kegagalan kita? Kita juga diingatkan bahwa Iman membuat kita rendah hati, karena kita sadar semua yang kita miliki adalah pemberian. Iman juga memberi kita pengharapan, karena kita tahu bahwa kasih Tuhan tidak bergantung pada naik turunnya performa kita. Mari kita belajar hidup oleh iman setiap hari. Datang kepada Tuhan bukan dengan membawa daftar kebaikan kita, tetapi dengan hati yang percaya kepada kasih-Nya. Dari iman itulah, kehidupan kita akan diubahkan, dan perbuatan baik akan mengalir secara alami. Dengan Iman kita berjalan bersama Kristus yang telah membenarkan kita sekali untuk selama-lamanya. Amin.
Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Kami bersyukur ya Tuhan Allah kami untuk hari baru yang Engkau berikan. Saat ini kami boleh bersekutu bersama untuk mendengarkan firmanMu. Ajar kami ya Tuhan untuk selalu berharap dan berpegang teguh hanya kepadaMu. Biarlah rohMu ya Tuhan menguatkan kami untuk tetap berdiri dengan teguh di dalam iman kami kepadaMu. Biarlah hidup kami ya Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, lewat pekerjaan, pelayanan dan seluruh cara hidup kami. Terimalah doa dan permohonan kami, di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Penulis Renungan
Nazar Marsukkun Eliezer Nainggolan
Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 118 : 1 - 9
Malam
Mateus 18 : 21 - 35
Nyanyian
BE. 361 : 7