5Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
Renungan Harian
Josua 3 : 5
Doa Pembuka: Kasih karunia dan damai sejahterah dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus Meyertai Kamu. Amin.
Nas Renungan: Yosua 3: 5
Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, Saat ini mungkin banyak di antara kita sedang berada dalam situasi hidup yang tidak mudah. Entah karena persoalan ekonomi yang tidak pasti, kesehatan yang belum pulih, pelayanan di tengah gereja yang terasa berat, atau situasi keluarga yang tidak baik-baik saja. Kita sering mendengar bahwa janji Tuhan pasti tergenapi dalam kehidupan setiap orang percaya. Dan benar, perkataan ini menjadi kekuatan bagi banyak orang ketika menghadapi pergumulan hidup. Namun, bagaimana jika keyakinan itu mulai meredup? Bagaimana jika kita merasa seolah-olah berada di jalan buntu, tanpa solusi yang terlihat?
Situasi seperti inilah yang juga dialami oleh bangsa Israel. Ketika mereka hampir memasuki tanah perjanjian, perjalanan mereka justru terhenti oleh Sungai Yordan. Iman mereka goyah. Mereka mungkin mulai bertanya: Apa maksud Tuhan? Apakah Tuhan meninggalkan kita? Apakah Tuhan mempersulit hidup kita? Bukankah pertanyaan-pertanyaan seperti ini juga sering muncul dalam hidup kita?
Lalu, apa yang dilakukan Yosua sebagai pemimpin? Ia tidak menyuruh bangsa itu mundur. Ia juga tidak mencari jalan lain. Sebaliknya, ia berkata: “Kuduskanlah dirimu.” Sekilas, ini terdengar aneh. Mengapa justru berbicara tentang kekudusan di tengah situasi sulit? Apakah kekudusan menjadi syarat agar Tuhan menolong? Jawabannya: bukan.
Dalam iman kita, kita percaya bahwa Tuhan setia pada janji-Nya, bukan karena manusia layak, tetapi karena kasih karunia-Nya. “Menguduskan diri” di sini bukan berarti manusia harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Melainkan sebuah sikap hati: datang kepada Tuhan dengan jujur, bertobat, meninggalkan dosa, dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya. Ini adalah respons iman, bukan syarat keselamatan.
Dan benar, Tuhan bertindak. Ia membelah Sungai Yordan, sehingga bangsa Israel dapat menyeberang. Tuhan menunjukkan kuasa-Nya tepat ketika umat-Nya belajar berserah kepada-Nya.
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, Sangat wajar jika persoalan hidup membuat kita bertanya tentang kehadiran Tuhan. Tetapi firman ini mengingatkan kita: Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Karena itu, mari kita belajar “menguduskan diri”: datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur, meninggalkan dosa, dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya.
Tuhan tidak menuntut kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Justru karena kasih karunia-Nya, kita dimampukan untuk hidup dalam kekudusan. Apa pun situasi kita hari ini, percayalah! Tuhan sedang bekerja. Dan Ia dapat memakai hidup kita sebagai jalan untuk menyatakan kuasa dan karya-Nya yang ajaib. Amin.
Doa Penutup: Bapa terima kasih atas segala berkat yang kami terima daripadaMu. Kami boleh hidup dan menikmati segala anugerah yang engkau sediakan bagi kami. Dengan kesadaran kami, kami menyadari bahwa kami sering lemah dan tidak berdaya untuk menghadapi segala tantangan dan pergumulan di dalam hidup Kami. Kami membutuhkan Engkau, di setiap detik hidup kami. Tolong kami dan kasihani kami! Dalam nama Yesus Kristus. Kami berdoa, Amin.
Penulis Renungan
Febri Setiadi Hutapea
Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 118 : 10 - 18
Malam
Mateus 19 : 1 - 12
Nyanyian
BE. 1 : 2