5Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Renungan Harian
Pilippi 2 : 5
Doa Pembuka: Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Renungan: Filipi 2 : 5
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama,
menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Dalam hidup ini, hampir semua orang ingin dihargai. Kita ingin dianggap penting, diakui, dan dihormati. Karena itu, kita berusaha menjadi lebih baik, lebih tinggi, lebih terlihat. Tanpa sadar, cara berpikir seperti ini ikut membentuk hidup kita setiap hari. Bahkan dalam hubungan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari, kita bisa mulai berpikir: “Bagaimana supaya aku lebih dihargai?” Namun Firman Tuhan dalam Filipi 2:5 berkata: “Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” Artinya, Tuhan mengajak kita untuk memiliki cara berpikir yang berbeda. Bukan seperti dunia, tetapi seperti Kristus.
Ketika Paulus menulis ini, jemaat sedang menghadapi masalah bukan karena mereka tidak percaya, tetapi karena mereka mulai lebih mementingkan diri sendiri. Ada keinginan untuk lebih dari orang lain, lebih dihargai, lebih diutamakan. Karena itu, Paulus tidak hanya mengingatkan untuk tidak hidup egois, tetapi mengarahkan agar kita memiliki pikiran Kristus, sebab hidup kita selalu berjalan mengikuti cara kita berpikir. Dan ketika kita melihat kepada Kristus, kita menemukan sesuatu yang berbeda. Dia yang adalah Tuhan, justru tidak meninggikan diri. Ia merendahkan diri, melayani, bahkan rela berkorban. Dunia mengajarkan kita untuk naik. Tetapi Kristus mengajarkan kita untuk mengasihi dengan kerendahan hati.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
ini sangat dekat dengan hidup kita hari ini. Kita hidup di tengah persaingan, keinginan untuk diakui, bahkan tekanan untuk selalu terlihat baik di depan orang lain. Tanpa sadar, kita bisa hidup bukan lagi untuk melayani, tetapi untuk dilihat. Di sinilah Firman Tuhan mengingatkan kita: Apakah kita masih memiliki pikiran Kristus?.
Memiliki pikiran Kristus berarti: mau mengalah, mau mengerti orang lain, mau melayani tanpa harus selalu dihargai. Ini memang tidak mudah. Tetapi justru di situlah hidup kita menjadi berarti.
Hari ini, Tuhan tidak meminta kita melakukan hal besar. Ia hanya mengajak kita mulai dari hal kecil: mengubah cara kita berpikir, mengubah cara kita melihat orang lain, dan mengubah cara kita menjalani hidup. Dari yang mementingkan diri sendiri, menjadi hidup yang penuh kasih. Karena pada akhirnya, yang terpenting bukanlah seberapa kita dihargai, tetapi apakah kita sungguh hidup dengan pikiran Kristus. Amin.
Doa Penutup: Ya Tuhan Allah Bapa kami di dalam sorga, kami bersyukur atas Firman-Mu yang telah kami dengar. Ampuni kami ketika kami masih mementingkan diri sendiri. Perbaharuilah hati dan pikiran kami, agar kami memiliki pikiran seperti Kristus, hidup dalam kerendahan hati, dan mengasihi sesama. Kuatkan kami untuk melakukan Firman-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
CJ
Penulis Renungan
CPdt. Johannes Sibarani S.Th. S.Th.
Calon Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 119 : 9 - 24
Malam
Mateus 19 : 27 - 30
Nyanyian
BE. 238 : 1 + 8