Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Selasa, 21 April 2026

16Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.

Panguhum 2:16· Terjemahan Baru

Renungan Harian

Panguhum 2:16

Doa Pembuka: Allah Bapa yang kami sembah di dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Kami bersyukur atas semua nikmat hidup yang telah Tuhan berikan pada kami. Tuntunlah kami, ya Tuhan, agar terus mensyukuri hidup kami dan senantiasa terhubung pada-Mu. Terlebih, dalam memahami dan menghidupi Firman-Mu. Amin. Bapak/Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan, Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan dan mengetahui bagaimana rasa takut serta kekhawatiran muncul setelahnya. Seringkali, karena rasa takut itu, kita sibuk mencari pembenaran, “Ini pun yang terakhir kali, besok ga akan diulangi lagi.” Bahkan ada di antara kita yang berjanji untuk berubah. Namun, tidak lama kemudian, kita justru kembali melakukan kesalahan yang sama. Lalu, ke manakah janji pertobatan itu? Apakah kita telah melupakan janji yang dulu pernah kita ucapkan atas kesalahan tersebut? Peristiwa seperti ini juga terjadi pada bangsa Israel, umat pilihan Allah. Umat itu selalu berada dalam “ketidaktaatan” pada Allah. Pola tersebut jelas dapat dilihat dalam relasi Allah dan bangsa Israel, di mana umat yang berulang kali jatuh dalam dosa dan melupakan Allah, berhadapan dengan Allah yang tetap setia, yang menghukum untuk mendidik, namun juga berulang kali menunjukkan belas kasihan dengan membangkitkan penolong bagi mereka. Salah satu bukti bahwa Allah tetap menunjukkan belas kasihan-Nya itulah yang dapat dilihat dalam Hakim-Hakim 2:16, ”Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.” Perampok di sini bukan hanya bangsa yang menindas Israel, tetapi juga bangsa yang dipakai Allah untuk menghukum mereka. Namun, hakim-hakim dipanggil Allah untuk memimpin umat keluar dari penindasan itu. Melalui hakim-hakim, Allah menolong dan membebaskan umat-Nya agar mereka bisa kembali kepada-Nya, dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Bapak/Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita sering jatuh dalam kesalahan yang sama, Tuhan tidak berhenti menolong kita. Namun kasih Tuhan itu bukan untuk membuat kita nyaman mengulangi kesalahan, melainkan untuk mengajak kita sungguh-sungguh berubah dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Yesus Kristus adalah Hakim dan Penyelamat yang sejati, yang bukan hanya membebaskan kita dari penindasan luar, tetapi juga dari kuasa dosa. Melalui Dia, kita tidak hanya ditolong sementara, tetapi dipulihkan sepenuhnya dan dibawa kembali kepada Allah. Karena itu, Tuhan memberi kita kesempatan baru lewat Yesus, dan jangan kita sia-siakan. Mari kita belajar untuk jujur mengakui kesalahan, benar-benar bertobat, dan perlahan meninggalkan kebiasaan lama. Sebab Tuhan bukan hanya ingin menolong kita keluar dari masalah, tetapi juga ingin membimbing kita supaya hidup lebih dekat dan setia kepada-Nya. Amin. Doa Penutup: Kami memuji Engkau, ya Allah Bapa, yang setia mengasihi kami di tengah kerapuhan hati kami. Kami sering mengecewakanmu karena pengkhianatan kami. Karena itu, tolonglah kami, ya Tuhan, agar kami senantiasa mengenal-Mu semakin dalam dan hidup dalam kesetiaan pada-Mu. Amin.
CR

Penulis Renungan

CPdt. Rosmauli Tiovany Sianipar S.Th. S.Th.

Calon Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 119 : 1 - 8

Malam

Mateus 19 : 16 - 26

Nyanyian

BE. 263 : 1