17(40-18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
Renungan Harian
Mazmur 40 : 17
Shalom. Selamat Pagi ibu/bapak, saudara/i yang terkasih di dalam Kristus Yesus, di mana pun saat ini kita berada. Sebelum kita memulai segala aktifitas kita, mari kita bersekutu dengan Firman Tuhan, kita berdoa!
Doa Pembuka: Bapa kami yang di Surga, kami bersyukur untuk berkat dan kasih Tuhan yang selalu kami rasakan dalam kehidupan kami. Begitu juga dengan penyertaanMu yang menaungi kami setiap waktu, terlebih hari baru yang Tuhan berikan kepada kami, menjadi kesempatan baru bagi kami untuk mengecap kasih dan kebaikanMu yang kekal. Ya Tuhan, sebelum kami memulai segala aktivitas kami hari ini, kami mau bersekutu denganMu melalui Firman yang akan kami dengar, kiranya Tuhan membuka hati kami dan berikan kami hikmat, agar kami mengerti dan memahaminya, berikan kami Roh KudusMu, sehingga kami dimampukan melakukan FirmanMu. Di dalam Kristus Yesus, kami berdoa, Amin.
Firman Tuhan yang menyapa kita hari ini tertulis dalam Mazmur 40 : 17 “Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari padaMu tetap berkata: TUHAN itu besar!”
Kebahagiaan orang Kristen adalah hidup di dalam Tuhan
Ibu/Bapak, saudara/i yang terkasih di dalam Kristus.
Kita pasti setuju bahwa yang namanya menunggu adalah hal yang paling membosankan, begitu juga dengan mencari atau menemukan yang kita rindukan, yang kita tunggu-tunggu. Rasa bosan, rasa sedih dan terkadang rasa putus asa menyelinap ke dalam hati kita, ketika yang kita cari atau yang kita tunggu tak kunjung hadir dalam hidup kita. Orangtua yang menunggu kehadiran keturunan, orangtua yang menunggu keturunannya menikah, atau anak yang menunggu dapat pekerjaan, dan banyak hal lainnya yang dapat membuat kita menunggu, menunggu dan menunggu.
Namun pertanyaannya : Apakah kita menjadi getir ketika Tuhan meminta kita untuk menunggu/mencari? Apakah kita justru meninggalkan Tuhan dan mencari jawaban kepada selain Tuhan? Lantas dimanakah sebenarnya letak kebahagian yang sejati bagi orang Kristen?
Mazmur 40:17 ini dengan jelas mengungkapkan bagaimana sebuah penantian, pencarian justru menghadirkan kegembiraan dan sukacita. Selama penantian itu adalah tentang pengharapan akan keselamatan dari pada Tuhan. Sukacita datang melalui pengenalan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat, yang mengalirkan sukacita bahkan ditengah keringnya hati yang menanti dan mencari.
Kita mampu mengungkapkan “Tuhan itu besar” tentu berangkat dari pengenalan kita bahwa Dia adalah Allah : Allah yang maha kuasa, Allah yang maha tahu, Allah yang maha hadir, Kekal, Kudus, adil, penuh kasih dan mengagumkan. Dan karena kita mengingat siapa diri kita tanpa Dia, di ayat 17 “aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan, menolong, bahkan meluputkan”.
Inilah yang menjadi dasar kebahagiaan bagi orang Kristen, ketika dia hidup di dalam tangan pengasihan Tuhan. Perjalanan hidup kita sebagai orang Kristen tidaklah sempurna. Kadang kita jatuh, bergumul, menanti dan mencari, tetapi bukan berarti kita tidak Orang Kristen yang baik. Melainkan menyadarkan kita bahwa kita hanya manusia yang diselamatkan oleh kasih karunia Allah melalui Kristus.
Dasar inilah yang membuat kita tidak menyerah dan senantiasa bersukacita, serta mengarahkan pandangan kepada hal-hal yang di depan, yaitu menuju panggilan surgawi Allah dalam Yesus Kristus. Sehingga kita akan terus berjuang dalam perjuangan yang baik sampai Yesus datang kembali. Amin.
Doa Penutup: Kita berdoa! Ya Allah Bapa, terimakasih untuk Firman yang kami dengar, yang kembali menyinari hati kami di tengah penantian atau pencarian yang saat ini kami jalani. Tuhan berikanlah kepada kami Roh KudusMu, sehingga kami senantiasa mengingat-ingat kasih penyertaanMu yang tak pernah berhenti dalam hidup kami. Walau terkadang dalam pergumulan, kami mau bersedih atau menyerah, ingatkan kami Tuhan untuk memandang keselamatan yang telah Engkau berikan, sehingga kami kembali memandang kepada panggilan surgawi, dan boleh kuat untuk berjuang dalam setiap proses hidup kami. Segala syukur bagimu ya Allah, di dalam Kristus kami berdoa. Amin
Kasih setia dari Tuhan Yesus Kristus, anugerah dari Allah Bapa dan persekutuan Roh Kudus yang menyertai kita sekalian, Amin.
CM
Penulis Renungan
CPdt. Mariani Angelita Siagian S.Th. S.Th.
Calon Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 118 : 19 - 29
Malam
Mateus 19 : 13 - 15
Nyanyian
BE. 723 : 3