2Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita.
Renungan Harian
1 Samuel 2 : 2
Selamat pagi saudara/i yang dikasihi Tuhan kita, Yesus Kristus. Sejenak mari kita berikan waktu untuk disapa oleh Firman Tuhan. Mari kita awali di dalam doa!
Doa Pembuka: Bapa di dalam surga, Allah yang bertahta dalam kemuliaan-Mu yang kudus. Kami mengucap Syukur untuk pagi yang indah ini, untuk nafas kehidupan, dan untuk kesempatan kami bisa disapa oleh firmanMu melalui hambaMu. Kiranya Roh-Mu bekerja atas kami, sehingga setiap telinga yang mendengar dan setiap hati diberikan ketenangan untuk menerima benih firman-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup, kami sambut firman-Mu. Amin.
Firman Tuhan terambil dari kitab 1 Samuel 2:2, demikian sabda-Nya: “Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita”. Saudara/iku terkasih, pernahkah kita sedang asyik streaming film favorit, atau mungkin sedang video call penting dengan keluarga, tiba-tiba gambarnya patah-patah? Dan muncul lingkaran ‘loading’ berputar-putar di tengah? Rasanya mengesalkan, bukan? Kita langsung panik mengecek router Wi-Fi, atau mengangkat HP tinggi-tinggi mencari sinyal yang lebih baik. Mengapa kita melakukan itu? Karena kita sadar, tanpa koneksi yang kuat dan stabil ke sumber sinyal, aktivitas kita terhenti. Kita butuh sesuatu yang bisa diandalkan, bukan sinyal yang hilang-timbul.
Di dunia nyata yang penuh ketidakpastian ini, seringkali jiwa kita juga mengalami atau merasa kehilangan koneksi, bingung harus pegangan pada apa. Hari ini Hana dalam 1 Samuel 2:2 akan memperkenalkan kita pada satu-satunya ‘sumber sinyal’ yang tidak pernah putus, Gunung Batu yang sinyal kasih-Nya stabil selamanya. Ayat ini adalah bagian dari nyanyian pujian Hana. Hana pernah di posisi: dia pernah dihina, dianggap ‘habis’ karena mandul, dan hatinya hancur. Namun, saat dia mengalami pertolongan Tuhan, kalimat pertamanya bukan memamerkan keberhasilannya, melainkan mengakui kekudusan Tuhan.
Di dunia media sosial yang penuh dengan standar kesempurnaan manusia yang semu, Hana mengingatkan kita bahwa hanya Tuhan yang benar-benar kudus. Kekudusan Tuhan artinya Dia tidak terpengaruh oleh tren, tidak berubah oleh komentar orang, dan kasihNya tidak bersyarat. Scroll media sosial seringkali membuat kita terjebak pada perbandingan. Kita melihat hidup orang lain lebih ‘wah’ dan mulai mencari pegangan pada uang, jabatan, dan lain sebagainya. Tapi Hana berkata: “Tidak ada yang lain kecuali Engkau”. Saat semua orang meninggalkan kita, saat algoritma hidup sedang tidak berpihak kepada kita, Tuhan tetap di sana. Dia bukan salah satu pilihan; Dia adalah satu-satunya jawaban. Dia adalah gunung batu yang kokoh, tempat perlindungan paling aman. Dia tidak goyah. Dia stabil. Jika hari ini kita merasa sedang dihantam badai masalah, berdirilah di atas gunung batu itu. Oleh karena itu, berhentilah kuatir, karena pelindung kita adalah gunung batu yang tidak akan pernah runtuh. Amin.
Doa Penutup: Kita berdoa! Allah kami di dalam surga, kami mengucap syukur atas firman-Mu pada pagi hari ini. Kami sadar ya Tuhan, bahwa di tengah dunia yang berubah-ubah ini, hanya Engkau yang menjadi dasar hidup kami yang kokoh. Syukur kami bagi-Mu ya Allah yang telah menjadi gunung batu tempat kami berlindung dan kekuatan yang tidak tergoyahkan. Layakkanlah kami untuk terus hidup dalam kekudusan-Mu dan biarlah penyertaan-Mu menuntun kami dalam setiap langkah kami. Kiranya hanya nama-Mu yang ditinggikan dalam setiap perkataan dan perbuatan kami. Di dalam Kristus Yesus, kami berdoa dan mengucap Syukur. Amin.
Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus, pengasihan Allah Bapa, dan Persekutuan dengan Roh Kudus, menyertai kita. Amin.
RS
Penulis Renungan
Risma Sinaga
Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 119 : 41 - 56
Malam
Mateus 20 : 20 - 28
Nyanyian
BE. 741 : 4