15Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
Renungan Harian
2 Tessalonik 2 : 15
Doa Pembuka: Mari kita berdoa! Allah Bapa yang kami kenal di dalam Kristus Yesus. terima kasih atas kasih setia-Mu yang boleh kami rasakan hingga pagi hari ini. Sebelum kami memulai aktivitas kami dalam satu hari ini biarlah Firman-Mu menjadi penopang dan kekuatan baru bagi kami, untuk itu berkatilah hati dan fikiran kami agar boleh menerima dan memahami kebenaran Firman Tuhan. Di dalam nama anak-Mu Tuhan Jesus Kristus kami berdoa, Amin.
Firman Tuhan bagi kita pada pagi hari ini tertulis dalam Surat 2 Tesalonika 2:15, “Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis”. Demikian Firman Tuhan.
Bapa, Ibu, saudara/i yang terkasih di dalam Kristus Yesus, kehidupan umat Kristen dalam sejarahnya tidak pernah terlepas dari tekanan maupun permasalahan. Ada banyak faktor yang bahkan dapat menggoyangkan iman dan kepercayaan kita, bisa jadi akibat pilihan maupun tekanan yang tak tertahankan. Sama halnya dengan yang terjadi di dalam nats ini, dimana jemaat Tesalonika pada saat itu sedang mengalami penindasan serta paparan dari ajaran eskatologis yang keliru. Tentu hal ini dapat mengaburkan ajaran maupun iman yang tengah bertumbuh di tengah-tengah jemaat. Oleh sebab itulah Paulus dengan tegas di dalam surat ini menyampaikan nasehatnya bahwa jemaat harus tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yang telah diterima.
Berdiri teguh bukan berarti keras ataupun menutup diri, tetapi tahu dimana kita harus berpijak meski di tengah badai sekalipun. Paulus ingin mengarahkan jemaat kepada ajaran yang sudah ada dan telah diterima sebelumnya. Jangan cemas dan jangan goyah akan keadaan yang di alami dan tetaplah berpegang teguh, sama seperti olahraga estafet.
Kita semua pasti tahu olahraga lari estafet atau mungkin salah satu dari kita pernah menjadi bagian dari olahraga tersebut. Nah bila kita perhatikan, lari estafet selalu terdiri dari beberapa orang dan biasanya orang yang berlari pertama kali itulah yang bertugas untuk membawa tongkat kecil di tangannya. Mereka harus memastikan ketika berlari tangan mereka memegang erat tongkat tersebut yang nantinya akan di sampaikan kepada orang berikutnya yang sudah menunggu didepan, sebab tongkat yang dibawa bisa saja terjatuh dari genggaman mereka atau bahkan terjatuh ketika sedang berpindah tangan akibat proses yang sangat cepat. Sebab begitulah seterusnya yang harus mereka lakukan hingga pada akhirnya orang terakhir menerima tongkat tersebut dan membawa ke garis finish.
Begitu juga dengan kehidupan kita umat Kristen, iman kita sangat rentan dikaburkan bahkan digoyahkan oleh banyak persoalan yang bisa saja terjadi di dalam hidup kita. Namun sekali lagi Paulus menekankan bagi kita agar tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran yang kita imani. Sebab tujuan paling sederhana kita sabagai umat Allah bukan hanya sampai kepada Bapa, tetapi lebih dari itu. Yaitu memegang erat Injil keselamatan dengan erat dan menyampaikannya kepada orang-orang disekita maupun keturunan kita. Sama seperti olahraga estafet tadi, sampaikan tongkat injil keselamatan itu pada mereka yang terjatuh dan yang terluka. Agar kita sama-sama mampu berdiri di tengah-tengah gejolak kehidupan kita masing-masing dan mampu bertahan sampai akhir. Amin.
Doa Penutup: Kita berdoa! Bapa kami yang di sorga, yang kami kenal di dalam nama Anak-Mu Yesus Kristus, terima kasih untuk Firman-Mu yang boleh kami dengarkan pada pagi hari ini, biarlah firman-Mu tetap tinggal di dalam hati kami dan menjadi pengingat serta pedoman bagi kami dalam menjalani aktivitas pada satu hari ini, Terpujilah Engkau Tuhan di dalam nama Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur, amin.
CA
Penulis Renungan
CPdt. Arif Dwiki Wiranto Simanjuntak S.Th. S.Th.
Calon Pelayan HKBP
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 119 : 73 - 80
Malam
Mateus 21 : 12 - 17
Nyanyian
BE. 140 : 3