Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Selasa, 28 April 2026

16Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

2 Samuel 7 : 16· Terjemahan Baru

Renungan Harian

2 Samuel 7 : 16

Syalom, bapak/ibu saudara/i dan seluruh jemaat yang terkasih, sebelum kita mendengarkan Firman Tuhan di hari ini, alangkah baiknya kita siapkan hati dan pikiran kita, marilah kita mengambil saat teduh sejenak, kita bersatu di dalam doa. Doa Pembuka: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kamu. Amin. Renungan Bapak/ibu saudara/i yang terkasih, firman Tuhan yang menyapa kita saat ini tertulis dalam: 2 Samuel 7:16 “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” Bapak/ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, apa yang kita pikirkan pertama sekali ketika mendengar kata “janji”? Sederhananya, janji adalah ucapan yang menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu (contoh jika satu waktu saya katakan saya akan datang ke rumahmu, atau saya katakan akan bersedia menolong kamu, itu adalah bentuk daripada janji), dan janji sejatinya haruslah ditepati. Karena apa? Karena memang sepenting itu lah janji. Bahkan orang bisa tidak percaya lagi kepada kita hanya karena sekali kita tidak menepati janji. Janji itu mencerminkan nilai-nilai kesetiaan, tanggung jawab, dan kejujuran. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menghadapi kekecewaan karena banyak janji yang tidak ditepati. Jika terjadi demikian, mungkin akan membuat kita bertanya-tanya, apakah ada seseorang yang benar-benar dapat saya percaya sepenuhnya? Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian ini lah kita harus bersyukur karena ada pribadi yang janjinya total berbeda dengan janji yang sering diperbuat oleh manusia. Ia adalah Allah. Allah yang kita kenal bukan seperti manusia yang sering berdusta dan ingkar janji, tapi dia adalah Allah yang setia, yang tidak pernah berdusta dan ingkar janji. Bapak/ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, nats yang menyapa kita saat ini adalah salah satu dari sekian banyak janji dari Allah kepada manusia ciptaannya, dan kali ini diarahkan kepada Daud dalam hal masa depannya, keluarganya, kerajaannya, dan takhtanya yang Tuhan katakan akan kokoh sampai selamanya. Tentu kita bertanya, apa rupanya yang diperbuat oleh Daud atau apakah kelayakan Daud sehingga ia menerima janji yang sedemikian luarbiasa langsung dari Allah? Dalam konteks 2 Samuel 7 ini jika kita baca secara keseluruhan, kita akan menemukan fakta bahwa awalnya Daud berniat mendirikan rumah bagi Tuhan karena ia menyadari ia telah tinggal di tempat yang baik, hidup tenang dan nyaman, tetapi Tabut Tuhan justru diam di bawah tenda. Niat ini tidak salah, namun disini lah letak menariknya. Allah mengatakan bahwa sejak dahulu ia tidak pernah meminta kepada bangsa Israel untuk mendirikan rumah bagiNya, melainkan ia setia ikut mengembara bersama umatNya. Kesetiaan Allah dalam janji dan penyertaannya bisa dilihat oleh Daud bahkan sejak ia dipilih oleh Allah ketika ia sedang mengiring kambing domba di padang. Singkatnya, Allah tidak menolak untuk dibangunkan rumah bagiNya, namun bukan Daud yang akan melakukannya, melainkan keturunannya kelak, yakni Salomo, dan tidak berhenti disitu, Allah berjanji akan mengokohkan kerajaan mereka dan tetap menjadi Bapa bagi mereka. Dari sini kita bisa melihat bahwa Tuhan bekerja melampaui apa yang kita pikirkan. Memang Daud ingin melakukan sesuatu yang baik menurutnya untuk Tuhan, tetapi Tuhan justru sudah memiliki rencana yang lebih baik dan lebih besar, sehingga kita bisa melihat bukti nyata bahwa janji Allah tetap setia mengiring kehidupan umat yang dikasihiNya. Bapak/ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, maka ketika kita berbicara soal janji dan Allah, itu adalah hal yang unik. Allah dan janji adalah dua kata yang selalu berkaitan erat. Janji Tuhan sering disebut sebagai perjanjian (misalnya, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Mengapa? Karena setiap Allah berjanji, akan ada komitmen teguh yang melekat di dalamnya. Nah, perjanjian ini menunjukkan kesetiaan Allah kepada umat-Nya. Dari semua janji yang pernah Tuhan ungkapkan dalam Alkitab, tidak pernah satu pun yang tidak terjadi, dan itu bisa kita pastikan satu per satu. Yang menarik dari nats ini untuk kita ketahui bersama adalah bahwa Allah berjanji kepada Daud bukan terutama karena kelayakan dan kehebatan hidupnya. Sekalipun Daud adalah orang pilihan, ia adalah manusia yang juga punya kelemahan dan keterbatasan. Maka bapak/ibu saudara/i yang terkasih, kita harus pahami bahwa janji ini adalah inisiatif dari Allah langsung, yang menjadi bukti bahwa Ia kekal mengasihi umatNya dan bertindak layaknya sebagai seorang Bapa kepada keturunan Daud. Bapak/ibu saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, dari nats ini kita diingatkan dan diajak kembali untuk belajar menaruh harapan hanya kepada Allah, bukan manusia. Iman kita harus berdasar dan berakar pada janji Allah. Mungkin banyak orang yang telah mengecewakan kita oleh karena janji-janji yang tidak terpenuhi, namun kita harus paham dan bersukacita bahwa ada pribadi yang tetap setia kepada janjinya, yaitu Allah yang kita percayai. Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada situasi sulit yang mungkin mengajak kita untuk meragukan janji Tuhan. Namun, ayat ini mengingatkan kita bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan tidak pernah ingkar janji, karena Dia adalah Tuhan yang setia. Kita juga diajak untuk semakin mengimani dan percaya kepada rencana Tuhan, sekalipun itu berbeda dengan apa yang kita rencanakan. Rencana Tuhan pasti yang terbaik. Dan yang terakhir, sebagai orang percaya yang hidup di dalam janji Tuhan, kita juga dipanggil untuk menjaga integritas dan kejujuran kita. Kita harus berusaha menjadi pribadi yang dapat dipercaya dalam setiap perkataan dan tindakan kita. Bahwa ketika kita membuat janji janganlah kita ingkari. Jangan mengecewakan Tuhan dan manusia hanya karena kita sering mengingkari janji kita. Tuhan tidak pernah gagal menepati janji-Nya. Hidup kita terjamin oleh karena janjiNya. Hanya ada satu kata untuk menggambarkan janji Allah, yaitu pasti. Tuhan tidak akan pernah ingkar janji. Amin. Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Kami bersyukur ya Tuhan Allah kami untuk kesempatan yang begitu berharga yang engkau berikan kepada kami. Saat ini kami boleh dan telah bersekutu bersama untuk mendengarkan firmanMu, yang mengingatkan kami bahwa Engkau adalah Allah yang setia dalam setiap janjiMu. Karena itu ajar dan kuatkan kami untuk teguh berpegang pada janjiMu yang sudah pasti terbaik dalam hidup kami. Biarlah hidup kami ya Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang, lewat pekerjaan, pelayanan dan seluruh cara hidup kami. Tuhan ajari dan kuatkan kami untuk hidup sesuai dengan kehendakMu. Inilah doa dan permohonan kami, di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Frans Mario Sormin

Penulis Renungan

Frans Mario Sormin

Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 119 : 65 - 72

Malam

Mateus 21 : 1 - 11

Nyanyian

BE. 256 : 3 + 7