4Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
Renungan Harian
1 Tessalonik 2 : 4
Shalom Bapak/Ibu dan saudara/i yang terkasih, kami berharap kita semua dalam keadaan sehat di pagi hari ini. Sebelum kita memulai kegiatan dalam satu hari ini, marilah kita bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya. Sekarang kita memberi waktu sejenak untuk saat teduh!
Doa Pembuka: Mari kita berdoa! Ya Bapa, kami sungguh bersyukur atas kasih setiaMu yang selalu ada untuk kami. Saat ini kami mau bersekutu dengan Engkau dan mendengarkan firmanMu yang menjadi dasar bagi kami untuk memulai kegiatan kami dalam satu hari ini. Datanglah Engkau ditengah-tengah kami, agar kami mengerti akan firmanMu dan kuat melakukannya dalam hidup kami. Hanya di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus kami telah berdoa. Amin.
Firman Tuhan yang akan kita renungkan hari ini, tertulis dalam 1 Tesalonika 2 : 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
Sebagai mahkluk sosial kita memang tak bisa hidup tanpa dukungan orang lain. Setiap kita pasti menginginkan rasa dihargai, diterima, dan dikasihi. Hal inilah yang membuat kita cendrung ingin menyukakan orang lain agar kita mendapat dukungan. Tetapi yang jadi masalah, keinginan kita yang kuat untuk menyukakan orang lain itu cendrung membuat kita mengabaikan firman Tuhan. Kita lebih sering mengutamakan kesenangan orang lain daripada melakukan kehendak Tuhan. Berbeda dengan Rasul Paulus, dalam nats ini Rasul Paulus menekankan tentang tujuan utama nya mengabarkan Injil adalah untuk menyukakan Tuhan, bukan untuk menyukakan manusia.
Bapak/ibu, ada beberapa hal yang bisa kita renungkan dari nats ini
1. Menjadi Orang yang dipercaya adalah anugrah Tuhan.
Dengan Kalimat : Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, Rasul Paulus mau mengakui bahwa bukan karena kelayakan diri mereka maka mereka menjadi pelayan firman, melainkan karena Tuhan yang menghendakinya. Tuhan yang melayakannya. Tuhanlah yang memilih dan menetapkan mereka untuk pekerjaan ini. Demikian juga dengan kita. Kita di layakkan untuk menerima kepercayaan memberitakan Injil. Ini bukan karena kemampuan kita, tetapi semuanya karena kasih karunia Allah semata. Kita dipercaya, kita dianggap mampu, dan kita diberi tanggung jawab untuk memberitakan Injil. Jadi memberitakan Injil bukan hanya sekedar pilihan melainkan Tanggung Jawab, seperti yang dikatakan dalam I Korintus 9 : 16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Seperti Paulus melihat Injil sebagai sesuatu yang dipercayakan kepadanya, kita pun dipercaya dan diberi tanggungjawab untuk menyampaikan firman Tuhan di dalam setiap perkataan dan perbuatan kita.
2. Motivasi yang Benar adalah untuk Menyukakan Tuhan
Kalimat: Karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. Dengan ini Rasul Paulus mau menerangkan bahwa Injil yang dia sampaikan tidak akan selalu menyenangkan hati manusia, tetapi ia tahu bahwa Injil itu berkenan kepada Allah. Paulus berusaha membuat pengabaran Injil itu semenarik mungkin, tetapi ia tidak pernah mengubah kebenaran Injil. Paulus menegaskan bahwa ia tidak berbicara untuk menyukakan manusia.
Karena kalau pelayanan berfokus pada manusia akan mudah goyah, tetapi pelayanan yang berfokus pada Allah akan tetap teguh.
Maka itu kita diajak agar jangan berharap kepada manusia. Mengapa? Pertama, Manusia itu selalu berubah-ubah dan standar manusia tidak tetap, tetapi Allah tetap dan selalu setia. Maka ketika kita hidup untuk Allah, kita memiliki arah yang jelas dan teguh. Kedua, Kalau kita mengharapkan pujian dari manusia maka kita akan kecewa apabila ternyata kita tidak dipuji, atau bahkan pujian itu justru diperuntukkan orang lain bukan untuk kita. Ketiga, Jangan harapkan pujian dari manusia tapi harapkanlah pujian dari Tuhan, maka kita akan terus dimurnikan oleh Tuhan, dan akan menjadi alat kemuliaanNya seumur hidup kita.
Bapak/ibu, saudara/i, mungkin kita sekarang melayani ditengah-tengah keluarga, atau melayani di tengah-tengah jemaat, atau kita melayani di suatu tempat kerja. Ingatlah kita bekerja bukan hanya untuk menyenangkan pimpinan, atau sering disebut dengan istilah ABS, “Asal Bapak Senang, karena dengan begitu kita akan rajin bekerja ketika pimpinan ada di tempat. Bekerjalah bukan hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain, tapi bekerjalah untuk Tuhan, bukan untuk manusia, maka kita tidak akan kecewa ketika pekerjaan kita tidak diihargai bahkan dianggap tidak ada oleh teman kita. Seperti yang dikatakan dalam Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Tuhanlah yang menguji hati kita. Maka sekarang mari kita lihat motivasi kita: Apakah kita melayani atau bekerja hanya untuk menerima pujian dari manusia? Atau bekerja untuk kemuliaan Tuhan? Ingatlah bagi manusia, yang besar terlihat lebih hebat, tetapi bagi Tuhan, yang tulus lebih berharga. Amin.
Doa Penutup: Marilah kita Berdoa! Ya Bapa yang Mahakasih, ajarilah kami hidup hanya untuk menyukakan Engkau. Murnikan hati kami, supaya setiap hidup kami berkenan di hadapan-Mu. Pakailah kami untuk mengabarkan Injil melalui perkataan dan perbuatan kami. Pada hari ini kami juga mau serahkan hidup kami hanya ke dalam tangan pengasihanMu. Ampunilah kesalahan kami agar kami layak menerima berkatMu. Terimalah doa permohonan kami ini, yang kami sampaikan melalui AnakMu, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup. Amin.
Kasih setia dari Tuhan Yesus Kristus, anugrah dari Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus yang menyertai saudara sekalian. Amin.
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 119 : 57 - 64
Malam
Mateus 20 : 29 - 34
Nyanyian
BE. 669 : 1