Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 3 Mei 2026

Na BontarKANTATE

AKU MENYANYI BAGI TUHAN

1Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut. 2TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. 3TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya. 4Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. 5Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. 6Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh. 7Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum. 8Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan; air bah membeku di tengah-tengah laut. 9Kata musuh: Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan; nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku; tanganku akan melenyapkan mereka! 10Engkau meniup dengan taufan-Mu, lautpun menutupi mereka; sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat. 11Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? 12Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka. 13Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus. 14Bangsa-bangsa mendengarnya, merekapun menggigil; kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.

2 Musa 15 : 1 - 14· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

2 Musa 15 : 1 - 14

Doa Pembuka: Kami memuji dan memuliakanMu ya Tuhan Allah Bapa kami di dalam nama Yesus Kristus, atas berkat dan rahmatMu yang kami terima hingga pada hari ini. Ya Tuhan, di hari Minggu kudus ini, kami ingin disapa oleh FirmanMu, bukalah hati dan pikiran kami supaya kami dimampukan untuk mengerti dan melakukan yang sesuai dengan FirmanMu. Damai Sejahtera Allah yang melampaui segala Akal, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu didalam Kristus Yesus Tuhan kita. Amin. Nats : Keluaran 15 : 1 - 14 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi Tuhan yang berbunyi : Baiklah aku menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkanNya kedalam laut. Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia. Ia Allah Bapaku, kuluhurkan Dia. Tuhan itu pahlawan perang, Tuhan, itulah namaNya. Kereta Firaun dan pasukannya dibuangNya ke dalam laut, para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam laut Teberau. Samudera raya menutupi mereka, ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu. Tangan kananMu Tuhan, mulia karena kekuasaanMu. Tangan kananMu Tuhan, menghancurkan musuh Dengan keluhuranMu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau. Engkau melepaskan api murkaMu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum. Karena nafas hidungMu, segala air naik bertimbun-timbun , segala aliran berdiri tegak seperti bendungan, air bah membeku di tengah-tengah laut. Kata musuh : Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan. Nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku. Tanganku akan melenyapkan mereka Engkau meniup dengan taufanMu, laut pun menutupi mereka. Sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat. Siapakah yang seperti Engkau di antara para allah ya Tuhan, siapakah seperti Engkau mulia karena kekudusanMu, menakutkan karena perbuatanMu yang masyur, Engkau pembuat keajaiban? Engkau mengulurkan tangan kananMu, bumi pun menelan mereka. Dengan kasih setiaMu, Engkau menuntun umat yang telah Kautebus, dengan kekuatanMu, Engkau membimbingnya ke tempat kediamanMu yang kudus. Bangsa-bangsa mendengarnya, mereka pun menggigil. Kegentaran menghinggapi penduduk Tanah Filistin Bapak, Ibu dan Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, “Nyayikanlah nyanyian baru bagi Tuhan” demikian pengertian Minggu Kantate hari ini dan diikuti dengan Topik “ Aku menyanyi bagi Tuhan”. Nyanyian adalah respon, aku bernyanyi berarti aku merespon. Demikian umat Israel setelah keluar dari perbudakan di Mesir dan setelah Allah sendiri membuat mukjijat besar melalui Tuhan membelah laut, sehingga umat Israel selamat dari kejaran musuh, demikianlah Umat Israel merespon perbuatan Tuhan, yang berarti Umat Israel memuji Tuhan. Bagaimana dengan kita yang telah ditebus Tuhan melalui darah anakNya yang tunggal, apakah respon kita ? cukupkah kita diam saja ? ataukah kita selalu memuji Tuhan atas perbuatanNya yang baik bagi kita ? Nats Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita supaya memuji Tuhan melalui nyanyian baru. Saudara-saudara, bagaimana kita mampu memuji Tuhan dengan nyanyian baru ? untuk itu kita perlu memahami isi nats Firman Tuhan pada hari ini Kita harus mampu merasakan apa yang Tuhan perbuat bagi kita Musa dan umat Israel bernyanyi memuji Tuhan karena mereka merasakan sendiri pertolongan Tuhan yang nyata bagi mereka. Itu sebabnya, mereka tidak sekedar lepas dari kejaran musuh, tetapi secara otomatis, mereka merespon pertolongan Tuhan dengan lagu pujian. Ya memang haruslah demikian, orang yang benar-benar merasakan apa yang Tuhan perbuat bagi dirinya, ia akan mengaminkan perbuatan Tuhan sebagai bukti ucapan terimakasihnya kepada Tuhan. Adakah bapak, Ibu dan saudara-saudara pernah merasakan langsung apa yang Tuhan perbuat bagi kehidupanmu ? yang pasti ada, dan itu selalu ada. Tetapi kita sering melupakannya, dan kita sering menganggab semua itu terjadi dengan sendirinya, artinya kita melupakan perbuatan Tuhan kepada kita. Dengan demikian, firman Tuhan mengajak kita supaya kita selalu mau merasakan apa yang Tuhan perbuat bagi kita, dan jangan pernah menganggap semua yang ada pada kita adalah hasil usaha kita sendiri, sesungguhnya semuanya itu adalah dari pemberian Tuhan kepada kita. dengan demikian kita jangan diam saja, ……..Mari memuji Tuhan, dan menyanyi bagi Tuhan. Kita harus mengenal bahwa Tuhan adalah Pahlawan yang berperang bagi kita. Saudara-saudara, kelepasan umat Israel dari penjajahan Mesir ialah Tuhan sendiri yang bertindak. Tuhan bertempur dan mengalahkan Mesir. Itu terjadi karena apa ? karena Tuhan mengasihi umat Israel, dan Tuhan sendiri ingin memilih juga menetapkan umat itu menjadi bangsaNya dan umat pilihanNya. Demikian dengan yang telah kita rasakan pada saat ini, Tuhan sendiri telah campurtangan untuk melepaskan kita dari penjajahan kerajaan kegelapan yang dulu pernah menjajah kita. Tuhan Yesus telah mengalahkan musuh kita yaitu si iblis yang licik. Tuhan sendiri telah bertempur dan bertindak hingga mempertaruhkan nyawaNya untuk kelepasan kita. Hingga saat ini kita harus akui dan harus selalu mengenal bahwa Tuhan adalah Pahlawan yang berperang bagi kita, yang telah memenangkan kita dan akan selalu memenangkan kita dalam berbagai situasi yang tengah menjajah hidup kita pada saat ini. dengan demikian Pujilah Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan Kita harus percaya bahwa Tuhan kita adalah Allah satu-satunya, tiada yang seperti Dia Dalam ayat 11 Nats ini mengatakan Siapakah yang seperti Engkau di antara para allah ya Tuhan ? adalah pengakuan iman yang sangat mendalam, dan pengakuan yang tidak mungkin lagi digeser oleh pengaruh apa pun, Allah itu satu-satunya dan tiada lagi yang seperti Dia. Artinya umat Israel tidak akan pernah mengandalkan kekuatan apa pun yang ada di dunia ini. Satu-satunya kekuatan yang memenangkan mereka hanya kekuatan Tuhan Allah. Dan telah terbukti, kekuatan Mesir tidak sedikit pun mampu menandingi kekuatan Allah, Pasukan Mesir tewas di telan laut. Dengan demikian kesimpulan umat berkata Hanya Tuhan yang layak di andalkan. Saudara-saudara, pada masa kita sekarang ini, banyak orang mencoba-coba, bahkan ada yang sudah mengandalkan kekuatan dunia, mengandalkan uang, jabatan, harta dan kekuatan-kekuatan lainnya. Tetapi apakah semuanya itu akan menjamin hidup di dunia ini dan hidup di hari esok ? Tentunya tidak, sebab segala yang ada di dunia ini ada masanya, tetapi Tuhan Allah adalah kekal untuk selama-lamanya. Dan saya yakin, mudah-mudahan saudara sekalian juga yakin, memang hanya Tuhan Allahlah satu-satunya yang pantas diandalkan. Tuhanlah yang telah menciptakan kita manusia di dunia ini, Dia yang memberi napas kehidupan, memberi pikiran dan perasaan dan hingga hari ini Tuhan selalu mengijinkan kita hidup di dunia ini. adakah allah lain selain Dia yang selalu menyertai hidup kita ini ? tentunya tidak, Dialah Allah satu-satunya yang memberikan segalanya kepada kita. Bernyanyilah memuji Tuhan. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib bagi kita. Kita harus bersikap seturut kehendak Tuhan, sebab Dialah yang selalu menuntun dan membimbing umatNya. Saudara-saudara, Tuhan ada untuk selama-lamanya, Tuhan tidak hanya sebagai penyelamat, tetapi Tuhan juga sebagai gembala bagi umat. Tuhan tidak berhenti setelah menyelamatkan umatNya, tetapi Tuhan juga menuntun dan membimbing umatNya hingga sampai ke tempat kediamanNya yang kudus. itu yang selalu dirasakan umat Israel setelah keluar dari tanah Mesir, tantangan lain masih begitu banyak di perjalanan hingga ke tanah Kanaan, disitulah Tuhan Allah selalu ada berjalan bersama-sama dengan umat. Tiang awan dan Tiang api menunjukkan bahwa Tuhan turut serta berjalan bersama umat. Saudara-saudara demikianjugalah yang telah kita rasakan hingga hari ini, Tuhanlah yang selalu menuntun dan membimbing kita dalam perjalanan hidup kita. Yang pasti masing-masing kita banyak menghadapi tantangan dan berbagai pergumulan dalam kehidupan kita, tetapi kita menang, kita bisa mencapai banyak harapan dan cita-cita kita, bahkan perjalanan hidup kita ke depan, Tuhan berjanji akan selalu ada menuntun dan membimbing kita hari demi hari, karena begitu besar kasih setia Tuhan kepada kita. Oleh karena itu, saat ini juga kita harus menyanyikan nyanyian baru untuk Tuhan, nyanyian baru memuji Tuhan yang selalu setia menuntun dan membimbing kita umatNya yang telah ditebus dengan darah AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Lalu bagaimana kita menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan ? yang pasti tidak hanya melalui syair lagu dan lantunan melodi yang indah di dengar, akan tetapi yang paling utama adalah sikap dan perbuatan kita yang harus seturut dengan kehendak Tuhan yang telah membebaskan kita dari belenggu dan perbudakan dosa. Kini kita telah menjadi manusia baru dan merdeka, kita tidak lagi diperhamba oleh kuasa kegelapan, kini kita telah hidup di dalam terang. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. (Epesus 5 : 8). inilah yang menjadi nyanyian baru kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan yang Maha kasih. Amin Doa Penutup: Bapak di dalam Yesus Kristus Tuhan, terimakasih atas FirmanMu yang telah kami dengarkan pada saat ini. Sungguh kami bersyukur atas FirmanMu yang telah mengingatkan kami bahwa hanya Tuhan sajalah sumber dari kemenangan kami melawan segala kuasa-kuasa yang memperhamba kami di dunia ini. Melalui darah anakMu Yesus Kristus, kami tahu kami telah dimenangkan dari dosa, dan hingga saat ini Tuhan ada menyertai perjalanan hidup kami, oleh karena itu, dari saat ini juga kami akan menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, sebagai ungkapan terimakasih kami atas kasihMu yang selalu ada untuk kami. Berkatilah FirmanMu untuk bekerja didalam hati dan pikiran kami, hingga kami mau melakukannya dalam setiap langkah hidup kami. Hanya melalui nama anakMu Yesus Kristus, kami berdoa kepadaMu. Amin Tuhan memberkati dan melindungi engkau. Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau Kasih karunia. Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu, dan memberi engkau Damai sejahtera. Amin

Renungan Epistel

2 Tessalonik 3 : 1 - 12

Doa Pembuka: Kami memuji dan memuliakanMu ya Tuhan Allah Bapa kami di dalam nama Yesus Kristus, atas berkat dan rahmatMu yang kami terima hingga pada hari ini. Ya Tuhan, saat ini kami ingin mendengarkan FirmanMu, Berfirmanlah ya Tuhan sebab kami telah siap untuk mendengarkannya. Damai Sejahtera Allah yang melampaui segala Akal, itulah kiranya yang memelihara hati dan pikiranmu didalam Kristus Yesus Tuhan kita. Amin. Nats : 2 Tesalonika 3 : 1 - 12 Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus Tetapi kami berpesan kepadamu saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti Sebab juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakana ini karena kami dengar bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. Bapak, Ibu dan Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus, Nats ini ditulis oleh Rasul Paulus dan Rasul-rasul lainnya yang ditujukan kepada jemaat di Tesalonika. Ketika itu ada kesalahpahaman tentang kedatangan Kristus yang segera akan terjadi. Oleh karena kesalahpahaman tersebut, beberapa orang berpikir kalau Tuhan segera datang, untuk apa kita bekerja lagi ? akibatnya ada orang yang tidak mau bekerja, mereka hidup tidak tertib, menjadi beban bagi orang lain, bahkan ada yang mengurusi hal-hal yang tidak berguna. Dengan demikian Rasul Paulus menulis suratnya untuk : Paulus meminta Jemaat Supaya berdoa demi Injil yang akan bekerja merubah kehidupan mereka Dalam hal pemberitaan Injil, Rasul Paulus melihat betapa banyaknya perlawanan dan penolakan terhadap Injil yang disebarkan, pada hal Injil harus disebar supaya kehidupan orang-orang yang mau menerima Injil, akan berobah kepada kehidupan yang lebih baik. Paulus menghadapi orang jahat, orang-orang yang tidak ber iman, untuk itulah Paulus meminta doa dari jemaat, supaya injil terus dapat diberitakan. Saudara-saudara, hingga saat ini juga, demikian injil Tuhan masih sering terhambat akibat perlawanan dari orang-orang jahat dan yang tidak ber iman kepada Yesus Kristus. Kita melihat sendiri yang tengah terjadi di Negara kita ini, izin mendirikan gereja selalu dipersulit, kebebasan beribadah selalu terancam, penistaan-penistaan terhadap iman kita sering terjadi. Firman Tuhan saat ini mengajak kita semua untuk berdoa, mendoakan perjalanan pekabaran Injil. Mendoakan para pemberita Injil, supaya Firman Tuhan sampai ke ujung dunia dan pada akhirnya seluruh umat manusia diselamatkan melalui Injil Kristus. Paulus ingin menguatkan iman jemaat Saudara-saudara, sebagaimana Tuhan setia terhadap mereka yang percaya kepadaNya, demikianlah hendaknya orang percaya setia mengikut Tuhan, dan mau melakukan perintah Tuhan yang telah mereka terima melalui rasul-rasul. Dalam kesetiaaNya Tuhan, orang-orang yang percaya kepadaNya pasti dikuatkan supaya mampu menghadapi berbagai persoalan hidup yang sedang terjadi, dan untuk itulah Paulus berdoa agar Tuhan menujukan hati orang-orang percaya kepada kasih Allah dan ketabahan Kristus. Ketabahan orang percaya akan terbentuk ketika mereka mau setia mengikut dan meneladani Kristus, untuk itulah Paulus meminta jemaat Tessalonika supaya jangan menjauhkan diri dari Yesus Kristus dan dari ajaranNya yang telah mereka terima dari rasul-rasul. Saudara-saudara, juga kepada kita, Tuhan mengharapkan kita setia akan FirmanNya yang telah kita hidupi selama ini. Banyak tantangan dan rintangan yang telah kita hadapi dan yang akan kita hadapi lagi kedepan, itu semuanya boleh kita lewati hanya dengan kasih setia Allah Tuhan kita. Maka saat ini juga kita harus semakin teguh dalam mengikut Kristus Tuhan kita. Kita jangan pernah mendengarkan apalagi mengikuti ajaran-ajaran sesat yang kedengarannya menyejukkan hati tetapi di akhirnya membawa kita jatuh kedalam jurang dosa. Sebagai umat pilihan Tuhan dan pengikut Kristus, mari tetap setia mengikut Kristus dan ajaranNya. Supaya dengan demikian, hati kita tertuju selalu kepada Kasih Tuhan juga kepada ketabahan Kristus Tuhan kita Paulus menginginkan supaya Jemaat hidup dengan tertib Sebagai umat percaya, jemaat di Tessalonika harus hidup tertib. Dalam hal hidup tertib, Paulus mengatakan supaya mereka menjauh dari orang-orang malas. Mereka mau mengikuti teladan rasul Paulus, mereka kembali bekerja dengan tenang dan tidak menjadi beban orang lain. Disiplin hidup orang percaya sangat penting, supaya mereka jangan hidup sembarangan dan jauh dari ajaran rasul-rasul. Itu sebabnya Paulus menunjukkan teladan nyata bagi mereka, Rasul Paulus bekerja siang dan malam, tidak mau memakan roti orang lain dengan Cuma-Cuma, dan tidak mau menjadi beban. Sebenarnya Rasul Paulus berhak mendapatkan itu semua dari jemaat Tessalonika, akan tetapi Paulus memilih menunjukkan dan memberi teladan kepada jemaat. Perkataan “ Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” adalah teguran keras dan tegas kepada mereka yang tidak mau bekerja, juga kepada mereka yang sengaja bermalas-malasan. Orang Percaya harus bertanggung jawab, yaitu melakukan pekerjaan yang berkenan di hati Tuhan. Hari Kedatangan Tuhan tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bekerja. Sebab tiada satu orang pun yang tahu hari kedatangan Tuhan. Tuhan Yesus sendiri mengatakan “ Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” Matius 24 : 36. dengan demikian orang percaya harus tetap bekerja seperti biasa. Martin Luther juga pernah berkata ”Sekalipun aku tahu bahwa besok dunia akan hancur berantakan, aku tetap akan menanam pohon apelku” yang artinya dia tetap bekerja dan tidak henti-hentinya bekerja. Saudara-saudara, demikianlah kita harus hidup dalam hidup yang tertib, bekerja dengan setia dan tidak menjadi beban bagi siapapun. Terutama untuk menghadapi situasi perekonomian Negara kita pada saat ini. Kita dituntut untuk lebih bersemangat untuk bekerja, bijak memakai waktu yang ada dan bekerja keras demi keperluan hidup kita. Kita harus tetap memelihara istilah Ora et Labora, yang berarti “berdoa dan bekerja”. Sebagai umat Tuhan, kita harus berdoa selalu dan bekerja selalu. Tidak cukup hanya berdoa, tetapi harus dengan mengerjakan pekerjaan kita yang sudah menjadi tanggungjawab kita masing-masing. Kiranya Tuhan memberkati kita dan seluruh pekerjaan kita. Amin Doa Penutup: Bapak di dalam Yesus Kristus Tuhan, terimakasih atas FirmanMu yang telah kami dengarkan. Sungguh kami bersyukur atas FirmanMu yang telah mengingatkan kami supaya kami sebagai orang-orang percaya, hidup dalam kehidupan yang tertib, bekerja dengan sungguh-sungguh dan berdoa selalu kepada Tuhan. Berkatilah FirmanMu untuk bekerja didalam hati dan pikiran kami, hingga kami mau melakukannya dalam setiap langkah hidup kami. Hanya melalui nama anakMu Yesus Kristus, kami berdoa kepadaMu. Amin Anugerah dari Tuhan Kita Yesus Kristus, Kasih setia dari Allah Bapa, dan Persekutuan dari Roh Kudus kiranya menyertaimu sekalian. Amin
Samsir Hutagalung

Penulis Renungan

Samsir Hutagalung

Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Evangelium

2 Musa 15 : 1 - 14

Epistel

2 Tessalonik 3 : 1 - 12