Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Sabtu, 2 Mei 2026

Renungan Harian

2 Raja-raja 6 : 16

Doa Pembuka: Allah Bapa yang bertahta tinggi dalam kerajaan Sorga, kami bersyukur Tuhan atas pagi hari yang baru ini, nafas kehidupan yang masih dapat kami rasakan. Sebelum kami membuka hati kami mendengarkan Firman-Mu, kami mohon agar Roh Kudus-Mu membimbing kami, membukakan mata hati kami, sehingga kami dapat mengerti akan firmanMu dapat kami lakukan dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin. Syalom selamat pagi buat kita semua,.. Yang menjadi renungan kita pada hari ini, tertulis dalam kitab 2 Raja-raja 6:16 begini firman Tuhan : Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Demikian lah firman Tuhan. Saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Dalam perjalanan hidup ini, ada kalanya kita terbangun dan merasakan seperti sedang dikepung oleh "pasukan" masalah yang begitu besar. Mungkin masalah itu adalah tumpukan pekerjaan, krisis keuangan, konflik keluarga, atau kekhawatiran akan masa depan yang tidak pasti. Dalam situasi seperti itu, reaksi kita pertama sekali adalah panik, takut, dan merasa putus asa. Perasaan inilah yang persis dialami oleh pelayan Nabi Elisa dalam kitab 2 Raja-raja 6:16 ini. Ketika pelayan Elisa bangun pagi dan keluar dari kemahnya di kota Dotan, ia melihat pemandangan yang menggetarkan hati: dimana pasukan besar tentara Aram, lengkap dengan kuda dan kereta perang, telah mengepung kota itu. Reaksi spontan yang dilakukan pelayan itu adalah sebuah ketakutan dan kepanikan yang sanga luar biasa. Ia berlari kepada Elisa dan berseru, "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" (ayat 15). Reaksi yang dilakukan sang pelayan sangatlah wajar, ia sangat panik dan ketakukatan. Namun, nabi Elisa merespon dengan berbeda dan sungguh di luar dugaan. Ia tidak ikut panik, ia tidak berkemas untuk kabur, dan tidak ketakutan. Dengan sangat tenang, Elisa mengatakan kepada pelayanya "Jangan takut! Sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka”. Saudara/I yg terkasih Mengapa demikian? Mengapa Elisa tidak takut? Alasanya Karena Elisa percaya Tuhanlah yang menyertai hidup umat-Nya. Yang dibutuhkan adalah percaya dan mempercayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Ketika Israel sedang berperang dengan kerajaan Aram, berkali-kali Aram berusaha untuk mengalahkan Israel namun berkali-kali pula bangsa Israel lolos karena mereka menurut kepada Elisa untuk percaya kepada Tuhan. Saudara/i yang terkasih, Percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Sekalipun orang Kristen disebut sebagai orang beriman, adakah kita benar-benar menaruh percaya kita kepada Tuhan? Adakah kita memasrahkan segala rancangan kita kepada Tuhan? Atau justru kita ingin Tuhan yang menuruti kehendak kita?  Saudara/i yang terkasih, Apa yang mau diajarkan firman Tuhan pada hari ini? 1. Masalahmu Nyata, Tapi Tuhan Jauh Lebih Nyata Ketakutan kita biasanya muncul ketika kita terus-menerus memandang pada masalah. Tuhan tidak menyuruh kita menutup mata terhadap masalah, tetapi Dia meminta kita untuk memperluas pandangan kita. Sebesar apa pun "pasukan Aram" yang sedang mengepung kita hari ini, pasukan perlindungan Tuhan jauh lebih besar dari itu semua. 2. Kalimat "Jangan Takut" Bukanlah Kalimat omong kosong Ketika Tuhan (melalui firman-Nya) berkata "Jangan takut", itu bukanlah sekadar kata-kata motivasi agar kita merasa sedikit lebih baik dan sedikit lebih tenang. Kata Perintah "jangan takut" selalu diikuti dengan sebuah jaminan. Kita berani bukan karena kita kuat, melainkan karena kita sadar Siapa yang berdiri di pihak kita. Yaitu Sang Pencipta alam semesta yaitu Tuhan kita. 3. Mintalah Kepekaan Rohani Sering kali, Tuhan sudah bekerja di balik layar untuk menolong kita, menyediakan jalan keluar, dan menjaga kita dari kehancuran. Namun, karena kita fokus pada kepanikan dan ketakutan, kita tidak melihat pertolongan itu. Oleh sebab itu, Kita butuh doa seperti yang dinaikkan Elisa: Ya Tuhan, bukalah kiranya mataku, supaya aku melihat." Demikian juga kita, ketika kita menghadapi masalah, maka mari kita berdoa dan meminta kepada tuhan “ya Tuhan, bukalah kiranya mata ku supaya aku melihat Jalan keluar yang engkau berikan kepada ku. Saudara/i yang terkasih, Ketakutan akan kehilangan kuasanya saat kita menyadari siapa yang berdiri di belakang kita. Masalah di depan mata mungkin nyata, tetapi kehadiran Tuhan jauh lebih nyata dalam menyelamatkan kita. Maka percayakan segalanya kepada Tuhan, Tuhan pasti menolong kita. Amin Doa Penutup: Tuhan Allah kami yang maha kuasa Terimakasih buat Firman Mu, yang mengajarkan kami untuk tetap tenang menghadapi masalah dalam kehidupan kami, tolong jangan biarkan kepanikan menguasai kami. Bukakan mata rohani kami agar kami bisa melihat penyertaan-Mu yang luar biasa. Ajar kami untuk percaya bahwa Engkau jauh lebih besar dari segala ketakutan kami, dan perlindungan-Mu selalu ada kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.
CW

Penulis Renungan

CPdt. Widora Riaulita Sitorus S.Th. S.Th.

Calon Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 119 : 97 - 104

Malam

Mateus 21 : 28 - 32

Nyanyian

BE. 214 : 1

Renungan Harian — Sabtu, 2 Mei 2026 | Renungan HKBP