Doa Pembuka: Bapa kami yang di Surga, kami bersyukur untuk berkat dan kasih Tuhan yang selalu kami rasakan dalam kehidupan kami. Terlebih hari baru yang Tuhan berikan kepada kami, menjadi kesempatan baru bagi kami untuk mengecap kasih dan kebaikanMu yang kekal. Ya Tuhan, sebelum kami memulai segala aktifitas kami hari ini, kami mau mendengarkan FirmanMu kiranya Tuhan membuka hati kami agar kami mengerti dan memahaminya. Di dalam nama Kristus Yesus, kami berdoa, Amin.
Firman Tuhan tertulis dalam Titus 2 : 7 – 8 “Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita”.
Ibu/Bapak, saudara/i ada sebuah kisah seorang murid yang datang menemui seorang guru dan bertanya, “Guru, bagaimana saya dapat benar-benar menemukan Tuhan?” Kemudian guru itu membawanya ke sungai dan mengajaknya untuk ke dalam sungai. Ketika mereka sampai di tengah sungai, guru itu berkata, “Silahkan berendam di sini.” Murid itu melakukan apa yang diperintahkan, dan guru itu meletakkannya di kepala muridnya dan menahannya di bawah air. Sontak murid itu mulai meronta, tetapi sang guru tetap menahannya di bawah air. Murid itu terus meronta-ronta dan memukul air dengan tangannya, sebagai tanda bahwa dia sudah tidak tahan, tetapi sang guru tetap menahannya di bawah air. Hingga akhirnya, murid itu dilepaskan dan terengah-engah mencari udara. Lalu Guru itu berkata, “Seperti kamu mendambakan menghirup udara yang baru saja kamu hirup tadi, seperti itulah harusnya kamu mendambakan Tuhan dalam hidupmu, maka kamu akan menemukan Tuhan”.
Demikian jugalah pesan Paulus kepada seorang pemuda bernama Titus, supaya Titus dapat membantu orang-orang di Kreta untuk menemukan Tuhan. Menyatakan kabar keselamatan bagi orang percaya itu harus, kita harus menyampaikan tentang dosa, penghakiman, pertobatan dan iman, tetapi itu semua harus dibuktikan dalam kehidupan kita. Tidak ada gunanya memberitakan Kristus Sang Penyelamat, jika kita tidak menunjukkanNya di kehidupan kita sehari-hari.
Sebagai orang Kristen, berarti mengenakan identitas pemilik Kristus kemanapun dan dimanapun kita berada. Dalam hal ini juga berarti menjadikan Kristus sebagai teladan dalam segala tindakan dan perkataan. Namun dalam Titus 2 : 7 – 8 mengajak kita untuk menunjukkannya dalam tindakan, bukan hanya dalam kata-kata. Tindakan selalu lebih berpengaruh dari pada ucapan belaka, dan inilah bukti dari rasa syukur kita atas kasih Allah.
Meneladani Yesus Kristus berarti menghadirkan kasih, kebenaran, dan ketulusan dalam setiap aspek kehidupan. Yesus tidak hanya mengajar tentang kebaikan, tetapi Ia melakukannya. Dia mengasihi tanpa syarat, Dia mengampuni tanpa batas, dan Dia melayani dengan rendah hati. Demikian juga kita dipanggil untuk menjadi teladan melalui tindakan nyata. Dari situlah orang lain dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
Orang mungkin tidak membaca Alkitab, tetapi mereka membaca kehidupan kita, bagaimana kita bersikap, berbicara, dan merespons setiap keadaan. Hidup yang tulus dan berintegritas akan membungkam tuduhan dan menjadi terang di tengah kegelapan.
Dengan demikian, setiap langkah, setiap kata, dan setiap tindakan kita menjadi nyanyian baru yang memuliakan Tuhan, sehingga melalui hidup kita, nama-Nya ditinggikan dan banyak orang melihat serta mengenal kasih Kristus. Amin
Doa Penutup: Terima kasih ya Allah Bapa untuk Firman yang telah kami dengar. Berikanlah kami Roh KudusMu sehingga kami dimampukan untuk menyatakan kasihMu yang telah kami terima melalui perbuatan dan tindakan kami. Segala syukur bagiMu ya Allah, di dalam Kristus kami berdoa. Amin.