10Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.
Renungan Harian
Esra 7 : 10
Bayangkan dirimu berdiri di sebuah perpustakaan surga yang tak berujung. Cahaya keemasan menyinari gulungan-gulungan kitab kuno. Suasana begitu damai, dan setiap kata dari Firman itu hidup, bernapas, dan beresonansi menyanyikan keagungan Allah.
Ezra mengerti rahasia ini. Dia tidak sekadar membaca Firman; dia menetapkan hatinya. Tiga langkah progresif Ezra: meneliti, melakukan, lalu mengajar. Banyak anak muda Kristen terjebak hanya di fase "meneliti" lewat quotes rohani di media sosial, tapi hatinya tidak pernah ditetapkan untuk tunduk dan "melakukan".
Pengetahuan tanpa ketaatan hanya melahirkan arogansi. Kasih karunia Kristus memanggil kita lebih dalam. Roh Allah diutus (Yesaya 11:2) bukan untuk memberimu pengetahuan yang mati melainkan untuk mengukir Firman itu dalam daging dan darahmu.
Ketika kamu melakukan Firman Tuhan di kesunyian keseharianmu kamu sedang menciptakan melodi indah yang akan menggema sampai ke kekekalan. Hari ini, siapkan dirimu. Jadikan hatimu tanah yang subur bagi Firman-Nya, dan biarkan hidupmu menjadi nyanyian paling merdu bagi sang Raja.
(Doa): Bapa di sorga, aku mengagungkan Firman-Mu yang hidup. Tuntun aku dengan Roh Kudus-Mu, agar aku setia meneliti, menghidupi, dan membagikan kebenaran-Mu. Amin.
Bacaan Alkitab
Pagi
Psalmen 119 : 153 - 160
Malam
Mateus 22 : 41 - 46
Nyanyian
BE. 127 : 6