Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Jumat, 8 Mei 2026

15Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Pilemon 1 : 15 - 16· Terjemahan Baru

Renungan Harian

Pilemon 1 : 15 - 16

Doa Pembuka: Allah Bapa yang bertahta dalam Kerajaan Surga, puji dan syukur kami panjatkan kehadapanMu ya Bapa atas penyertaan yang dapat kami rasakan hingga pagi hari ini. Sebelum kami memulai aktivitas kami, kami ingin mendengarkan firmanMu, sertai hati dan pikiran kami agar kami dapat memahami firmanMu. Dalam Kristus Yesus kami berdoa, Amin. Renungan: Filemon 1: 15-16 “Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.” Bapak, ibu saudara-saudari yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, selama kita hidup mungkin ada satu momen dimana ada orang yang kita percaya menghancurkan kepercayaan kita, atau mungkin kita yang dipercayai teman kita, justru menghancurkan kepercayaan dari teman kita sendiri. Disaat kita telah menghancurkan kepercayaan kawan kita tadi, mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah untuk kabur melarikan diri menghindari perjumpaan dengan orang yang mempercayai kita. Namun tindakan kabur dan melarikan diri dari permasalahan bukanlah solusi yang terbaik. Melainkan solusi yang paling baik adalah menghadapinya dengan lapang dada. Sebagaimana teks kita hari ini mengangkat kisah Onesimus yang merupakan hamba dari Filemon namun si hamba menghianati tuannya dan kabur namun berjumpa dengan Paulus. Teks kita pada hari ini merupakan surat Paulus kepada Filemon yang menjamin Onesimus bahwa ia akan berguna bagi pelayanan Filemon sekalipun Onesimus pernah mengecewakan. Paulus meminta untuk memberikan kesempatan kedua kepada onesimus dan memulihkan relasi dengan kasih. Melalui teks ini bukan hanya relasi yang diperbaiki namun juga ada status yang diperbaharui. Onesimus pergi sebagai budak yang tidak berguna, tetapi kembali sebagai pribadi yang telah dipulihkan. Oleh sebab itu Filemon diminta untuk menerima Onesimus tidak lagi sebagai hamba melainkan sebagai saudara yang kekasih. Demikian juga kita dalam kehidupan kita pada saat ini, apakah kita mau memberikan kesempataan kedua kepada orang yang telah mengecawakan kita? apakah kita mau memulihkan relasi dengan kasih dengan orang yang telah membuat kita kecewa? Karena pada faktanya dikehidupan kita sekarang, bisa saja kita ada di moment sebagai Onesimus yang mengecewakan dan bisa juga kita sebagai Filemon sebagai orang yang dikecewakan. Melalui firman Tuhan ini kita juga diingatkan bahwa cerita yang pahit dalam hidup kita, bukanlah akhir dari cerita hidup kita, karena kisah pahit dalam hidup kita bisa dibuat menjadi kisah yang bermakna dan berakhir manis jika kita selalu berharap kepada Tuhan. Berikutnya mungkin kita memiliki latar belakang yang buruk namun kita tidak boleh terus menganggap bahwa kehidupan kita tersebut akan selalu buruk, melainkan meskipun kita memiliki latar belakang yang buruk, itu dapat diubah menjadi berkat jika kita serahkan kehidupan ini kepada Tuhan. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang terlalu jauh untuk diraih dan dipulihkan oleh Tuhan. Amin. Doa Penutup: Kita berdoa! Terima kasih kasih Tuhan untuk firmanMu yang menyapa kami pada hari ini, ajari dan kuatkan kami agar kami tetap setiap menjalankan firmanMu dalam hidup kami. Dalam Kristus kami berdoa. Amin.
CJ

Penulis Renungan

CPdt. Josua Sah Putra Nababan S.Th. S.Th.

Calon Pelayan HKBP

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 119 : 145 - 152

Malam

Mateus 22 : 34 - 40

Nyanyian

BE. 167 : 5