Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.
Tutup matamu sebentar. Tarik napas dalam-dalam. Bayangkan kamu berdiri di ruang mahkamah yang gelap. Tiba-tiba, sebuah cahaya terang menyorot tepat ke arahmu. Suara yang bergema memanggil namamu, bukan sebagai terdakwa, tapi sebagai: Anak Raja.
Itulah gambaran 1 Petrus 2 ayat 9. Di dunia yang melabeli kamu dengan nilai rapor atau jumlah followers, Tuhan membongkar semua label itu. Dia memanggilmu keluar dari kegelapan identitas palsu menuju terang-Nya yang ajaib. Kamu adalah imamat yang rajani! Artinya, hidupmu, doamu, dan belajarmu adalah sebuah ibadah yang suci.
Sebagai pemuda yang menerima kasih karunia, tugasmu bukan lagi mencari perhatian dunia. Roh Allah menguatkan kita untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan. Berdoalah agar setiap kali kamu berinteraksi, teman-temanmu melihat pantulan cahaya Surga dari dirimu. Kamu bukan sekadar remaja biasa; kamu adalah duta besar Kerajaan Allah.
Kita berdoa : Bapa Sang Terang, terima kasih telah memanggil kami keluar dari gelap. Penuhi kami dengan Roh-Mu, agar hidup kami memancarkan kemuliaan-Mu di mana pun kami berada. Dalam nama Yesus, Sang Terang Dunia. Amin.