22TUHAN berfirman kepada Musa:23"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:24TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;25TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;26TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.27Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Renungan Epistel
Jakobus 4 : 6 - 10
Dalam Bilangan pasal 6, kata "memberkati" menggunakan bahasa Ibrani "Barak", yang secara harafiah berarti berlutut atau hadir untuk memberi kekuatan. Dan ketika dikatakan Tuhan "menyinari engkau dengan wajah-Nya", kata "Paanim" (wajah) menunjukkan intensionalitas dan perkenanan penuh. Secara psikologis, saat seseorang menatap wajahmu dengan hangat, sistem sarafmu akan langsung tenang. Itulah perlindungan sejati: Kehadiran-Nya yang menenangkan badai di dalam mentalmu.
Menurut Yakobus, kasih karunia yang besar ini hanya bisa diterima jika kita menundukkan hati. Tuhan menentang kecongkakan karena kecongkakan membuat kita buta akan pertolongan-Nya.
Berkat ini bukan upah karena kebaikan kita, melainkan murni anugerah yang dibayar lunas oleh Kristus. Di atas kayu salib, Kristus rela mengalami penderitaan, supaya hari ini, wajah Allah bisa terus bersinar atas hidupmu.
Inilah rahasia terbesar dari berkat perlindungan Tuhan yang sebenarnya. Berkat Tuhan bukan hanya karena rekening aman, karir lancar, dan tidak ada konflik. Berkat Tuhan adalah kesediaan Tuhan untuk menaungi kehidupan kita setiap hari.
Kita berdoa :
Tuhan Allah yang agung, kami bersyukur untuk hadirat-Mu yang memelihara hidup kami. Ampuni kecongkakan kami yang sering mengandalkan diri sendiri, dan mampukan kami oleh Roh Kudus-Mu untuk tunduk berserah pada perlindungan kasih karunia-Mu yang sempurna di dalam Kristus. Amin.