Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 21 Juni 2026

HijauIII DUNG TRINITATIS

PEMELIHARAAN ALLAH YANG UNIVERSAL

8Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. 15Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 20Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

1 Musa 21 : 8 - 21· Terjemahan Baru

Renungan Epistel

Mateus 6 : 25 - 34

Secara psikologis, kita punya kecenderungan negativity bias, di mana otak kita lebih mudah mengingat kegagalan dan ketakutan dibandingkan kebaikan yang sudah kita terima. Seorang budak yang dibuang, diusir ke padang gurun Bersyeba dengan bekal air yang hanya cukup untuk beberapa hari. Ketika air itu habis, dia membuang anaknya, Ismael, ke bawah semak-semak karena dia tidak sanggup melihat anaknya mati kehausan. Di titik terendah itu, Hagar menangis. Kadang, kita seperti Hagar, menangis di depan sumur yang sebenarnya sudah ada di sana, tapi mata kita tertutup oleh keputusasaan kita sendiri. Tapi perhatikan ayat ke-17. Dikatakan, "Allah mendengar suara anak itu." Bayangkan. Di tengah padang gurun yang luas dan mematikan, suara tangisan seorang anak buangan ternyata menembus takhta Yang Mahakuasa. Jika Tuhan yang memelihara semesta ini bahkan mendengar tangisan anak dari seorang budak yang dibuang, masihkah kamu meragukan pemeliharaan-Nya atas hidupmu? Itulah mengapa ribuan tahun kemudian, Yesus berdiri di atas bukit dan berkata: "Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga." Burung tidak pernah panik memikirkan bursa saham atau harga sembako. Mereka hidup dalam ritme anugerah. Dan kamu, yang dibenarkan bukan karena prestasimu, melainkan karena karya Kristus yang tuntas di atas salib, bernilai jauh lebih besar dari ribuan burung di udara! Pemeliharaan Tuhan itu universal, melampaui batas suku, melampaui status sosial, bahkan melampaui dosa-dosamu di masa lalu. Mari kita berdoa. Tuhan yang berdaulat, terima kasih karena mata-Mu tak pernah lepas dari kami. Ampuni kami yang sering lupa bahwa anugerah Kristus sudah lebih dari cukup. Buka mata kami untuk melihat sumur berkat-Mu di tengah padang gurun kami. Di dalam nama Yesus, Amin.

Bacaan Alkitab

Evangelium

1 Musa 21 : 8 - 21

Epistel

Mateus 6 : 25 - 34